RADAR TULUNGAGUNG - Pengalaman menggunakan motor listrik dalam jangka panjang masih menjadi pertanyaan banyak masyarakat Indonesia. Namun, sebuah ulasan pengguna Alfa One setelah menempuh 5.000 kilometer justru memberikan gambaran menarik soal kualitas dan kekurangan motor listrik tersebut.
Dalam pengalamannya, pemilik Alfa One mengaku cukup terkejut dengan durabilitas motor listrik Rp30 jutaan itu. Meski sempat mengalami masalah mati mendadak saat kilometernya masih 2.000 km, secara keseluruhan performa dan kualitas rangka motor dinilai di luar ekspektasi.
Review Alfa One setelah 5.000 km ini pun menjadi sorotan karena membahas langsung pengalaman pemakaian harian tanpa sponsor dari pihak mana pun.
Durabilitas Alfa One Dianggap Sangat Baik
Pengguna mengaku membeli Alfa One pada 2022 saat pameran otomotif di Kemayoran. Motor listrik tersebut kini sudah digunakan hingga 5.000 kilometer dengan kondisi yang masih cukup prima.
Salah satu hal yang paling dipuji adalah kualitas rangka dan build quality kendaraan. Menurutnya, motor ini tetap kokoh meski sering digunakan di jalan berlubang khas perkotaan Indonesia.
“Tidak ada bunyi-bunyi atau ringkikan aneh dari bodi motor. Padahal sering dipakai menghantam jalan rusak,” ujarnya dalam video ulasan tersebut.
Bahkan, sejak awal pembelian motor itu disebut belum pernah dimodifikasi sama sekali. Ban bawaan Michelin juga menjadi nilai tambah karena dianggap meningkatkan kenyamanan sekaligus kualitas berkendara.
Tenaga Motor Listrik Masih Jadi Andalan
Selain durabilitas, performa motor listrik Alfa One juga mendapat penilaian positif. Pengguna menyebut tenaga motor sangat cukup untuk kebutuhan mobilitas di dalam kota.
Saat baterai penuh 100 persen, motor masih mampu melaju hingga 90 km/jam. Akselerasi motor listrik juga terasa responsif dibanding motor bensin biasa.
Namun, performa mulai menurun saat kapasitas baterai berada di bawah 30 persen. Kondisi tersebut membuat tenaga motor terasa lebih lambat karena sistem otomatis masuk mode hemat daya.
Menurut pengguna, hal tersebut sebenarnya masih wajar dan mirip seperti smartphone yang menurunkan performa ketika baterai mulai habis.
“Kalau baterai sudah di bawah 30 persen jangan berharap bisa ngebut. Intinya cukup buat sampai tujuan saja,” katanya.
Meski begitu, secara keseluruhan performa motor tetap dianggap lebih dari cukup untuk kebutuhan harian di perkotaan.
Desain Alfa One Disebut Lebih Menarik
Dari sisi desain, Alfa One juga mendapat banyak pujian. Bentuk bodinya yang besar disebut mirip Yamaha NMAX sehingga terlihat lebih premium dibanding beberapa motor listrik lain.
Pengguna bahkan mengaku lebih menyukai desain Alfa One generasi pertama dibanding model terbaru Alfa Servo.
Dengan tinggi badan sekitar 174 cm, posisi berkendara di Alfa One dianggap pas dan nyaman. Motor tidak terasa terlalu besar maupun terlalu kecil sehingga tetap ergonomis digunakan sehari-hari.
Saat pertama meluncur, motor ini dijual dengan harga sekitar Rp35 juta sebelum akhirnya turun menjadi sekitar Rp28-29 jutaan setelah adanya subsidi pemerintah.
Fitur Aplikasi Jadi Nilai Plus
Keunggulan lain Alfa One ada pada fitur konektivitas smartphone. Motor ini sudah mendukung sistem keyless dan bisa dinyalakan hanya menggunakan aplikasi di handphone.
Pengguna menyebut terdapat tiga akses kunci, yakni remote pintar, kunci manual, dan akses melalui aplikasi.
Fitur tersebut dinilai membuat keamanan kendaraan lebih baik dibanding motor konvensional biasa yang rawan pencurian.
Selain menghidupkan motor, aplikasi juga digunakan untuk memantau kendaraan secara digital.
Kekurangan Motor Listrik Masih Soal Baterai dan Servis
Meski memiliki banyak kelebihan, pengguna juga menyoroti beberapa kekurangan Alfa One. Hal utama yang masih menjadi kendala adalah baterai dan pengisian daya.
Menurutnya, pengguna motor listrik tetap harus menghitung jarak tempuh dengan cermat karena fasilitas charging station masih terbatas.
Selain itu, proses pengisian daya membutuhkan waktu cukup lama meski Alfa kini sudah menyediakan teknologi fast charging pada model terbaru.
Kendala lain ada pada layanan servis yang belum sebanyak motor Jepang seperti Honda atau Kawasaki. Meski Alfa sudah bekerja sama dengan bengkel rekanan, jumlah lokasi servis masih belum merata.
Pernah Mati Mendadak Saat Dipakai
Pengalaman paling mengejutkan terjadi saat motor baru menempuh sekitar 2.000 kilometer. Motor sempat mati mendadak ketika sedang digunakan di jalan.
Menurut pihak Alfa, masalah tersebut terjadi karena sistem kendaraan belum mendapatkan pembaruan software.
Pengguna akhirnya mencoba solusi sendiri dengan mencabut baterai lalu memasangnya kembali seperti me-restart ponsel jadul. Setelah itu motor kembali normal.
Meski sempat mengalami kendala tersebut, pengguna tetap menilai Alfa One sebagai salah satu motor listrik lokal dengan kualitas terbaik di kelasnya.
Baca Juga: Kepiawaian dan Kemenangan Iran dalam Negosiasi dengan Amerika
Editor : Fadhilah Salsa Bella