Radar Tulungagung – Motor listrik bekas armada Grab, khususnya Viar Q1 X Grab, masih menjadi incaran banyak masyarakat karena harganya yang tergolong murah dan biaya operasionalnya hemat. Namun di balik keunggulannya, ternyata ada beberapa kekurangan yang mulai dirasakan pengguna setelah motor dipakai harian selama beberapa bulan.
Salah satu pengguna Viar Q1 X Grab membagikan pengalamannya setelah memakai motor listrik tersebut selama hampir setengah tahun. Dalam ulasannya, ia mengaku cukup nyaman menggunakan motor ini untuk aktivitas sehari-hari, tetapi ada beberapa catatan penting yang menurutnya perlu diketahui calon pembeli.
Keluhan pertama yang paling terasa adalah sistem starter atau mode ready yang dianggap terlalu lama saat motor dinyalakan.
Pada Viar Q1 X Grab, pengendara harus menekan tombol tertentu sambil menarik rem hingga indikator “P” atau parking berubah menjadi angka kecepatan. Proses ini terkadang berlangsung cepat, namun tidak jarang memakan waktu cukup lama hingga membuat pengguna harus mengulang beberapa kali.
“Kadang sampai 10 detik enggak berubah-berubah,” ujarnya.
Meski terlihat sepele, kondisi tersebut dinilai cukup mengganggu terutama saat pengguna sedang terburu-buru di jalan.
Jok Belakang Dinilai Kurang Kokoh
Selain masalah starter, keluhan lain yang cukup mengganggu ada pada bagian jok belakang. Pengguna menilai posisi duduk pembonceng terasa kurang nyaman dan seperti tidak kokoh.
Ia menduga ada komponen karet atau penyangga jok yang sudah hilang sehingga bagian belakang terasa “ngambang” saat diduduki.
Baca Juga: Motor Listrik Niu Resmi Mejeng di IIMS 2022, Harga Mulai Rp30 Jutaan, Sekali Cas Bisa Tempuh 75 Km
Akibatnya, pembonceng terutama orang dewasa merasa kurang nyaman ketika motor digunakan berboncengan.
“Kalau kata istri saya, bagian belakangnya kayak mau patah,” ungkapnya.
Ukuran jok yang pendek juga dianggap kurang ideal untuk membawa dua orang dewasa. Motor ini dinilai lebih cocok dipakai sendiri atau berboncengan dengan anak kecil.
Posisi Duduk Rendah Jadi Plus Minus
Viar Q1 X Grab memang memiliki desain bodi compact dengan posisi duduk cukup rendah. Bagi sebagian pengguna, hal tersebut justru menjadi kelebihan karena lebih mudah dikendalikan, terutama untuk pengendara perempuan.
Namun untuk pengguna dengan postur tubuh tinggi, posisi duduk rendah membuat kaki harus lebih lurus ke depan agar tetap nyaman.
Meski demikian, area pijakan kaki motor ini disebut cukup luas. Bahkan pengguna menyebut ruang kaki Viar Q1 terasa lebih lega dibanding Honda Scoopy maupun Honda Vario.
Kecepatan Maksimal Hanya 60 Km/Jam
Soal performa, Viar Q1 X Grab memang bukan motor listrik yang dirancang untuk kecepatan tinggi. Motor ini memiliki limiter dengan kecepatan maksimal sekitar 60 km/jam.
Bagi sebagian orang, hal tersebut dianggap sebagai kekurangan karena motor terasa kurang bertenaga di jalan besar. Namun di sisi lain, limiter tersebut juga dinilai menjadi fitur pengaman agar pengendara tidak memacu motor terlalu kencang.
Karena karakter motor yang ringan, pengguna menyebut handling Viar Q1 cukup nyaman untuk dipakai di dalam kota.
Standar Samping Dinilai Berbahaya
Ada satu keluhan lain yang cukup penting dan berkaitan dengan faktor keselamatan, yakni posisi standar samping motor.
Menurut pengguna, posisi motor saat menggunakan standar samping dianggap kurang miring sehingga rawan jatuh apabila disentuh atau dinaiki anak kecil.
Ia bahkan mengaku pernah mengalami kejadian motornya roboh ketika anaknya yang masih berusia tiga tahun mencoba naik sendiri ke motor tersebut.
“Karena motornya enteng, kalau dipijak anak kecil bisa langsung jatuh,” katanya.
Pengguna pun mengingatkan agar pemilik Viar Q1 tidak membiarkan anak kecil bermain sendirian di sekitar motor yang sedang diparkir menggunakan standar samping.
Desain Klasik Masih Jadi Daya Tarik
Terlepas dari beberapa kekurangan tadi, desain Viar Q1 X Grab tetap menjadi daya tarik tersendiri. Motor listrik ini mengusung tampilan klasik retro yang disebut mirip skuter Eropa.
Model lampu membulat dan bodi compact membuat tampilannya cukup unik dibanding motor listrik lain di kelas harga serupa.
Apalagi unit bekas Grab kini banyak diburu karena harga pasarnya tergolong murah dibanding motor listrik baru.
Meski demikian, calon pembeli tetap disarankan memeriksa kondisi fisik motor secara detail sebelum membeli, terutama pada bagian jok, kaki-kaki, dan kelistrikan agar tidak menambah biaya perbaikan di kemudian hari.
Editor : Maylanni Diana Fitri