Radar Tulungagung – Mobil China semakin ramai di pasar otomotif Indonesia. Desain modern, fitur melimpah, hingga promo besar-besaran membuat banyak konsumen mulai melirik merek asal Tiongkok, termasuk Chery. Namun di balik tampilannya yang mewah, ternyata masih ada sejumlah kekurangan mobil Chery yang menjadi sorotan.
Hal itu diungkap dalam sebuah pembahasan otomotif yang menyoroti sisi lain mobil China, khususnya Chery. Menurut pembahasan tersebut, banyak calon pembeli terlalu fokus pada fitur dan tampilan, tetapi kurang memperhatikan aspek jangka panjang seperti layanan purna jual hingga harga jual kembali.
Fenomena mobil China yang semakin agresif memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan harga kompetitif, interior modern, layar besar, hingga fitur canggih, Chery sukses menarik perhatian pasar otomotif Indonesia.
Baca Juga: 5 HP 1 Jutaan Terbaik 2025 Paling Laris, Advan X1 dan Galaxy A07 Jadi Pilihan Favorit Buat Gaming
After Sales Masih Jadi Pertimbangan
Salah satu kekurangan mobil Chery yang paling sering dibahas adalah soal layanan purna jual atau after sales. Brand Jepang dinilai masih unggul karena sudah puluhan tahun hadir di Indonesia.
Jaringan bengkel resmi tersebar luas, sparepart mudah ditemukan, dan montir umum pun sudah terbiasa menangani mobil Jepang.
Sementara itu, Chery disebut masih dalam tahap pengembangan jaringan layanan. Bukan berarti buruk, tetapi jumlah bengkel resminya memang belum sebanyak merek Jepang.
Kondisi tersebut dianggap aman bagi konsumen yang tinggal di kota besar. Namun bagi pengguna di daerah yang jauh dari pusat kota, layanan servis bisa menjadi tantangan tersendiri.
Bahkan ada pengguna yang mengaku masih kesulitan mencari bengkel resmi ketika mobil membutuhkan perawatan.
Software dan Sensor Jadi Keluhan Kecil
Selain layanan purna jual, beberapa pengguna juga disebut mengalami minor issue pada mobil Chery. Keluhan tersebut umumnya berkaitan dengan software, sensor, maupun head unit.
Ada yang mengaku sensor terlalu sensitif, sistem hiburan sesekali mengalami lag, hingga bug kecil pada perangkat elektronik.
Meski tidak terjadi pada semua unit, persoalan seperti ini cukup sering menjadi bahan obrolan di komunitas otomotif.
Hal itu dinilai sebagai konsekuensi dari pendekatan mobil China yang sangat fokus menghadirkan fitur modern dan teknologi canggih dalam satu kendaraan.
Meski begitu, kualitas mobil China saat ini dianggap sudah jauh meningkat dibanding beberapa tahun lalu.
Karena itu, calon pembeli disarankan tidak hanya melihat brosur atau iklan promosi, tetapi juga melakukan test drive agar bisa merasakan langsung kenyamanan dan performa kendaraan.
Harga Jual Kembali Masih Jadi Tanda Tanya
Topik lain yang paling sering membuat calon pembeli galau adalah harga jual kembali atau resale value.
Di Indonesia, banyak konsumen mempertimbangkan nilai jual mobil sebelum membeli kendaraan baru. Hal itu juga terjadi pada mobil China termasuk Chery.
Saat ini harga mobil bekas China disebut masih belum sekuat brand Jepang. Ada yang menilai depresiasinya cukup cepat, meski sebagian mulai melihat kondisi pasar semakin stabil.
Kondisi ini dianggap penting terutama bagi pengguna yang terbiasa mengganti mobil setiap dua hingga tiga tahun sekali.
Namun bagi konsumen yang membeli mobil untuk dipakai jangka panjang, persoalan resale value kemungkinan tidak terlalu menjadi masalah besar.
Promo Besar Dinilai Perlu Dicermati
Pembahasan tersebut juga menyoroti agresivitas promo mobil China di Indonesia. Diskon besar, DP ringan, bunga nol persen, hingga cicilan murah membuat banyak orang tergoda membeli kendaraan baru.
Namun calon pembeli diingatkan agar tidak mudah tergiur promo tanpa memahami detail pembiayaan.
Sebab, ada kemungkinan biaya tambahan muncul ketika proses pembelian berlangsung, mulai dari biaya administrasi hingga komponen lain yang sebelumnya tidak dijelaskan secara rinci.
Karena itu, konsumen disarankan memilih dealer yang transparan dan mampu menjelaskan seluruh skema pembelian secara detail.
Selain itu, calon pembeli juga diminta berhati-hati terhadap janji leasing yang disebut pasti lolos meski memiliki riwayat BI Checking kurang baik.
Chery Dinilai Tetap Punya Daya Tarik
Meski memiliki sejumlah kekurangan, Chery tetap dianggap sebagai salah satu merek mobil China yang berkembang pesat di Indonesia.
Desain yang modern, interior mewah, fitur berani, dan harga kompetitif membuat brand ini mulai memberi tekanan kepada pabrikan Jepang.
Bahkan banyak pihak menilai kehadiran mobil China membuat persaingan otomotif nasional semakin menarik.
Karena itu, calon konsumen diminta memahami kelebihan dan kekurangan mobil Chery sebelum memutuskan membeli agar tidak hanya terpikat tampilan luar dan promo besar semata.
Editor : M. Helmi Nurhisam