Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Review Motor Listrik VRQ1 Long Setelah 6 Bulan Pemakaian, Starter Lambat hingga Jok Boncengan Jadi Keluhan

Gita Dwi Nuraini • Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB
Review motor listrik VRQ1 Long setelah 6 bulan pemakaian, mulai dari starter lambat hingga jok boncengan kurang nyaman.(Gemini AI)
Review motor listrik VRQ1 Long setelah 6 bulan pemakaian, mulai dari starter lambat hingga jok boncengan kurang nyaman.(Gemini AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG - Motor listrik VRQ1 Long mulai banyak digunakan sebagai kendaraan harian karena menawarkan desain unik dan biaya operasional yang hemat. Namun setelah hampir enam bulan penggunaan, sejumlah keluhan mulai dirasakan pengguna, mulai dari starter yang lambat hingga jok belakang yang dianggap kurang nyaman untuk boncengan.

Pengalaman tersebut dibagikan oleh salah satu pengguna motor listrik VRQ1 Long yang menggunakan unit berwarna hijau eks armada XP. Dalam ulasannya, pengguna mengaku motor masih nyaman dipakai sehari-hari, tetapi ada beberapa kekurangan yang cukup mengganggu saat digunakan dalam jangka panjang.

Motor listrik VRQ1 Long sendiri dikenal memiliki desain klasik dengan dimensi cukup ringkas. Kendaraan ini juga cukup populer di kalangan pencari motor listrik bekas karena harga yang relatif terjangkau dibanding motor listrik baru.

Baca Juga: OPPO A Series Kembali Naik Daun, HP Murah dengan ColorOS Ringan dan Fast Charging Jadi Andalan

Starter Motor Dinilai Terlalu Lama

Keluhan utama yang paling sering dirasakan pengguna ada pada sistem starter motor. Saat motor dinyalakan, kendaraan tidak langsung bisa digunakan seperti motor konvensional pada umumnya.

Pengguna harus menahan rem sambil menekan tombol starter beberapa detik hingga indikator berubah dari mode parkir ke mode siap jalan.

Dalam beberapa kondisi, proses tersebut disebut bisa berlangsung cukup lama hingga mendekati 10 detik. Namun terkadang motor juga bisa langsung aktif lebih cepat.

“Kadang lama banget, kadang cepat. Pas direkam malah lagi cepat,” ujar pengguna saat menjelaskan pengalamannya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu kekurangan yang dianggap cukup mengganggu, terutama ketika motor digunakan dalam situasi terburu-buru di jalan.

Baca Juga: OPPO A Series Jadi Andalan Baru, HP Murah dengan Storage Besar dan Fast Charging Cepat

Jok Belakang Dinilai Kurang Kokoh

Selain masalah starter, bagian jok belakang juga menjadi sorotan. Pengguna menilai posisi dudukan boncengan terasa kurang kokoh sehingga membuat penumpang belakang kurang nyaman.

Bahkan, menurut pengakuan istrinya, bagian belakang motor terasa seperti akan patah saat digunakan boncengan. Hal itu diduga karena dudukan jok belakang kurang memiliki penyangga yang kuat.

Pengguna menduga beberapa komponen penahan di area belakang mungkin sudah hilang atau aus mengingat unit yang digunakan merupakan motor bekas.

Meski demikian, posisi jok yang rendah justru dianggap menjadi kelebihan bagi pengendara wanita karena lebih mudah menapak ke aspal saat berhenti.

Baca Juga: OPPO A Series Makin Diburu, HP Murah dengan Baterai Awet dan Desain Premium

Ruang Kaki Lebih Lega dari Scoopy dan Fazzio

Salah satu kelebihan yang cukup diapresiasi dari VRQ1 Long adalah area pijakan kaki yang luas. Pengguna menyebut ruang kaki motor ini terasa lebih lega dibanding Honda Scoopy maupun Yamaha Fazzio.

Posisi tersebut membuat pengendara lebih nyaman saat berkendara harian di dalam kota. Namun untuk pengendara dengan postur tinggi, posisi duduk rendah membuat kaki harus sedikit diluruskan ke depan.

Dari sisi desain, motor listrik VRQ1 Long mengusung konsep klasik retro yang cukup menarik perhatian. Namun pengguna menyebut desain kendaraan tetap kembali pada selera masing-masing.

Kecepatan Mentok di 60 Km/Jam

Untuk performa, motor listrik VRQ1 Long memiliki limiter kecepatan maksimal di angka 60 kilometer per jam. Bagi sebagian pengguna, hal ini dianggap sebagai kekurangan karena motor tidak bisa melaju lebih cepat.

Namun di sisi lain, pembatas kecepatan tersebut juga dianggap sebagai fitur keamanan agar kendaraan tetap stabil dan aman digunakan di jalan perkotaan.

“Mentoknya memang di 60 kilometer per jam,” ujar pengguna.

Motor listrik ini juga menggunakan satu baterai sehingga bobot kendaraan tergolong ringan. Namun bobot yang terlalu ringan ternyata menimbulkan risiko lain saat motor diparkir menggunakan standar samping.

Motor Ringan Bisa Berbahaya untuk Anak

Pengguna mengaku pernah mengalami kejadian motor hampir terjatuh saat dinaiki anak kecil karena posisi standar samping kurang miring.

Karena motor sangat ringan, tekanan kecil dari samping dapat membuat kendaraan kehilangan keseimbangan dan roboh. Pengguna pun mengingatkan agar anak-anak tidak bermain atau duduk sendiri di atas motor saat diparkir menggunakan standar samping.

Meski memiliki sejumlah kekurangan, motor listrik VRQ1 Long tetap dianggap menarik sebagai kendaraan harian karena desain unik, ruang kaki lega, serta biaya penggunaan yang jauh lebih hemat dibanding motor berbahan bakar bensin.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#review motor listrik #motor listrik harian #kekurangan motor listrik #Motor listrik VRQ1 Long #VRQ1 Long bekas