RADAR TULUNGAGUNG - Motor listrik semakin diminati sebagai kendaraan harian karena dinilai hemat biaya operasional dan ramah lingkungan. Namun, banyak calon pengguna masih penasaran soal daya tahan motor listrik setelah digunakan bertahun-tahun dalam kondisi nyata.
Sebuah pengalaman menarik datang dari pengguna motor listrik NIU NGT yang membagikan kondisi kendaraannya setelah dipakai selama enam tahun dengan total jarak tempuh mencapai 48.000 kilometer. Hasilnya cukup mengejutkan, terutama terkait kesehatan baterai dan kondisi komponen setelah digunakan di segala cuaca.
Dalam video ulasan yang diunggah di YouTube, pemilik motor listrik tersebut menjelaskan bahwa kapasitas baterai masih tersisa lebih dari 90 persen meski sudah digunakan bertahun-tahun. Meski demikian, mulai muncul tanda-tanda penurunan performa baterai.
“Kadang salah satu baterai terlihat lebih cepat turun dan lebih cepat terisi dibanding yang lain,” ujarnya dalam video tersebut.
Meski ada gejala degradasi, pemilik motor mengaku belum merasakan penurunan signifikan pada jarak tempuh harian. Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna motor listrik yang khawatir soal umur baterai setelah pemakaian jangka panjang.
Baca Juga: OPPO A Series Kembali Naik Daun, HP Murah dengan ColorOS Ringan dan Fast Charging Jadi Andalan
Kondisi Motor Listrik Setelah 48.000 Kilometer
Secara tampilan, motor listrik tersebut masih terlihat cukup baik. Namun, penggunaan selama enam tahun di berbagai kondisi cuaca membuat beberapa bagian mengalami korosi cukup parah.
Bagian swing arm disebut kehilangan hampir seluruh lapisan catnya. Beberapa titik tersembunyi juga mulai dipenuhi karat akibat paparan hujan dan kelembapan dalam jangka panjang.
Meski demikian, beberapa komponen elektronik utama masih bekerja normal. Panel display tetap berfungsi baik dan tombol-tombol sakelar masih dapat digunakan tanpa masalah berarti.
Motor listrik tersebut juga masih menggunakan bearing bawaan pabrik dan belum pernah diganti hingga menempuh 48.000 kilometer. Dinamo utama pun masih bekerja normal tanpa kerusakan serius.
Baca Juga: OPPO A Series Jadi Andalan Baru, HP Murah dengan Storage Besar dan Fast Charging Cepat
Komponen yang Mulai Diganti
Selama penggunaan enam tahun, sejumlah komponen kaki-kaki dan pengereman mulai mengalami penggantian demi menjaga keamanan berkendara.
Pemilik motor mengganti kaliper rem belakang dan kampas rem karena baut lama sudah mengalami korosi parah. Setelah penggantian, sistem rem harus melalui proses bleeding untuk menghilangkan udara di saluran rem.
Tidak hanya itu, cakram rem depan juga diganti karena ketebalannya sudah berada di bawah batas aman 3,5 mm. Saat proses pembongkaran, beberapa baut patah akibat karat sehingga harus dibuat ulang ulir baru menggunakan bor.
“Awalnya saya kira ini pekerjaan mudah, ternyata beberapa baut tidak bisa bertahan dan patah,” jelasnya.
Penggantian rem depan juga diikuti dengan pemasangan kampas rem baru serta kaliper baru karena piston rem lama sudah mengalami korosi berat.
Motor listrik tersebut menggunakan sistem Combined Braking System atau CBS sehingga proses bleeding harus dilakukan pada rem depan dan belakang sekaligus.
Baca Juga: OPPO A Series Makin Diburu, HP Murah dengan Baterai Awet dan Desain Premium
Shockbreaker Bocor dan Fender Retak
Selain sektor pengereman, masalah lain muncul pada suspensi belakang yang mulai mengalami kebocoran oli. Pemilik akhirnya mengganti shockbreaker bawaan dengan produk aftermarket merek YSS.
Meski memiliki bentuk lebih ramping, shockbreaker baru disebut tetap nyaman digunakan bahkan saat motor membawa beban penuh.
Kerusakan juga terjadi pada bagian spakbor depan yang retak akibat usia pemakaian. Untuk memperbaikinya, pemilik menggunakan metode unik dengan membuat lem ABS sendiri dari limbah plastik yang dilarutkan menggunakan cairan aseton.
Campuran tersebut kemudian digunakan untuk menutup retakan sebelum dibuat ulang lubang baut baru pada bagian fender.
Meski hasilnya tidak terlalu rapi, metode tersebut dinilai cukup efektif untuk memperpanjang usia pakai komponen plastik motor listrik.
Bukti Motor Listrik Tetap Awet
Pengalaman ini menjadi gambaran nyata bahwa motor listrik dapat bertahan lama jika dirawat dengan benar. Meski beberapa komponen mekanis tetap mengalami keausan, baterai ternyata masih mampu mempertahankan kapasitas di atas 90 persen setelah enam tahun pemakaian.
Biaya perawatan motor listrik juga dinilai lebih sederhana dibanding motor bensin karena tidak memerlukan penggantian oli mesin maupun servis rutin yang kompleks.
Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan bagian pengereman, suspensi, dan komponen logam yang rentan terkena korosi terutama jika motor sering digunakan saat hujan.
Dengan jarak tempuh hampir 50 ribu kilometer, pengalaman ini sekaligus membuktikan bahwa motor listrik bukan sekadar tren sesaat, melainkan sudah mampu menjadi kendaraan harian jangka panjang.
Editor : Gita Dwi Nuraini