RADAR TULUNGAGUNG- Citroën EC3 kembali menjadi sorotan di pasar mobil listrik Indonesia setelah hadir sebagai salah satu EV asal Eropa dengan harga di kisaran Rp300 jutaan. Mobil listrik ini menarik perhatian karena menawarkan kombinasi harga terjangkau, desain sederhana, serta kenyamanan khas mobil Prancis yang masih jarang di segmen kendaraan listrik entry-level.
Dalam sejumlah review terbaru, Citroën EC3 disebut sebagai mobil listrik yang cocok untuk kebutuhan mobilitas perkotaan. Dengan baterai sekitar 29,2 kWh dan klaim jarak tempuh hingga 320 km, model ini diposisikan sebagai alternatif EV murah yang bersaing dengan mobil listrik asal China seperti Wuling, Neta, hingga VinFast. Namun, di balik harga menariknya, muncul sejumlah catatan terkait fitur dan performa.
Sejak awal kemunculannya, Citroën EC3 memang langsung mencuri perhatian karena statusnya sebagai mobil listrik konversi dari Citroën C3 berbahan bakar bensin. Strategi ini membuat pabrikan asal Prancis tersebut bisa lebih cepat masuk ke pasar EV Indonesia, meski konsekuensinya terlihat pada beberapa aspek desain dan fitur yang tidak sepenuhnya futuristik.
Desain Eksterior Citroën EC3 Masih Konservatif
Secara tampilan, Citroën EC3 tidak banyak berubah dari versi C3 bermesin bensin. Desainnya cenderung klasik dan konservatif dibandingkan kompetitor asal Korea maupun China yang sudah lebih futuristis. Bahkan beberapa elemen seperti tutup tangki lama masih dipertahankan, meskipun tidak lagi memiliki fungsi pada versi listrik.
Mobil ini juga masih menggunakan velg 15 inci dengan ban berprofil tebal 195/65 R15, yang justru memberikan kenyamanan tambahan saat melintasi jalan tidak rata. Meski sederhana, desainnya tetap dianggap atraktif berkat kombinasi warna dua tone dan bentuk bodi kompak yang cocok untuk perkotaan.
Baca Juga: Review Daihatsu Sigra 2026: Mobil Keluarga Murah dengan Desain Modern, Kabin Luas, dan Fitur Lengkap
Performa dan Jarak Tempuh Citroën EC3
Dari sisi performa, Citroën EC3 dibekali motor listrik berdaya sekitar 56 HP dengan torsi 143 Nm. Akselerasinya cukup responsif di kecepatan rendah, membuatnya terasa lincah untuk penggunaan dalam kota. Namun, kecepatan maksimalnya dibatasi sekitar 107 km/jam, yang membuatnya kurang fleksibel untuk perjalanan jarak jauh.
Klaim jarak tempuh 320 km juga menjadi perdebatan. Dalam pengujian beberapa reviewer, angka realistis yang dicapai hanya berkisar 200–250 km tergantung gaya berkendara. Hal ini membuat Citroën EC3 lebih ideal sebagai kendaraan harian di perkotaan ketimbang mobil perjalanan luar kota.
Pengisian daya menggunakan port CCS2 memungkinkan fast charging sekitar 20–30 kW, dengan waktu pengisian 10–80 persen sekitar 1 jam. Meski tidak tergolong cepat dibanding kompetitor modern, sistem ini masih cukup praktis untuk kebutuhan harian.
Kenyamanan Jadi Keunggulan Utama
Salah satu kekuatan utama Citroën EC3 terletak pada sektor kenyamanan. Suspensinya dinilai sangat empuk namun tetap stabil saat bermanuver. Karakter ini membuatnya nyaman digunakan di berbagai kondisi jalan, termasuk jalan rusak maupun kemacetan kota besar.
Setirnya juga ringan di kecepatan rendah, namun tetap memiliki bobot saat mobil melaju lebih cepat. Hal ini memberikan pengalaman berkendara yang seimbang antara kenyamanan dan kontrol.
Namun, dari sisi fitur, mobil ini tergolong sederhana. Tidak tersedia cruise control, fitur ADAS terbatas, serta instrument cluster yang masih sederhana dan kurang informatif dibandingkan kompetitor.
Interior Sederhana dengan Fokus Fungsional
Masuk ke kabin, Citroën EC3 menawarkan interior yang cukup luas untuk empat penumpang dewasa. Material yang digunakan masih dominan plastik keras, mencerminkan posisinya sebagai EV terjangkau. Head unit sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, namun panel instrumen digitalnya dinilai sangat sederhana.
Meski begitu, mobil ini masih memberikan kepraktisan seperti USB port, bagasi cukup lega, serta ban serep full size yang mulai jarang ditemukan di mobil modern.
Kesimpulan
Citroën EC3 hadir sebagai mobil listrik yang menonjolkan kenyamanan berkendara dan harga kompetitif, namun dengan kompromi pada fitur dan teknologi. Mobil ini cocok untuk penggunaan harian di dalam kota, tetapi kurang ideal untuk perjalanan jauh atau pengguna yang menginginkan teknologi EV paling canggih.
Editor : Cholifatun Nisak