RADAR TULUNGAGUNG- Citroën EC3 kembali mencuri perhatian pasar mobil listrik Indonesia setelah ditawarkan dengan skema promo agresif, termasuk DP rendah hingga Rp5 juta dan bunga 0 persen. Mobil listrik asal Prancis ini menjadi salah satu opsi EV termurah di segmen Rp300 jutaan yang kini harus bersaing ketat dengan produk asal China dan Korea.
Dalam penjualan di kawasan Gading Serpong, Citroën EC3 diposisikan sebagai mobil listrik praktis untuk kebutuhan harian. Dengan klaim jarak tempuh sekitar 230–280 km, model ini ditujukan untuk mobilitas dalam kota seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Meski tidak menawarkan jarak tempuh terbesar di kelasnya, harga dan promo membuatnya tetap menarik bagi konsumen entry-level EV.
Baca Juga: Review Daihatsu Sigra 2026: Mobil Keluarga Murah dengan Desain Modern, Kabin Luas, dan Fitur Lengkap
Promo Citroën EC3: DP Ringan dan Bunga 0%
Salah satu daya tarik utama Citroën EC3 adalah skema pembiayaan yang agresif. Konsumen disebut bisa membawa pulang mobil dengan DP mulai Rp5 juta, bahkan ada program bunga 0 persen hingga 1 tahun. Selain itu, tersedia skema pembayaran bertahap 50:50, di mana mobil bisa langsung dibawa pulang setelah pembayaran DP pertama 50 persen.
Selain itu, biaya kepemilikan juga tergolong rendah. Pajak tahunan Citroën EC3 disebut hanya sekitar Rp100 ribuan hingga Rp200 ribuan, serta bebas ganjil genap di sejumlah kota besar. Hal ini membuatnya semakin menarik untuk penggunaan harian di perkotaan padat.
Spesifikasi dan Desain Citroën EC3
Secara tampilan, Citroën EC3 mengusung desain semi SUV dengan dua baris kursi dan konsep two-tone color. Mobil ini menggunakan velg 15 inci, lampu DRL LED, serta desain grill khas Citroën yang masih mempertahankan elemen dari versi C3 berbahan bakar bensin.
Menariknya, mobil ini masih menggunakan platform konversi dari Citroën C3, sehingga beberapa elemen desain seperti tutup tangki lama masih dipertahankan meski sudah tidak digunakan. Hal ini menjadi salah satu catatan unik dari desain EC3 yang belum sepenuhnya futuristik sebagai mobil listrik.
Interior Sederhana Namun Fungsional
Masuk ke kabin, Citroën EC3 menawarkan interior yang sederhana dengan dominasi material keras. Namun, fitur dasar tetap tersedia seperti head unit besar dengan Apple CarPlay dan Android Auto, USB port, serta power outlet untuk pengisian daya perangkat.
Di bagian belakang, mobil ini menawarkan ruang kabin yang cukup lega untuk empat penumpang dewasa. Namun, jok belakang masih menggunakan model full bench tanpa fleksibilitas pelipatan setengah. Di sisi lain, keberadaan ban serep menjadi nilai tambah karena mulai jarang ditemukan di mobil modern.
Performa dan Pengisian Daya
Citroën EC3 dibekali baterai sekitar 29,2 kWh dengan motor listrik yang cukup untuk penggunaan perkotaan. Proses pengisian daya menggunakan DC fast charging diklaim dapat mencapai 10–80 persen dalam waktu sekitar 57 menit, sementara pengisian di rumah memakan waktu sekitar 10 jam.
Biaya pengisian juga tergolong murah, yakni sekitar Rp40 ribu hingga Rp60 ribu untuk full charge tergantung skema pengisian. Hal ini membuat EC3 sangat efisien untuk penggunaan harian.
Namun, jarak tempuh real-world dinilai lebih rendah dari klaim pabrikan. Dalam penggunaan normal, mobil ini lebih realistis berada di kisaran 200–250 km, bukan hingga 300 km seperti yang dipromosikan.
Kesimpulan
Citroën EC3 hadir sebagai mobil listrik ekonomis dengan fokus pada kenyamanan, biaya operasional rendah, dan promo pembelian yang agresif. Namun, konsumen perlu mempertimbangkan keterbatasan jarak tempuh, fitur yang sederhana, serta platform konversi yang belum sepenuhnya modern.
Mobil ini cocok untuk pengguna perkotaan yang membutuhkan EV murah, praktis, dan tidak rumit. Namun untuk kebutuhan jarak jauh atau fitur canggih, kompetitor lain di kelas Rp300–400 juta menawarkan alternatif yang lebih lengkap.
Editor : Cholifatun NisakSumber : Pinterest