RADAR TULUNGAGUNG - Honda kembali mencuri perhatian lewat motor listrik Honda EM1 e yang mulai ramai dibahas pecinta roda dua. Dengan harga sekitar Rp33 jutaan on the road Jakarta, Honda EM1 e menawarkan sensasi berkendara yang disebut sangat mirip motor bensin, khususnya Honda Beat. Namun di balik keunggulannya, motor listrik ini masih memiliki sejumlah catatan penting, terutama soal jarak tempuh.
Dalam ulasan yang dibahas kanal otomotif YouTube, Honda EM1 e disebut hadir dengan kapasitas baterai 1,4 kWh yang hanya mampu menempuh jarak sekitar 41 kilometer dalam sekali pengisian daya. Angka tersebut memang terlihat kecil dibanding motor listrik asal China di kelas harga lebih murah.
Meski begitu, Honda EM1 e justru unggul dari sisi riding quality dan kenyamanan berkendara harian di dalam kota. Karakter handling hingga ergonominya disebut sangat identik dengan Honda Beat, membuat pengguna motor bensin tidak perlu banyak adaptasi saat pertama kali mengendarainya.
Riding Position Mirip Honda Beat
Honda EM1 e memiliki tinggi jok 740 mm yang masih ramah untuk pengendara dengan tinggi badan sekitar 167 cm. Posisi duduk dan ergonominya juga terasa familiar karena desain setang, jarak dek kaki, hingga posisi tubuh dibuat menyerupai motor matic konvensional.
Bobot motor listrik ini mencapai 94 kg untuk versi standar dan 96 kg pada tipe Plus, belum termasuk baterai yang memiliki berat sekitar 10 kg. Walau lebih berat dari Honda Beat, kelincahan Honda EM1 e disebut tetap terasa sangat baik saat digunakan selap-selip di jalan perkotaan.
Karakter handling yang ringan membuat motor ini cocok dipakai komuter harian. Suspensi belakang dual shock dan jok empuk juga membantu meningkatkan kenyamanan berkendara, meskipun bantingannya cenderung agak stiff.
Tenaga Instan, Tapi Top Speed Terbatas
Sebagai motor listrik, Honda EM1 e menawarkan torsi instan sejak putaran bawah. Motor ini memiliki tenaga sebesar 2,3 PS dengan torsi mencapai 90 Nm yang langsung terasa ketika tuas gas diputar.
Namun performanya memang difokuskan untuk penggunaan dalam kota. Top speed Honda EM1 e hanya sekitar 45 km/jam pada mode standar, sedangkan mode Eco dibatasi di kisaran 30 km/jam.
Kondisi tersebut membuat motor ini kurang ideal digunakan di jalan raya besar dengan lalu lintas cepat. Pengendara juga disarankan memakai mode standar ketika melewati tanjakan agar tenaga tetap optimal.
Pengereman Jadi Nilai Plus
Salah satu keunggulan Honda EM1 e dibanding motor listrik murah asal China adalah karakter pengeremannya. Motor ini sudah dibekali teknologi Combi Brake System (CBS), mirip seperti motor matic Honda bermesin bensin.
Yang paling menarik, sistem pengeremannya tidak memutus tenaga secara tiba-tiba ketika pengendara masih membuka gas saat menikung atau bermanuver. Hal ini dinilai membuat kontrol motor terasa lebih natural dan aman.
Dalam ulasan tersebut bahkan disebut banyak motor listrik murah terasa seperti mengendarai sepeda listrik karena karakter gas dan rem yang kurang natural. Sementara Honda EM1 e memberikan sensasi berkendara layaknya motor sungguhan.
Baterai Bisa Swap, Tapi Charger Dijual Terpisah
Honda EM1 e menggunakan baterai removable dengan standar tahan air IP65. Baterai tersebut diklaim aman melintasi genangan air hingga sekitar 30 cm.
Menariknya, pengguna bisa memanfaatkan sistem swap battery di dealer resmi Honda tertentu. Biaya tukar baterai disebut hanya sekitar Rp8 ribu per sekali swap.
Namun ada satu hal yang cukup menjadi perhatian, yakni charger rumah dijual terpisah dengan harga sekitar Rp5-6 jutaan. Artinya, konsumen harus menambah biaya lagi jika ingin melakukan pengisian daya sendiri di rumah.
Sementara itu kapasitas bagasi Honda EM1 e juga tergolong kecil. Ruang penyimpanannya hanya cukup untuk jas hujan atau perlengkapan kecil lainnya. Karena itu Honda menghadirkan tipe Plus yang bisa dipasang top box tambahan.
Cocok untuk Komuter Dalam Kota
Secara keseluruhan, Honda EM1 e memang tidak menawarkan jarak tempuh jauh ataupun performa tinggi. Namun motor listrik ini dinilai unggul dari sisi build quality, kenyamanan, dan rasa berkendara yang mendekati motor bensin konvensional.
Bagi pengguna yang mencari kendaraan praktis untuk mobilitas perkotaan jarak dekat, Honda EM1 e bisa menjadi pilihan menarik. Apalagi kualitas berkendaranya disebut jauh berbeda dibanding motor listrik murah yang beredar di pasaran saat ini.
Editor : Gita Dwi Nuraini