Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Honda EM1 e Dipakai Harian di Bogor, Ternyata Cuma Kuat 40 Km dan Top Speed Mentok 50 Km/Jam

Gita Dwi Nuraini • Rabu, 13 Mei 2026 | 22:02 WIB
Honda EM1 e dites harian di Bogor, baterai tembus 40 km tapi top speed hanya 50 km/jam. Cocok buat komuter dalam kota?(Gemini AI)
Honda EM1 e dites harian di Bogor, baterai tembus 40 km tapi top speed hanya 50 km/jam. Cocok buat komuter dalam kota?(Gemini AI)

 RADAR TULUNGAGUNG - Pengujian harian motor listrik Honda EM1 e mulai mengungkap karakter asli kendaraan listrik besutan PT Astra Honda Motor (AHM) tersebut. Setelah dipakai beberapa hari sebagai motor komuter di Bogor, Honda EM1 e dinilai nyaman untuk kebutuhan dalam kota, namun performanya dianggap masih terbatas untuk penggunaan di jalan besar.

Review harian itu diungkap dalam sebuah video otomotif yang mengulas langsung pengalaman memakai Honda EM1 e sebagai kendaraan sehari-hari. Mulai dari perjalanan menuju stasiun, melewati jalan sempit, hingga dipakai berkomuter di jalan antar kota.

Sejak pertama dikendarai, Honda EM1 e disebut memiliki ergonomi yang sangat mirip dengan skuter matik Honda seperti Honda BeAT dan Honda Genio. Posisi duduk, setang, hingga area kaki terasa familier bagi pengguna motor matik konvensional.

“Secara ergonomi riding benar-benar mirip motor komuter Honda lain seperti BeAT atau Genio,” ungkap reviewer dalam video tersebut.

Baca Juga: MG4 EV CKD Bikin Kaget! Harga Rp433 Juta, Fitur Mirip Mobil Rp700 Jutaan, Ini Rahasia Hatchback Listrik MG4 EV Paling Value di Indonesia

Top Speed Honda EM1 e Dinilai Kurang untuk Jalan Besar

Meski nyaman dikendarai, performa Honda EM1 e menjadi sorotan utama dalam pengujian ini. Motor listrik tersebut memang diposisikan Honda setara motor bensin 50 cc, sehingga ekspektasi performanya tidak bisa disamakan dengan skutik 110 cc.

Dalam mode standar, top speed Honda EM1 e disebut hanya mampu mencapai 49 hingga 50 km/jam. Sedangkan pada mode Econ, kecepatan maksimal turun drastis menjadi sekitar 30 sampai 32 km/jam.

Menurut reviewer, kecepatan tersebut masih cukup untuk jalan kecil atau area permukiman. Namun saat digunakan di jalan besar seperti jalur utama Bogor, performanya terasa kurang, terutama saat ingin menyalip kendaraan lain.

“Akselerasinya masih terlalu pelan untuk karakter lalu lintas di Bogor atau Jakarta. Jadi kalau mau nyalip harus benar-benar ngukur,” katanya.

Karakter tenaga Honda EM1 e juga dinilai berbeda jauh dibanding Honda BeAT atau Genio berbahan bakar bensin. Pengguna disebut harus menurunkan ekspektasi saat pertama kali mencoba motor listrik ini.

Baca Juga: Honda EM1 e Plus 2024 Resmi Dijual di Indonesia, Desain Futuristik dan Nyaman Dipakai Harian, Tapi Top Speed Cuma 49 Km/Jam

Mode Econ Disebut Terlalu Lambat

Dalam pengujian tanjakan, perbedaan mode standar dan Econ terlihat cukup signifikan. Saat memakai mode Econ, motor terasa sangat lambat ketika menanjak. Kecepatan awal hanya berkisar 2 hingga 5 km/jam sebelum perlahan naik.

Sementara ketika menggunakan mode standar, performa tanjakan jauh lebih baik dan mampu mencapai sekitar 20 km/jam.

Karena itu, reviewer menyarankan mode Econ hanya dipakai di area kompleks atau jalan santai. Sedangkan untuk penggunaan harian di jalan umum, mode standar dinilai lebih layak digunakan.

“Kalau mode Econ menurut saya cuma cocok dipakai di dalam kompleks,” ujarnya.

Baca Juga: Heboh! Uji Jarak BYD Dolphin Bekasi–Bandung Tanpa Cas Bikin Geger, Irit 7 Km/kWh tapi Suspensi Jadi Sorotan Utama di Jalan Tol

Tes Baterai Honda EM1 e, Full Charge Tembus 40 Km

Salah satu pengujian paling menarik adalah tes konsumsi daya baterai Honda EM1 e. Reviewer mencoba menggunakan motor hingga baterai benar-benar habis dari posisi 100 persen.

Motor dipakai untuk aktivitas harian di Bogor, mulai dari perjalanan ke stasiun, muter dalam kota, hingga melewati tanjakan dan turunan.

Hasilnya, satu baterai penuh mampu membawa Honda EM1 e menempuh jarak sekitar 40 kilometer sebelum akhirnya benar-benar habis di angka 0 persen.

Ketika kapasitas baterai turun di bawah 10 persen, indikator mulai berkedip sebagai tanda peringatan. Sedangkan saat baterai menyentuh 5 persen, muncul ikon kura-kura di dashboard yang menandakan motor masuk mode hemat daya otomatis.

Pada kondisi tersebut, top speed langsung turun menjadi sekitar 30 km/jam seperti mode Econ.

“Pas 0 persen, odometer pas menunjukkan 40 kilometer. Jadi klaim Honda cukup sesuai,” kata reviewer.

Charger Tambahan Jadi Catatan

Honda EM1 e membutuhkan waktu sekitar enam jam untuk pengisian baterai dari kosong hingga penuh. Namun motor ini tidak bisa langsung dicas menggunakan kabel biasa ke colokan rumah.

Pengguna wajib membeli charger portable tambahan yang harganya disebut mencapai sekitar Rp 6 juta.

Hal itu membuat total biaya kepemilikan Honda EM1 e semakin tinggi. Sebab harga motor setelah subsidi pemerintah masih berada di kisaran Rp 33 jutaan.

Meski demikian, reviewer menilai Honda EM1 e tetap menarik untuk penggunaan harian ringan seperti belanja ke pasar atau perjalanan pendek dalam kota. Area deck yang luas dan handling ringan menjadi nilai tambah utama motor listrik ini.

“Kalau buat ibu-ibu ke pasar atau komuter jarak dekat sih masih cukup layak,” tutupnya.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#motor listrik Honda #Honda EM1 e #review Honda EM1 e #baterai Honda EM1 e #top speed Honda EM1 e