Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Honda EM1 e Ternyata Cuma Kuat 45 Km/Jam, Tapi Tetap Diburu? Ini Kelebihan dan Kekurangannya Buat Harian

Gita Dwi Nuraini • Rabu, 13 Mei 2026 | 22:08 WIB
Honda EM1 e jadi sorotan. Motor listrik Honda ini cuma kuat 45 km/jam, tapi tetap diminati untuk harian.(Gemini AI)
Honda EM1 e jadi sorotan. Motor listrik Honda ini cuma kuat 45 km/jam, tapi tetap diminati untuk harian.(Gemini AI)

RADAR TULUNGAGUNG - Kehadiran motor listrik Honda di Indonesia mulai menarik perhatian publik. Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah Honda EM1 e:, motor listrik pertama Honda yang dipasarkan resmi oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Meski dibanderol cukup mahal, motor listrik ini tetap mencuri perhatian karena membawa nama besar Honda serta menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda.

Dalam beberapa ulasan YouTube otomotif, Honda EM1 e disebut sebagai motor listrik dengan desain futuristik dan kualitas rakitan yang solid. Namun di sisi lain, performanya juga menuai sorotan karena top speed motor ini hanya berada di kisaran 45 km/jam hingga 50 km/jam.

Honda EM1 e hadir dalam dua varian, yakni standar dan EM1 e Plus. Perbedaannya hanya terletak pada tambahan rear rack di bagian belakang untuk pemasangan box tambahan. Secara desain, motor ini tampil minimalis dengan garis bodi modern dan seluruh pencahayaan sudah menggunakan lampu LED.

Baca Juga: MG4 EV Masih Worth It? Review Lengkap: Hatchback Listrik Sporty Ini Bikin Kaget dengan Fitur ADAS Canggih dan Efisiensi Tinggi di Kelasnya

Desain Futuristik dan Nyaman Dipakai Harian

Secara dimensi, Honda EM1 e memiliki bodi ramping yang mengingatkan pada Honda Beat generasi lama. Meski begitu, bagian dek kaki dibuat cukup luas sehingga nyaman digunakan untuk membawa barang belanjaan atau tas.

Beberapa reviewer menyebut ergonomi motor ini cukup mirip dengan motor komuter Honda lain seperti Beat dan Genio. Posisi duduk terasa santai, jok empuk, dan handling ringan sehingga cocok dipakai di area perkotaan maupun jalan kompleks perumahan.

Selain itu, build quality menjadi salah satu nilai jual utama. Banyak pengulas memuji bodi motor yang terasa rapat dan minim bunyi getar. Suspensinya juga disebut nyaman, terutama ketika melewati jalan bergelombang atau polisi tidur.

Pada sektor kaki-kaki, Honda EM1 e memakai suspensi teleskopik di depan dan dual shock di belakang. Rem depan sudah cakram, sedangkan rem belakang masih tromol. Velg depan menggunakan ring 12, sementara bagian belakang ring 10.

Baca Juga: MG4 EV Ternyata Bisa DP Rp5 Juta, Cicilan 0% & Bebas Pajak! Fakta Promo Gila Mobil Listrik Ini Bikin Kaget Calon Pembeli

Performa Honda EM1 e Jadi Sorotan

Meski desain dan kenyamanan mendapat banyak pujian, performa Honda EM1 e justru menjadi bahan perdebatan. Motor listrik ini memiliki dua mode berkendara, yakni Standard dan Econ.

Dalam mode Standard, kecepatan maksimal motor berada di kisaran 45 km/jam hingga 49 km/jam. Sedangkan mode Econ membatasi kecepatan hanya sekitar 25-32 km/jam demi menghemat daya baterai.

Banyak reviewer menyebut akselerasi motor ini sangat halus dan tidak mengagetkan saat tuas gas diputar. Namun, performanya dianggap kurang agresif untuk kebutuhan jalan raya yang padat.

Saat dipakai menyalip kendaraan lain, pengendara harus benar-benar memperhitungkan ruang dan momentum karena akselerasinya tidak secepat motor bensin 110 cc. Bahkan beberapa pengulas menyebut pengendara perlu “menurunkan ekspektasi” ketika beralih dari motor bensin ke Honda EM1 e.

Walau begitu, untuk kebutuhan komuter jarak dekat seperti pergi ke pasar, antar anak sekolah, atau menuju stasiun, motor ini masih dianggap cukup nyaman.

Baca Juga: Honda EM1 e Dipakai Harian di Bogor, Ternyata Cuma Kuat 40 Km dan Top Speed Mentok 50 Km/Jam

Jarak Tempuh dan Sistem Swap Baterai

Honda EM1 e dibekali baterai berkapasitas sekitar 1,3 kWh. Dalam pengujian harian di area perkotaan, motor ini mampu menempuh jarak sekitar 40 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Pengisian baterai dari 0 hingga 100 persen membutuhkan waktu sekitar enam jam. Pengguna bisa memilih metode charging di rumah menggunakan charger portable atau memanfaatkan sistem swap battery di jaringan Honda e: Swap.

Namun ada catatan penting. Charger portable untuk pengisian di rumah dijual terpisah dengan harga sekitar Rp6 juta. Artinya, konsumen harus menambah biaya di luar harga motor.

Untuk sistem swap baterai, pengguna cukup datang ke dealer atau e-shop Honda yang menyediakan fasilitas penukaran baterai. Biaya penukaran baterai disebut sekitar Rp8 ribu untuk satu kali pengisian penuh.

Harga Honda EM1 e Masih Jadi Pertimbangan

Saat ini Honda EM1 e dipasarkan dengan harga sekitar Rp33 juta setelah subsidi pemerintah. Sedangkan versi Plus dijual sedikit lebih mahal.

Harga tersebut dianggap cukup tinggi jika dibandingkan motor listrik merek lain yang memiliki spesifikasi serupa. Namun banyak reviewer menilai konsumen Honda biasanya membeli faktor kenyamanan, kualitas build, layanan aftersales, hingga jaringan bengkel yang sudah luas.

Meski masih memiliki sejumlah keterbatasan, Honda EM1 e dianggap menjadi langkah awal serius Honda dalam memasuki pasar motor listrik Indonesia. Motor ini dinilai cocok untuk penggunaan harian jarak dekat dengan gaya berkendara santai dan praktis.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#motor listrik Honda #Honda EM1 e #harga Honda EM1 e #review Honda EM1 e #motor listrik indonesia