RADAR TULUNGAGUNG - Gesit Raya motor listrik kembali menjadi sorotan setelah diuji langsung dalam kondisi jalan perkotaan dan rute kombinasi dalam kota. Model ini disebut sebagai versi lebih terjangkau dari Gesit G, dengan spesifikasi yang sedikit diturunkan namun tetap menyasar pengguna harian yang membutuhkan kendaraan listrik ekonomis.
Gesit Raya motor listrik hadir dengan konsep motor street bergaya telanjang tanpa batok, membuat tampilannya lebih agresif dan modern. Dari pengujian awal di pameran hingga pemakaian jalan nyata, motor ini membawa sejumlah pembaruan, terutama pada efisiensi dan harga jual yang lebih rendah dibanding pendahulunya.
Dalam segmen motor listrik entry-level, Gesit Raya motor listrik diposisikan sebagai alternatif bagi pengguna yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Namun, konsekuensinya terlihat pada spesifikasi yang mengalami penyesuaian dibanding Gesit G.
Desain Street Bike dan Fitur Modern
Secara desain, Gesit Raya masih mempertahankan identitas futuristis khas Gesit. Lampu depan sudah LED dengan proyektor ganda, sementara sein model sequential memberikan kesan modern. Velg ring 14 dengan ban tipis 80/80 di depan membuat tampilan tetap sporty.
Motor ini juga menggunakan sistem mid drive dengan belt, bukan rantai konvensional. Sistem ini membuat perawatan lebih minim, meski tetap memiliki cover pelindung untuk menjaga belt dari kotoran dan benturan.
Di sisi fitur, terdapat panel instrumen digital monokrom yang lebih sederhana dibanding Gesit G. Informasi yang ditampilkan meliputi kecepatan, kapasitas baterai, jarak tempuh, hingga suhu motor listrik. Sayangnya, belum tersedia jam digital di panel ini.
Performa Motor Listrik 1500 Watt
Dari sisi performa, Gesit Raya dibekali motor listrik 1500 watt dengan tenaga sekitar 4 dk dan torsi 26 Nm. Angka ini lebih kecil dibanding versi Gesit G yang berada di kelas lebih tinggi. Kecepatan maksimum yang dapat dicapai berada di kisaran 50–60 km/jam tergantung mode berkendara.
Motor ini memiliki mode Low dan High yang mengatur respons tenaga serta efisiensi baterai. Pada mode Low, kecepatan lebih dibatasi namun jarak tempuh lebih jauh. Sementara mode High memberikan akselerasi lebih responsif namun mengurangi efisiensi.
Uji Jarak Tempuh di Jalan Nyata
Dalam pengujian rute dari kawasan Gunung Sindur hingga Palmerah, kemudian berlanjut ke Benhil dan Kebun Jeruk, Gesit Raya menunjukkan performa yang cukup stabil di awal penggunaan. Namun, saat baterai tersisa satu strip, motor masuk ke mode “turtle” dengan kecepatan turun drastis sekitar 20 km/jam.
Klaim pabrikan menyebut jarak tempuh 60 km per baterai, namun dalam penggunaan nyata, angka efektifnya lebih mendekati 50 km tergantung beban dan kondisi jalan. Untuk kebutuhan harian jarak pendek, motor ini masih cukup memadai.
Baterai dan Biaya Kepemilikan
Gesit Raya menggunakan baterai 72V 20Ah yang dapat dilepas pasang. Tersedia dua slot baterai, namun pembelian awal biasanya hanya mencakup satu unit. Tambahan baterai dibanderol sekitar Rp8 juta hingga Rp8,5 juta.
Harga motor ini di pasar bekas berada di kisaran Rp10 juta, sementara harga baru sebelum subsidi berada di rentang Rp23 juta–Rp25 juta. Setelah subsidi pemerintah, harga dapat turun cukup signifikan sehingga lebih terjangkau bagi konsumen.
Kenyamanan dan Catatan Penggunaan
Dari sisi kenyamanan, suspensi Gesit Raya tergolong keras di bagian depan maupun belakang. Hal ini membuat motor terasa kurang nyaman di jalan bergelombang. Namun, handling masih cukup stabil berkat desain mid drive dan distribusi bobot yang seimbang.
Setang yang lebar membuat manuver di kemacetan sedikit kurang fleksibel. Spion yang juga lebar sering menjadi kendala saat melintasi sela kendaraan lain.
Meski demikian, Gesit Raya tetap menawarkan keunggulan di sektor biaya operasional yang lebih rendah dibanding motor bensin. Tidak perlu oli dan servis mesin konvensional menjadi nilai tambah utama.
Secara keseluruhan, Gesit Raya motor listrik cocok untuk pengguna dengan mobilitas jarak pendek di dalam kota. Motor ini menawarkan kompromi antara harga murah, fitur dasar, dan efisiensi energi, meski dengan beberapa catatan pada kenyamanan dan performa.
Editor : Dinar Ananda Putri