Radar Tulungagung – Tren motor listrik di Indonesia semakin berkembang pesat. Salah satu model yang kini banyak menarik perhatian adalah Selis MX. Motor listrik ini disebut memiliki kemampuan jarak tempuh yang jauh dibanding kebanyakan kompetitor di kelasnya.
Di tengah banyaknya motor listrik yang rata-rata hanya mampu berjalan sekitar 60 hingga 70 kilometer dalam sekali pengisian daya, Selis MX justru hadir dengan klaim jarak tempuh mencapai 120 kilometer. Kemampuan tersebut membuat motor listrik ini mulai dilirik masyarakat yang membutuhkan kendaraan harian jarak jauh namun tetap hemat biaya operasional.
Tak hanya unggul di sektor daya jelajah, Selis MX juga memiliki desain yang dianggap berbeda dari motor listrik kebanyakan. Tampilan bodinya disebut menyerupai skuter premium luar negeri dengan nuansa mewah dan modern.
Motor listrik Selis MX bahkan dinilai memiliki aura desain mirip skuter premium seperti Yamaha NMAX, terutama pada bagian roda dan dimensi bodinya yang terlihat besar dan gagah.
Jarak Tempuh Jadi Nilai Jual Utama
Keunggulan utama Selis MX memang terletak pada sektor baterai dan efisiensi daya. Motor listrik ini menggunakan baterai lithium iron phosphate atau LiFePO4 dengan kapasitas 60 volt 25 Ah.
Dengan konfigurasi dua baterai, Selis MX diklaim mampu menempuh perjalanan hingga 120 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh. Angka tersebut terbilang sangat tinggi untuk ukuran motor listrik di pasar Indonesia saat ini.
Waktu pengisian dayanya juga cukup kompetitif. Dari kondisi kosong hingga penuh, baterai membutuhkan waktu sekitar lima jam pengisian.
Kemampuan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi. Dengan jarak tempuh panjang, pengguna tidak perlu terlalu sering mengisi ulang baterai saat digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Desain Premium Mirip Skuter Mewah
Selain performa baterai, desain Selis MX juga menjadi sorotan. Bentuk bodinya dibuat besar dengan garis desain modern yang memberikan kesan premium.
Motor listrik ini memiliki panjang sekitar 184 sentimeter dan lebar 68 sentimeter termasuk spion. Sementara tingginya mencapai 111 sentimeter tanpa spion dan sekitar 129 sentimeter jika menggunakan spion.
Posisi duduknya dibuat cukup ergonomis dengan tinggi jok sekitar 83 sentimeter. Panjang jok keseluruhan mencapai 68 sentimeter sehingga masih nyaman digunakan untuk berboncengan.
Bagian roda juga menjadi salah satu elemen yang paling mencuri perhatian. Desain peleknya disebut mirip dengan Yamaha NMAX yang identik dengan tampilan mewah dan sporty.
Kesan premium tersebut membuat Selis MX terlihat berbeda dibanding motor listrik entry level yang beredar di pasaran.
Kecepatan Maksimal 50 Km/Jam
Meski memiliki jarak tempuh impresif, Selis MX ternyata tidak terlalu fokus pada kecepatan tinggi. Motor listrik ini memiliki top speed sekitar 50 kilometer per jam.
Kecepatan tersebut memang masih tergolong cukup untuk penggunaan dalam kota maupun perjalanan harian. Namun bagi sebagian pengguna yang menginginkan akselerasi tinggi, angka tersebut mungkin terasa standar.
Meski begitu, Selis MX tetap menawarkan kenyamanan berkendara berkat desain bodi besar dan posisi duduk yang ergonomis.
Motor listrik ini juga cocok digunakan untuk aktivitas harian seperti pergi bekerja, kuliah, hingga kebutuhan transportasi dalam kota.
Harga Selis MX Turun Drastis
Kabar menarik lainnya datang dari sektor harga. Pada awal peluncurannya, Selis MX sempat dibanderol sekitar Rp28 juta.
Namun kini harga motor listrik tersebut mengalami penurunan cukup drastis. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam video, Selis MX saat ini dijual sekitar Rp23,9 juta.
Penurunan harga ini membuat Selis MX semakin kompetitif di pasar motor listrik Indonesia.
Dengan kombinasi desain premium, jarak tempuh hingga 120 kilometer, serta harga yang lebih terjangkau, Selis MX menjadi salah satu motor listrik yang layak dipertimbangkan bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Selain hemat energi, penggunaan motor listrik juga dinilai lebih ekonomis karena biaya pengisian daya jauh lebih murah dibanding penggunaan bahan bakar minyak.
Editor : Maylanni Diana Fitri