Radar Tulungagung – Review Gesit Raya kembali menjadi sorotan setelah kanal YouTube Electric Mobility mengulas detail motor listrik terbaru dari Gesits tersebut. Motor listrik Gesit Raya hadir sebagai versi lebih murah dibandingkan Gesits G dengan spesifikasi yang sedikit diturunkan, namun tetap menawarkan desain futuristis dan fitur modern.
Dalam video review Gesit Raya itu, pengulas mencoba langsung kemampuan motor listrik tersebut, termasuk pengujian jarak tempuh satu baterai dalam penggunaan harian. Hasilnya cukup menarik perhatian, terutama bagi masyarakat yang sedang mencari motor listrik murah untuk aktivitas perkotaan.
Gesit Raya dipasarkan dengan harga di bawah Rp20 juta setelah subsidi pemerintah. Harga tersebut membuat motor ini menjadi salah satu pilihan motor listrik lokal yang cukup kompetitif di pasar Indonesia.
“Kalau dibandingkan Gesits G, motor ini memang lebih murah karena spesifikasinya sedikit downgrade,” ujar reviewer dalam videonya.
Desain Gesit Raya Lebih Sporty dan Futuristis
Secara tampilan, Gesit Raya memiliki konsep berbeda dibandingkan Gesits G. Motor ini memakai stang model naked atau telanjang tanpa batok depan sehingga tampil lebih sporty seperti motor street modern.
Desain bodinya masih mempertahankan garis tajam khas motor listrik futuristis. Lampu depan sudah menggunakan dual projector LED dengan pembagian lampu dekat dan lampu jauh terpisah.
Tak hanya itu, lampu sein Gesit Raya juga sudah memakai model sequential atau sein berjalan yang memberi kesan modern. Menariknya lagi, lampu sein tersebut dilengkapi suara peringatan agar pengguna jalan lebih sadar keberadaan motor listrik yang nyaris tanpa suara mesin.
Pada sektor kaki-kaki, Gesit Raya menggunakan velg alloy ring 14 dengan ban ukuran 80/80. Sistem pengereman cakram depan dipasang di sisi kiri, mirip skutik Honda masa kini.
Suspensi belakang memakai model monoshock. Namun reviewer mengaku bantingan suspensi depan dan belakang terasa agak keras saat melewati jalan bergelombang.
Performa Motor Listrik Gesit Raya
Salah satu perbedaan utama Gesit Raya dengan Gesits G ada pada sektor motor listriknya. Gesit Raya menggunakan dinamo 1.500 watt dengan tenaga sekitar 4 dk dan torsi 26 Nm.
Sementara Gesits G memakai motor listrik 2.000 watt yang lebih bertenaga. Meski begitu, performa Gesit Raya dinilai masih cukup untuk penggunaan dalam kota.
Motor listrik ini menggunakan sistem mid drive dengan penyaluran tenaga memakai belt ke roda belakang. Sistem tersebut dinilai lebih praktis dan aman dibanding hub motor karena roda lebih mudah diperbaiki jika rusak.
Gesit Raya juga memiliki dua mode berkendara, yakni low dan high. Pada mode low, kecepatan maksimal berada di kisaran 50 km/jam. Sedangkan mode high mampu mencapai sekitar 60 km/jam.
“Kalau untuk kebutuhan harian dalam kota masih cukup nyaman dan responsif,” kata reviewer.
Jarak Tempuh Satu Baterai Jadi Sorotan
Hal paling menarik dalam review Gesit Raya ini adalah pengujian jarak tempuh asli menggunakan satu baterai. Secara klaim, baterai 72 volt 20 Ah mampu menempuh hingga 60 kilometer.
Namun saat diuji langsung, hasil riilnya sedikit berbeda. Reviewer melakukan perjalanan dari Gunung Sindur menuju Palmerah, lalu ke Benhil hingga Kebon Jeruk.
Saat kapasitas baterai tinggal satu strip, motor otomatis masuk mode kura-kura dengan kecepatan hanya sekitar 20 km/jam. Bahkan saat melewati tanjakan, tenaga motor mulai melemah dan kesulitan menanjak.
Dari pengujian tersebut, reviewer memperkirakan jarak aman penggunaan satu baterai berada di kisaran 30-40 kilometer agar pengguna tidak khawatir kehabisan daya di jalan.
“Kalau jarak rumah ke kantor sekitar 30 kilometer masih aman, tapi harus dicas lagi di kantor,” jelasnya.
Gesit Raya memang mendukung penggunaan dua baterai. Namun pembelian standar hanya mendapatkan satu baterai. Untuk tambahan satu baterai lagi, pengguna harus menambah biaya sekitar Rp8 juta hingga Rp8,5 juta.
Cocok untuk Mobilitas Harian Kota
Meski memiliki keterbatasan jarak tempuh, Gesit Raya tetap dianggap cocok untuk mobilitas harian jarak dekat di kawasan perkotaan.
Fitur modern seperti panel instrumen digital, USB charger ganda, bagasi penyimpanan, hingga baterai yang bisa dilepas menjadi nilai tambah motor listrik ini.
Dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan banyak motor listrik lain, Gesit Raya bisa menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin mulai beralih ke kendaraan listrik tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Namun pengguna tetap perlu memperhatikan pola penggunaan dan akses pengisian daya agar motor listrik ini bisa digunakan secara optimal setiap hari.
Editor : Maylanni Diana Fitri