Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gesit GK5 Resmi Comeback, Motor Listrik Berdarah Korea Ini Punya Top Speed 96 Km/Jam dan Baterai Baru, Tapi Tak Dijual Umum

Maylanni Diana Fitri • Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB
Gesit GK5 comeback dengan teknologi Korea, top speed 96 km/jam dan baterai baru. Simak spesifikasi lengkapnya di sini.(pinterest)
Gesit GK5 comeback dengan teknologi Korea, top speed 96 km/jam dan baterai baru. Simak spesifikasi lengkapnya di sini.(pinterest)

Radar Tulungagung- Gesit GK5 resmi muncul kembali dan langsung menarik perhatian pecinta motor listrik di Indonesia. Setelah sempat dianggap “menghilang”, kini Gesit hadir dengan wajah baru hasil kolaborasi PT DAT Mobility System. Menariknya, motor listrik terbaru ini membawa teknologi berdarah Korea yang membuat spesifikasinya berbeda dari generasi sebelumnya.

Kemunculan Gesit GK5 menjadi kabar baik bagi penggemar kendaraan listrik nasional. Motor ini tampil dengan desain mirip Gesit Raya, namun memiliki sejumlah pembaruan penting mulai dari sektor dinamo, baterai, hingga panel instrumen digital yang lebih modern.

Dalam ulasan video otomotif terbaru, disebutkan bahwa Gesit GK5 merupakan hasil kerja sama PT DAT Mobility System dengan Gesit. Unit ini bahkan disebut cukup langka karena diproduksi untuk kebutuhan tertentu dan tidak dijual bebas ke masyarakat umum.

Desain Gesit GK5 Mirip Gesit Raya, Tapi Banyak Perbedaan

Secara tampilan, Gesit GK5 masih mempertahankan gaya sporty ala Gesit Raya dengan stang telanjang atau “stang trondol”. Desain depan dan belakang terlihat agresif dengan nuansa futuristis khas motor listrik modern.

Namun ada beberapa detail yang membedakannya. Salah satunya ukuran roda depan. Jika Gesit Raya menggunakan velg ring 14 inci, maka Gesit GK5 memakai ring 12 inci sehingga tampil lebih compact.

Perbedaan lain terlihat pada bagian speedometer. Gesit GK5 menggunakan panel instrumen digital yang diadopsi dari motor listrik Deux 7. Layout tampilannya lebih modern dengan informasi lengkap seperti indikator baterai, mode berkendara, trip meter hingga posisi transmisi elektronik.

Baca Juga: Alpha One XP 2024 Meluncur di IMS, Motor Listrik Rp31 Jutaan Ini Punya TFT Adaptif dan Jarak Tempuh 131 Km

Saat motor dinyalakan, layar speedometer menampilkan animasi pembuka bertuliskan Gesit. Fitur regenerative braking atau regen juga tersedia meskipun efeknya disebut tidak terlalu agresif.

Performa Gesit GK5 Lebih Bertenaga

Hal paling menarik dari Gesit GK5 ada pada sektor penggerak. Motor listrik ini menggunakan sistem BLDC Hub Drive dengan tenaga sekitar 5,4 kW atau setara motor bensin 125 cc.

Menariknya lagi, komponen dinamo tersebut menggunakan teknologi Hyundai Kevico asal Korea Selatan. Karena itu reviewer menyebut Gesit GK5 sebagai motor listrik “setengah darah Korea”.

Baca Juga: Realme Narzo 70 5G Resmi Bikin Heboh! Spek Gahar 120Hz AMOLED, Dimensity 750, dan Harga Rp14 Jutaan yang Bikin Kompetitor Panik

Untuk mode berkendara, tersedia dua pilihan yakni Eco dan Sport. Dalam pengujian, kedua mode mampu mencatat top speed hingga 96 km/jam.

Meski demikian, karakter tenaganya berbeda. Pada mode Eco, akselerasi terasa lebih halus dan santai. Sedangkan mode Sport memberikan tenaga lebih besar terutama di putaran menengah hingga atas.

Reviewer menjelaskan bahwa tarikan bawah motor ini sengaja dibuat lembut agar nyaman digunakan, terutama jika nantinya dipakai sebagai kendaraan operasional atau ojek online.

“Tenaga bawahnya enggak nyentak, tapi tengah ke atasnya baru terasa kencang,” ungkap reviewer dalam video tersebut.

Suspensi Nyaman Meski Pakai Ban Kecil

Meski menggunakan ban lebih kecil dibanding Gesit Raya, kenyamanan berkendara tetap diperhatikan. Suspensi belakang monoshock disebut cukup empuk bahkan saat digunakan berboncengan.

Handling motor juga terasa stabil untuk penggunaan dalam kota. Layout dashboard dan tombol pengoperasian masih mirip dengan Gesit Raya, termasuk fitur hazard, mode berkendara, lampu jauh, hingga tombol mundur.

Namun sektor belakang menjadi pembeda utama. Jika Gesit Raya memakai sistem mid-drive dengan belt, Gesit GK5 justru mengandalkan hub drive yang lebih praktis dan minim perawatan.

Pakai Baterai Baru dan Masuk Ekosistem PT DAT Mobility

Perubahan besar lain ada pada baterainya. Gesit GK5 kini menggunakan baterai 96 volt 30 Ah yang menjadi bagian dari ekosistem PT DAT Mobility System.

Baterai tersebut juga digunakan pada produk lain seperti Deux dan Daidong Mobility GS100 Lite. Dengan sistem ekosistem yang sama, pengelolaan dan pengembangan kendaraan listrik dinilai lebih efisien.

Sayangnya, Gesit GK5 tidak dipasarkan untuk konsumen umum. PT DAT Mobility System disebut hanya menjual unit ini melalui skema business to business (B2B) dan business to government (B2G).

Karena itu masyarakat tidak bisa langsung membeli motor ini di dealer biasa. Namun bagi yang penasaran mencoba sensasi berkendara Gesit GK5, pihak perusahaan membuka kesempatan test ride melalui kerja sama tertentu.

Kehadiran Gesit GK5 sekaligus membuktikan bahwa merek motor listrik lokal tersebut belum benar-benar hilang dari pasar Indonesia. Dengan sentuhan teknologi Korea dan spesifikasi baru, Gesit mencoba kembali bersaing di tengah tren kendaraan listrik yang terus berkembang.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Motor Listrik Gesit #Gesit GK5 #Gesit comeback #PT DAT Mobility System #motor listrik indonesia