RADAR TULUNGAGUNG - Polygon Siskiu TE with Bosch mulai ramai dibicarakan di kalangan pecinta mountain bike setelah sebuah video review mendalam tentang e-bike premium tersebut viral di YouTube. Dalam ulasan itu, Polygon Siskiu TE with Bosch disebut sebagai salah satu e-mountain bike paling menarik karena memadukan desain agresif, motor listrik pintar, dan performa trail yang disebut “like a boss”.
Popularitas Polygon Siskiu TE with Bosch muncul di tengah bangkitnya tren e-bike di dunia mountain bike Indonesia. Saat pasar MTB kembali bergairah, segmen e-mountain bike atau EMTB justru berkembang semakin cepat dengan hadirnya berbagai model baru dari brand besar, termasuk Polygon.
Polygon Siskiu TE with Bosch sendiri merupakan pengembangan dari seri Siskiu T yang sudah dikenal sebagai sepeda trail all-rounder. Bedanya, versi terbaru ini hadir dengan dukungan motor listrik Bosch Performance Line CX yang menawarkan tenaga besar namun tetap natural saat digunakan riding.
Desain Polygon Siskiu TE with Bosch Disebut Mirip Kendaraan Militer
Salah satu hal yang paling mencuri perhatian dari Polygon Siskiu TE with Bosch adalah desain frame-nya yang disebut memiliki nuansa kendaraan militer premium.
Sepeda ini hadir dengan warna rustic sand berpadu hitam yang memberikan kesan Desert Storm look. Kombinasi warna tersebut membuat tampilan e-bike terlihat gagah sekaligus elegan.
Frame dengan bentuk poligonal rounded juga menambah kesan kokoh dan mewah. Posisi motor listrik yang ditempatkan lebih ke belakang membuat bagian front triangle terlihat besar dan agresif.
Reviewer bahkan menyebut tampilan Polygon Siskiu TE with Bosch mengingatkan pada mobil Mercedes-Benz G-Class karena memiliki aura utility vehicle khas Jerman.
“Look-nya Jerman banget,” ujarnya dalam video review.
Selain desain, build quality dan finishing frame juga mendapat pujian karena dinilai sangat rapi dan premium.
Geometri Trail Bikin Stabil Saat Turunan
Polygon Siskiu TE with Bosch mengusung geometri trail agresif yang dirancang untuk kebutuhan climbing maupun downhill.
Sepeda ini memakai head tube angle 65 derajat dengan fork travel 150 mm. Bahkan frame-nya masih kompatibel untuk fork 160 mm yang membuat posisi head angle semakin rebah di angka 64,5 derajat.
Karakter tersebut membuat sepeda terasa lebih stabil saat melaju di turunan cepat dan jalur teknikal.
Sementara seat tube angle 77 derajat memberikan posisi pedaling lebih efisien dan nyaman ketika menanjak.
Chainstay sepanjang 445 mm juga membuat handling tetap lincah meski memiliki wheelbase cukup panjang.
Polygon Siskiu TE with Bosch turut dibekali fitur flip chip yang memungkinkan rider mengubah setup roda menjadi full 29 inci atau mullet 29 depan dan 27,5 belakang.
Fitur ini membuat pengendara bisa menyesuaikan karakter handling sesuai kebutuhan jalur.
Motor Bosch Performance Line CX Jadi Senjata Utama
Keunggulan terbesar Polygon Siskiu TE with Bosch terletak pada penggunaan motor Bosch Performance Line CX.
Motor listrik asal Jerman tersebut memiliki torsi 85 Nm dengan peak power hingga 600 watt. Bobotnya juga cukup ringan, hanya sekitar 2,8 kilogram.
Reviewer menyebut motor Bosch memiliki karakter tenaga yang sangat intuitif dibanding motor e-bike lain.
“Tenaganya natural, enggak over dan enggak under,” katanya.
Teknologi Bosch membuat bantuan tenaga terasa sesuai input kayuhan rider. Ketika pedal ditekan ringan, motor membantu secara halus. Namun saat rider membutuhkan tenaga ekstra di tanjakan curam, sistem langsung memberikan dorongan tambahan secara presisi.
Polygon Siskiu TE with Bosch juga dilengkapi empat mode tenaga yakni Eco, Tour Plus, Sport, dan Turbo.
Baterai berkapasitas 625 Wh disebut mampu menemani perjalanan jarak jauh dengan konsumsi daya cukup irit.
Dalam pengujian mode Turbo penuh di jalan perkotaan, reviewer mengklaim baterai hanya berkurang dua bar setelah menempuh jarak 40 kilometer.
Performa Off-Road Dinilai Sangat Meyakinkan
Saat diuji di jalur off-road, Polygon Siskiu TE with Bosch disebut sangat nyaman digunakan untuk climbing maupun downhill.
Motor Bosch memberikan bantuan tenaga yang terasa natural sehingga reviewer mengaku sering lupa bahwa dirinya sedang mengendarai e-bike.
Di tanjakan teknikal, sepeda tetap mudah dikendalikan tanpa gejala spinning berlebihan pada roda belakang.
Fitur walk assist dengan hill hold juga menjadi nilai tambah karena membantu rider mendorong sepeda di tanjakan ekstrem.
Untuk turunan cepat dan jalur non-teknikal, Polygon Siskiu TE with Bosch dinilai sangat stabil dan percaya diri.
Meski begitu, reviewer mengaku masih membutuhkan adaptasi saat menghadapi turunan teknikal dengan banyak tikungan tajam dan kontur tanah acak.
Menurutnya, karakter roda 29 inci membutuhkan waktu penyesuaian agar handling terasa lebih maksimal.
Harga Dinilai Masih Kompetitif
Dengan kombinasi desain premium, motor Bosch, dan komponen trail kelas atas seperti RockShox Lyrik Select serta SRAM GX Eagle, reviewer awalnya memperkirakan harga Polygon Siskiu TE with Bosch akan tembus Rp100 juta lebih.
Namun ternyata e-bike ini dibanderol di kisaran Rp80 jutaan.
Harga tersebut dianggap masih kompetitif untuk ukuran EMTB premium dengan teknologi motor Bosch Performance Line CX.
Reviewer bahkan menyebut Polygon Siskiu TE with Bosch sebagai definisi e-bike “like a boss” karena tampil mewah, bertenaga, dan nyaman diajak menjelajah berbagai medan ekstrem.
Editor : Dinar Ananda Putri