Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Review Polygon Siskiu T7E: E-MTB Rp55 Jutaan dengan Motor Shimano EP801 yang Bikin Pengendara Betah “Tersesat”

Maylanni Diana Fitri • Jumat, 15 Mei 2026 | 22:21 WIB
Review Polygon Siskiu T7E, e-MTB Rp55 jutaan dengan motor Shimano EP801 yang kuat diajak adventure dan offroad.(pinterest)
Review Polygon Siskiu T7E, e-MTB Rp55 jutaan dengan motor Shimano EP801 yang kuat diajak adventure dan offroad.(pinterest)

Radar Tulungagung- Tren sepeda listrik gunung atau e-mountain bike semakin berkembang di Indonesia. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Polygon Siskiu T7E, e-bike full suspension yang disebut mampu menghadirkan sensasi adventure sekaligus tenaga instan saat melibas tanjakan ekstrem.

Dalam sebuah ulasan panjang di YouTube, Polygon Siskiu T7E disebut sebagai sepeda yang “siap diajak tersesat”. Julukan itu muncul karena karakter sepeda yang nyaman dipakai menjelajah jalur offroad, kebun teh, hingga trek berbatu tanpa membuat rider cepat kehabisan tenaga.

Polygon Siskiu T7E hadir dengan motor listrik Shimano EP801 bertenaga 85 Nm serta baterai 630 Wh. Kombinasi tersebut membuat e-bike ini menjadi salah satu pilihan menarik di kelas harga Rp55 jutaan, terutama bagi penggemar mountain bike yang ingin naik kelas ke sepeda listrik.

Desain Military Look yang Bikin Gahar

Secara desain, Polygon Siskiu T7E menggunakan frame alloy ALX khas Polygon dengan warna brown olive dan kombinasi hitam. Tampilan itu memberi kesan seperti kendaraan militer atau military vehicle.

Frame dibuat ramping meski menyimpan baterai besar di dalam downtube. Detail finishing juga disebut sangat rapi dengan aksen warna kuning pada beberapa bagian frame yang membuat tampilannya tidak monoton.

Baca Juga: Peran Waqaf Produktif dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat

Bagian motor Shimano EP801 juga dibuat compact sehingga tidak terlalu mencolok. Sekilas, sepeda ini tetap terlihat seperti MTB full suspension biasa, bukan e-bike berukuran besar.

Reviewer menyebut desain low profile tersebut menjadi salah satu nilai jual utama Polygon Siskiu T7E karena tetap terlihat sporty dan agresif.

Geometri Agresif Tapi Tetap Nyaman

Polygon Siskiu T7E dibekali geometri trail modern dengan seat tube angle 77 derajat dan head tube angle 65 derajat. Kombinasi itu membuat posisi pedaling terasa efisien sekaligus stabil saat turunan.

Chainstay pendek 440 mm juga membuat handling terasa lincah dan agresif. Pengendara masih mudah bermanuver meski menggunakan wheelbase yang cukup panjang.

Baca Juga: Rekomendasi HP 2 Jutaan Terbaik 2026 Makin Gahar, Spek Mirip HP Midrange Mahal, Poco M7 Pro hingga Nubia Neo Jadi Buruan

Menariknya lagi, Polygon menyediakan fitur flip chip untuk mengatur karakter sepeda sesuai kebutuhan. Rider bisa memilih setup full 29 inci atau mullet 27,5 inci belakang dan 29 inci depan.

Fitur ini memungkinkan pengendara mengatur tinggi bottom bracket agar tetap nyaman dipakai di berbagai jenis medan.

Motor Shimano EP801 Jadi Andalan

Bagian paling menarik tentu ada pada motor Shimano EP801. Motor ini memiliki tenaga hingga 600 watt dengan bobot sekitar 2,6 kilogram.

Karakter tenaga disebut responsif dan spontan tanpa delay saat pedal mulai diinjak. Polygon Siskiu T7E juga menyediakan tiga mode bantuan tenaga, yakni Eco, Trail, dan Boost.

Namun reviewer lebih menyukai mode seven step power karena bisa mengatur tenaga secara lebih detail sesuai kebutuhan medan. Dengan mode tersebut, rider bisa menentukan level bantuan motor yang paling pas tanpa terasa terlalu galak atau justru kurang bertenaga.

Selain itu, tersedia fitur walk assist yang membantu mendorong sepeda saat menemui tanjakan ekstrem yang sulit ditaklukkan.

Test Ride: Kuat untuk Adventure Seharian

Dalam pengujian di jalan perkotaan, Polygon Siskiu T7E dipakai sejauh 32 kilometer menggunakan mode Boost penuh dan gear kecil. Hasilnya, indikator baterai hanya turun empat strip dari total sepuluh strip.

Dari simulasi tersebut, reviewer memperkirakan daya jelajah sepeda ini bisa mencapai sekitar 80 kilometer dalam mode tenaga maksimum.

Saat dipakai offroad di jalur kebun teh dan trek berbatu, motor Shimano EP801 dinilai sangat membantu ketika melewati tanjakan panjang maupun single track.

Geometri sepeda juga terasa stabil saat melaju di turunan cepat. Pengendara tetap merasa percaya diri dan nyaman mengendalikan sepeda.

Meski begitu, ada satu catatan penting pada sektor suspensi SR Suntour. Saat dipakai melewati jalur makadam dengan benturan terus-menerus, suspensi terasa semakin keras dan membuat tangan serta kaki cepat pegal.

Reviewer menyebut masalah tersebut kemungkinan bisa diatasi lewat setting ulang atau upgrade fork dan rear shock.

Harga Rp55 Jutaan Dinilai Worth It

Dengan seluruh fitur yang ditawarkan, Polygon Siskiu T7E dibanderol sekitar Rp55 jutaan. Harga tersebut dianggap cukup kompetitif untuk ukuran e-MTB full suspension dengan motor Shimano EP801.

Pengalaman riding disebut menjadi nilai terbesar dari sepeda ini. Polygon Siskiu T7E dinilai mampu menghadirkan sensasi adventure yang membuat rider ingin terus menjelajah tanpa takut tersesat.

Bagi pecinta mountain bike yang ingin mencoba pengalaman baru dengan bantuan tenaga listrik, Polygon Siskiu T7E bisa menjadi salah satu opsi paling menarik di kelasnya.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Polygon Siskiu T7E #Shimano EP801 #e-MTB Polygon #sepeda listrik gunung