Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Solar Tembus Rp30 Ribu per Liter, Indomobil EV Expo 2026 Jadi Pelarian Baru Konsumen ke Mobil dan Motor Listrik

Dyah Wulandari • Jumat, 15 Mei 2026 | 22:47 WIB
Harga solar tembus Rp30 ribu per liter, Indomobil EV Expo 2026 hadirkan mobil listrik dan motor EV sebagai solusi hemat.
(screenshot youtube)
Harga solar tembus Rp30 ribu per liter, Indomobil EV Expo 2026 hadirkan mobil listrik dan motor EV sebagai solusi hemat. (screenshot youtube)

JAKARTA - Kenaikan harga BBM diesel yang terus melonjak hingga menyentuh Rp30 ribu per liter membuat banyak pemilik kendaraan berbahan bakar solar mulai mencari alternatif baru. Salah satunya adalah beralih ke kendaraan listrik yang kini semakin banyak pilihan dan didukung insentif pemerintah.

Fenomena ini terlihat jelas dalam gelaran Indomobil EV Expo 2026 yang berlangsung di Senayan City. Pameran ini menampilkan berbagai mobil listrik, motor listrik, hingga kendaraan niaga berbasis baterai yang menjadi solusi di tengah mahalnya harga BBM non subsidi.

Harga solar yang tinggi membuat pemilik mobil diesel harus mengeluarkan biaya jauh lebih besar hanya untuk mengisi bahan bakar penuh. Kondisi ini bahkan mulai memengaruhi pasar mobil diesel bekas dan mendorong masyarakat melirik kendaraan listrik.

Harga Solar Naik, Pemilik Mobil Diesel Tertekan

Harga BBM jenis solar kini menjadi perhatian besar masyarakat. Untuk BBM diesel kelas premium seperti Pertamina Dex series dari Pertamina melalui Pertamina, harga sudah mencapai Rp27.900 per liter. Sementara di SPBU swasta seperti Vivo dan BP bahkan menyentuh Rp30.890 per liter.

Kondisi ini membuat pemilik mobil diesel seperti Muhammad Aditya Fauzi mulai mengurangi penggunaan kendaraannya. Meski mobil diesel dikenal bertenaga, irit, dan cocok untuk berbagai medan, lonjakan harga solar membuat biaya operasional menjadi sangat berat.

Banyak pengguna akhirnya memilih menyimpan mobil diesel mereka sementara waktu dan kembali memakai mobil bensin atau sepeda motor untuk aktivitas harian.

Pasar Mobil Diesel Bekas Ikut Terdampak

Kenaikan harga solar juga berdampak pada bisnis showroom mobil bekas. Penjualan mobil diesel disebut mengalami penurunan karena konsumen mulai khawatir terhadap biaya operasional yang semakin tinggi.

Pemilik showroom di Jagakarsa, Jakarta Selatan mengungkapkan harga mobil diesel bahkan mengalami koreksi hingga 10 sampai 20 persen, terutama untuk model umum yang bukan kategori rare item.

Meski demikian, sebagian konsumen loyal diesel masih mempertahankan minatnya, terutama pada kendaraan yang masih bisa menggunakan biosolar.

Pemerintah Dorong Program Biodiesel B50

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjelaskan pemerintah sedang mempercepat program biodiesel berbasis crude palm oil melalui peningkatan dari B40 menuju B50.

Program ini bertujuan mengurangi impor solar nasional yang saat ini masih sangat besar. Jika implementasi B50 berjalan optimal, kebutuhan impor solar untuk sektor transportasi bisa ditekan secara signifikan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan ketergantungan energi impor dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Subsidi Mobil dan Motor Listrik Siap Digelontorkan

Di sisi lain, pemerintah juga semakin serius memberikan subsidi kendaraan listrik. Menteri Perindustrian dan Menteri Keuangan sepakat mendorong pembelian 100.000 unit mobil listrik dan 100.000 unit motor listrik pada tahap awal tahun 2026.

Untuk motor listrik, subsidi yang disiapkan mencapai Rp5 juta per unit. Sementara untuk mobil listrik, skema bantuan masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan lebih lanjut.

Pemerintah menilai insentif ini bukan hanya untuk mengurangi emisi karbon, tetapi juga untuk menekan konsumsi BBM dan beban subsidi energi negara.

Indomobil EV Expo 2026 Tawarkan Banyak Pilihan EV

Momentum kenaikan harga BBM ini bertepatan dengan hadirnya Indomobil EV Expo 2026 yang menampilkan beragam kendaraan listrik dari berbagai segmen.

Untuk city car, hadir Changan Lumin dengan daya jelajah 301 km. Di kelas hatchback ada GAC AION UT yang mampu menempuh 500 km.

Segmen SUV menghadirkan GAC AION V dengan jarak tempuh hingga 602 km, Citroen E-C3 sejauh 320 km, serta Hyptec HT yang mampu melaju hingga 620 km.

Sementara itu, MPV premium seperti Maxus Mifa 7 dan Mifa 9 juga hadir dengan daya jelajah lebih dari 500 km.

Pickup Listrik hingga Motor EV Jadi Solusi Baru

Tidak hanya mobil penumpang, pameran ini juga menghadirkan JAC T9 EV, pickup listrik yang cocok untuk kebutuhan niaga dan distribusi barang.

Dengan daya jelajah lebih dari 340 km, kendaraan ini dinilai bisa menjadi pengganti pickup diesel yang kini semakin mahal biaya operasionalnya.

Untuk transportasi ringan, tersedia pula motor listrik Indomobil E-Motor yang hadir dalam model skuter urban dan skuter bergaya offroad.

Pilihan ini membuka peluang besar bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan tanpa bensin maupun solar.

EV Jadi Alternatif Masa Depan

Kenaikan harga BBM non subsidi telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap kendaraan harian. Jika sebelumnya kendaraan listrik dianggap sekadar tren, kini EV mulai dilihat sebagai solusi nyata untuk efisiensi jangka panjang.

Dengan semakin banyak pilihan produk, dukungan subsidi pemerintah, dan biaya operasional yang lebih rendah, kendaraan listrik berpotensi menjadi jawaban atas mahalnya mobilitas di Indonesia saat ini.

Editor : Dyah Wulandari
#Harga Solar Rp30 Ribu #Indomobil EV Expo 2026 #Subsidi Mobil Listrik 2026 #Mobil Listrik Pengganti Solar #motor listrik indonesia