JAKARTA - Aksi gowes turunan Cariu yang dilakukan komunitas sepeda MPC viral di media sosial setelah menampilkan balapan liar penuh adrenalin di jalur menurun dan tikungan tajam. Dalam video yang beredar, sejumlah rider terlihat melaju dengan kecepatan tinggi tanpa banyak melakukan pengereman.
Sorotan utama tertuju pada sosok Papian, rider yang disebut sebagai “raja turunan masa lalu” namun hingga kini masih sulit dikejar pembalap lain. Aksi nekat para rider di jalur ekstrem itu membuat banyak penonton terpukau sekaligus khawatir karena beberapa peserta terlihat tidak menggunakan perlengkapan keselamatan lengkap.
Video gowes turunan Cariu tersebut memperlihatkan rombongan rider melintasi jalanan menurun, tikungan tajam, hingga jalur sempit yang licin akibat hujan gerimis. Meski kondisi jalan cukup berbahaya, para rider tetap memacu sepeda dengan kecepatan tinggi.
“Papian tidak melakukan pengereman, luar biasa,” ujar perekam video saat mengikuti rombongan rider.
Papian Jadi Sorotan di Jalur Turunan
Dalam video tersebut, Papian tampil dominan sejak awal perjalanan. Rider itu terus memimpin rombongan dan sulit dikejar meski beberapa peserta mencoba menambah kecepatan.
Perekam video bahkan beberapa kali menyebut Papian sebagai rider paling agresif karena berani melibas tikungan tanpa mengurangi laju sepeda secara signifikan.
Baca Juga: Era Baru Skutik Premium, MAXi Race Hadir di Kejurnas Motoprix
“Meski papian raja turunan masa lalu, sekarang pun masih tidak terkejar,” ucapnya.
Selain Papian, sejumlah rider lain seperti Om Lukman, Pak Firman, hingga Gibran juga ikut meramaikan aksi gowes ekstrem tersebut.
Mereka tampak saling menyalip di jalur menurun sambil tetap menjaga keseimbangan di tengah kondisi jalan yang basah dan licin.
Jalur Licin dan Tikungan Tajam Bikin Tegang
Aksi gowes turunan Cariu semakin menegangkan karena dilakukan saat cuaca gerimis. Jalan cor yang licin membuat para rider harus ekstra waspada ketika melewati tikungan tajam.
Beberapa kali terdengar teriakan peringatan seperti “awas” dan “hati-hati” dari peserta yang berada di belakang rombongan.
Perekam video juga sempat mengingatkan penonton agar tidak meniru aksi tersebut, terutama karena ada rider yang tidak mengenakan helm saat melaju di turunan.
“Tanpa helm kalian jangan meniru di rumah, berbahaya sekali,” katanya.
Meski begitu, aksi para rider tetap menuai perhatian karena dianggap memiliki kemampuan handling sepeda yang luar biasa.
Tim MPC Disebut seperti MotoGP
Di tengah perjalanan, perekam video memuji gaya balapan tim MPC yang dinilai sangat agresif layaknya ajang MotoGP.
Rider yang dipimpin Pak Gangan disebut tidak banyak mengurangi kecepatan meski menghadapi tikungan dan jalur sempit yang cukup berbahaya.
“Saya suka sekali dengan tim ini, tidak mengerem sedikit pun,” ujar perekam video.
Beberapa rider bahkan terlihat menempel kendaraan lain di jalanan untuk mencari celah menyalip. Situasi itu membuat suasana perjalanan semakin dramatis.
Namun di sisi lain, aksi tersebut juga dianggap cukup berisiko karena dilakukan di jalan umum yang masih dilalui kendaraan lain seperti mobil dan angkot.
Pemandangan Cariu Jadi Perhatian
Meski aksi kebut-kebutan menjadi fokus utama video, pemandangan kawasan Cariu juga mendapat sorotan tersendiri.
Perekam video beberapa kali memperlihatkan panorama pegunungan dan suasana jalanan yang masih asri di sekitar jalur gowes tersebut.
Ia bahkan mengaku sempat memilih melambat untuk menikmati pemandangan dibanding terus memacu sepeda mengikuti rider di depan.
“Sayang sekali kalau pemandangan ini dilewatkan,” katanya.
Rombongan juga terlihat melewati kawasan Pasar Cariu yang cukup ramai aktivitas warga dan kendaraan.
Keselamatan Jadi Sorotan Penonton
Di balik aksi menegangkan itu, banyak penonton media sosial menyoroti aspek keselamatan para rider. Penggunaan helm dan perlengkapan pelindung dianggap sangat penting, terlebih jalur yang dilalui cukup ekstrem dan licin.
Beberapa adegan juga menunjukkan rider hampir kehilangan kendali saat melewati tikungan tajam maupun jalanan sempit.
Meski video tersebut menuai banyak pujian karena menampilkan skill bersepeda ekstrem, sebagian penonton mengingatkan agar aksi serupa tidak dilakukan sembarangan di jalan umum.
Tren downhill dan gowes ekstrem sendiri memang semakin populer di kalangan komunitas sepeda, terutama di daerah dengan jalur perbukitan seperti kawasan Cariu dan sekitarnya.
Namun keselamatan tetap menjadi hal utama agar aktivitas olahraga tersebut tidak berubah menjadi aksi berbahaya yang mengancam pengguna jalan lain.
Editor : Divka Vance Yandriana