JAKARTA - Industri kendaraan listrik Indonesia kembali diramaikan dengan kemunculan Indomobil e-Motor Tirano, motor listrik bergaya adventure yang sukses mencuri perhatian pasar otomotif nasional. Meski terbilang pendatang baru, Indomobil e-Motor Tirano mampu menunjukkan performa luar biasa hingga disebut berhasil merebut takhta motor listrik terbaik di kelasnya.
Popularitas Indomobil e-Motor Tirano bukan sekadar hype sesaat. Dalam waktu kurang dari lima bulan sejak peluncuran resminya pada 16 Juni 2025, motor listrik ini berhasil meraih penghargaan “The Best Low Electric Motorcycle 2025” dari Gridoto. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Tirano mampu bersaing di tengah ketatnya pasar motor listrik Indonesia.
Keberhasilan Indomobil e-Motor Tirano juga tercermin dari respons konsumen. Dalam satu minggu pertama penjualan, motor listrik ini langsung mencatat lebih dari 1.000 unit pemesanan. Angka tersebut terus melonjak hingga melewati 3.000 unit setelah ekspansi penjualan ke beberapa kota besar di Indonesia.
Raih Penghargaan Bergengsi dalam Waktu Singkat
Penghargaan yang diterima Tirano dinilai menjadi tonggak penting bagi Indomobil e-Motor. Pasalnya, proses penilaian dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari desain, performa, efisiensi, kenyamanan, fitur, hingga harga.
Keberhasilan tersebut dianggap cukup mengejutkan karena Tirano baru diperkenalkan ke publik beberapa bulan sebelumnya. Namun, kombinasi desain modern dan fitur canggih membuat motor listrik ini cepat mendapat tempat di hati konsumen.
Banyak pengamat otomotif menilai Tirano berhasil menghadirkan sesuatu yang berbeda di pasar motor listrik nasional. Tidak hanya tampil futuristis, motor ini juga menawarkan nuansa adventure yang selama ini jarang ditemukan pada motor listrik di Indonesia.
Desain Adventure Jadi Daya Tarik Utama
Secara tampilan, Tirano mengusung konsep semi adventure dengan karakter tangguh. Motor ini dilengkapi Exo Armor sebagai pelindung bodi, suspensi panjang untuk melibas jalan tidak rata, serta ban semi adventure yang diklaim mampu memberikan grip lebih baik di berbagai kondisi jalan.
Selain itu, seluruh sistem pencahayaan sudah menggunakan lampu full LED yang memberikan visibilitas optimal saat berkendara malam hari. Kombinasi desain agresif dan fitur modern membuat Tirano tampil berbeda dibanding motor listrik lain di kelasnya.
Tidak hanya fokus pada tampilan, Indomobil e-Motor juga membekali Tirano dengan berbagai fitur pintar. Salah satu yang menarik perhatian adalah cruise control yang membantu pengendara saat melaju di jalan panjang agar lebih nyaman.
Baca Juga: 8 HP 5G Murah dengan NFC Terbaik 2026, Poco M7 Pro hingga Tecno Pova Curve Siap Jadi Andalan
Ada pula fitur hill start assist yang berguna ketika berhenti di tanjakan curam. Teknologi ini membantu motor tetap diam beberapa saat sehingga pengendara tidak kesulitan saat kembali berakselerasi.
Teknologi Modern dan Jarak Tempuh Panjang
Di sektor teknologi, Tirano menggunakan panel speedometer layar sentuh digital yang menampilkan berbagai informasi kendaraan secara lengkap. Tampilan modern tersebut semakin memperkuat kesan futuristis pada motor listrik ini.
Sementara itu, sumber tenaga berasal dari baterai berkapasitas 2,45 kWh yang diklaim mampu membawa Tirano menempuh jarak lebih dari 110 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh. Jarak tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan mobilitas harian maupun perjalanan jarak menengah.
Kemampuan ini menjadi salah satu faktor yang membuat konsumen mulai melirik motor listrik sebagai alternatif kendaraan masa depan. Apalagi biaya operasional motor listrik dinilai lebih hemat dibanding kendaraan berbahan bakar bensin.
Jadi Pemicu Tren Motor Listrik di Indonesia
Kesuksesan Tirano dinilai bukan hanya kemenangan bagi Indomobil e-Motor semata. Kehadiran motor ini juga dianggap menjadi pemicu meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik di Indonesia.
CEO Indomobil e-Motor, Pius Wirawan, menyebut pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi baru di industri kendaraan listrik nasional.
Menurutnya, pasar Indonesia sebenarnya sudah siap menerima motor listrik asalkan produk yang ditawarkan memiliki desain menarik, performa mumpuni, serta fitur yang relevan dengan kebutuhan pengguna.
Kini, Tirano bukan lagi sekadar motor listrik baru. Kehadirannya mulai dipandang sebagai simbol perubahan dan awal revolusi kendaraan listrik di Indonesia. Tinggal menunggu waktu apakah dominasi Tirano akan terus bertahan atau justru memunculkan pesaing baru yang siap menantang takhtanya.
Editor : Divka Vance Yandriana