JAKARTA – Industri otomotif tanah air kembali diguncang dengan kehadiran penantang baru yang sangat provokatif. Publik kini tengah dihebohkan dengan kemunculan sebuah mobil yang secara visual memiliki aura intimidatif mirip Pajero Sport, namun dibanderol dengan harga yang sangat masuk akal, bahkan disebut-sebut mepet dengan kelas harga LCGC premium. Mobil yang menjadi buah bibir tersebut adalah Cherry Tiggo 9 CSH, sebuah SUV mewah asal Tiongkok yang dikabarkan telah sukses besar di pasar global.
Laris manisnya kendaraan ini bukan isapan jempol belaka. Berdasarkan data penjualan, mobil ini telah ludas terjual lebih dari 100.000 unit di berbagai negara. Fenomena ini membuktikan bahwa konsumen dunia mulai melek terhadap kualitas rakitan Tiongkok yang menawarkan kombinasi mematikan antara desain modern dan harga LCGC yang kompetitif. Di tengah melambungnya harga SUV produksi pabrikan Jepang yang kian tak terjangkau, Cherry Tiggo 9 CSH hadir sebagai opsi "perusak pasar" yang serius.
Banyak yang awalnya meragukan kualitas mobil ini dan menganggapnya hanya menang di atas kertas atau sekadar mengejar harga LCGC. Namun, setelah dibedah lebih dalam, Cherry Tiggo 9 CSH justru memberikan tamparan keras bagi para kompetitor lama. Dengan luxury feeling yang sangat menonjol dan performa mesin yang melampaui SUV konvensional, mobil ini siap mengubah peta persaingan otomotif di Indonesia menjadi jauh lebih kompetitif bagi konsumen cerdas.
Desain Eksterior yang Intimidatif dan Modern
Kesan pertama saat melihat Cherry Tiggo 9 CSH adalah dimensinya yang bongsor dan gagah. Cherry menyematkan bahasa desain Octagonal Grilled with Digital Matrix pada bagian wajahnya. Grill segi delapan berukuran besar dengan kisi-kisi krom vertikal memberikan kesan komando namun tetap stylish. Logo Cherry yang dapat menyala (illuminated) di tengah grill mempertegas statusnya sebagai SUV premium masa kini.
Sektor pencahayaan menjadi nilai jual utama lainnya. Menggunakan LED Matrix Headlights yang super tipis dan tajam, fitur ini dulunya hanya bisa ditemukan di mobil mewah seharga miliaran rupiah. Garis bodinya ditarik tegas dari lampu depan hingga ke belakang, menciptakan siluet yang panjang dan aerodinamis. Ditambah dengan velg 20 inci dual tone alloy dan panoramic sunroof yang sangat luas, mobil ini benar-benar tampak seperti kendaraan mahal yang melampaui ekspektasi harganya.
Interior Mewah Selevel Jet Tempur
Masuk ke bagian dalam kabin, Anda akan disambut dengan material premium seperti kulit nappa dan bahan soft touch di hampir seluruh sudut dashboard. Cherry seolah ingin memanjakan penggunanya dengan interior minimalis namun berkelas. Tidak ada lagi tumpukan tombol fisik yang memusingkan; semuanya terintegrasi dalam layar infotainment raksasa berukuran 15,6 inci dengan resolusi 2,5K yang ditenagai chip Snapdragon 8155.
Bagi pengemudi, pengalaman berkendara terasa seperti mengoperasikan jet tempur berkat meter cluster digital 12,3 inci yang informatif. Tak tanggung-tanggung, Cherry menyematkan sistem audio Sony 14 speaker yang menghasilkan suara jernih dan crisp. Fitur kenyamanan seperti memory seat, air purifier, hingga pengaturan AC dual zone dengan filter PM2.5 semakin menegaskan bahwa mobil ini jauh dari kesan "murahan".
Performa Monster Mesin Plug-in Hybrid
Di balik kap mesinnya, Cherry Tiggo 9 CSH menyimpan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang sangat buas. Kombinasi mesin 1.5L Turbo dengan tiga motor listrik mampu memuntahkan tenaga hingga 462 PS dan torsi monster 925 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim tuntas hanya dalam waktu 5,4 detik—angka yang sangat fantastis untuk SUV berukuran besar.
Keunggulan lainnya terletak pada efisiensinya. Dengan baterai penuh dan tangki bensin terisi, mobil ini mampu menempuh jarak total hingga 1.400 km. Jika ingin menggunakan mode murni listrik (EV mode), pengemudi bisa menempuh jarak lebih dari 180 km tanpa setetes bensin pun. Fitur keselamatan ADAS level 2 yang mencakup 17 fungsi otomatis, termasuk automatic parking assist, menjadikan mobil ini sebagai paket lengkap yang sangat sulit untuk ditolak.
Editor : Vicky Permana Saputra