PONOROGO - Pesona "Si Raja Jalanan" Isuzu Panther seolah tidak pernah pudar di tengah gempuran mobil-mobil SUV modern. Bagi para loyalis mesin diesel, memiliki unit dengan kondisi istimewa adalah kebanggaan tersendiri. Kabar baiknya, sebuah unit Isuzu Panther Grand Touring 2008 dengan kondisi yang sangat terawat baru saja mendarat di showroom spesialis, Omah Panther Ponorogo.
Mobil keluarga legendaris ini tampil dengan aura maskulin yang kental. Sebagai tipe kasta tertinggi, Isuzu Panther Grand Touring 2008 menawarkan kombinasi antara ketangguhan mesin 4JA1-L 2.500cc Turbo Diesel yang terkenal irit dan desain eksterior yang tinggi nan gagah. Unit yang berlokasi di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo ini menjadi buruan karena kondisinya yang diklaim masih sangat "ngaleng" dan siap pakai jarak jauh.
Bagi Anda yang sedang mencari kendaraan operasional harian maupun hobi, Isuzu Panther Grand Touring 2008 ini dibanderol dengan harga Rp 175 juta dan masih bisa dinego. Harga tersebut dinilai kompetitif mengingat nilai investasi mobil Panther yang cenderung stabil, bahkan seringkali merangkak naik untuk unit-unit yang masih mempertahankan orisinalitasnya.
Eksterior Gagah dengan Garis Bodi Presisi
Menilik sisi eksterior, unit Isuzu Panther Grand Touring 2008 di Omah Panther ini masih mempertahankan garis-garis bodi yang sangat presisi atau street. Garis bodi dari depan hingga belakang tampak lurus tanpa cacat berarti, menandakan mobil ini bebas dari bekas kecelakaan (laka). Grill depan yang khas serta bumper yang masih utuh memberikan kesan bahwa mobil ini dirawat dengan sepenuh hati oleh pemilik sebelumnya.
Bagian atap juga menjadi perhatian khusus dalam review kali ini. Plafon eksterior terlihat mulus tanpa ada retakan cat atau dempul tebal. Sektor kaki-kaki pun tak luput dari pemeriksaan; ban belakang masih memiliki ketebalan hingga 90 persen, sementara ban depan berada di angka 70 persen. Kombinasi ini memastikan kenyamanan dan keamanan saat melibas berbagai medan jalan khas Jawa Timur.
Interior Orisinal dan Fitur Kabin yang Berfungsi Normal
Masuk ke dalam kabin, nuansa Isuzu Panther Grand Touring sangat terasa dengan dominasi interior dua warna yang rapi dan bersih. Door trim masih orisinal dan terlihat kokoh tanpa ada bagian yang pecah. Yang paling mengesankan adalah kondisi dashboard yang masih utuh serta lingkar setir palang empat model timbul yang menjadi ciri khas varian Grand Touring tahun tersebut.
Untuk sektor hiburan, unit ini sudah dilengkapi dengan head unit dari merk Kenwood yang siap menemani perjalanan. Tak hanya itu, kenyamanan penumpang di baris kedua dan ketiga juga terjamin berkat sistem double blower yang masih berfungsi sangat dingin. "AC-nya dingin sekali sampai pipa di ruang mesin mengembun," ujar Mas Fajar Arifin, host dari Omah Panther Ponorogo saat mendemonstrasikan unit tersebut.
Jok mobil juga masih memiliki busa yang empuk atau mentul-mentul, dengan konfigurasi kursi baris ketiga yang sudah menghadap ke depan. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi keluarga yang menginginkan kenyamanan ekstra untuk perjalanan jauh.
Dapur Pacu Kering dan Kelistrikan Aman
Pemeriksaan paling krusial ada pada ruang mesin. Isuzu Panther Grand Touring 2008 ini memiliki ruang mesin yang sangat kering, tanpa ada rembesan oli sedikit pun. Saat mesin dinyalakan, suara khas diesel Panther terdengar halus dan langsung "jreng". Pemeriksaan pada stik oli dan tutup oli juga menunjukkan tidak adanya gejala mesin "ngobos", sebuah indikator vital bagi kesehatan mesin diesel.
Seluruh sistem kelistrikan, mulai dari power window di keempat pintu, lampu depan-belakang, hingga lampu kabut (foglamp), semuanya berfungsi normal. Keamanan surat-surat juga terjamin dengan pajak yang masih hidup hingga bulan Maret dan plat nomor berlaku hingga tahun 2028.
Bagi calon pembeli yang berada di luar kota, Omah Panther Ponorogo melayani pembelian secara online dan siap mengirimkan unit ke seluruh Indonesia. "Insyaallah kami amanah, bisa bantu kirim ke mana saja," pungkas Fajar. Dengan kondisi yang istimewa ini, Isuzu Panther Grand Touring 2008 diprediksi tidak akan lama mendekam di showroom sebelum dipinang pemilik barunya.
Editor : Vicky Permana Saputra