(screenshot youtube)
JAKARTA - Kehadiran ICAR V23 menjadi warna baru di pasar SUV listrik Indonesia. Mobil listrik bergaya retro-offroad ini langsung menarik perhatian karena tampil beda dibanding kebanyakan kendaraan listrik asal China yang identik dengan desain futuristis dan elegan.
ICAR V23 merupakan produk dari subbrand milik Chery yang fokus menghadirkan mobil listrik bergaya adventure dan lifestyle. Sebelumnya, publik Indonesia sudah mengenal ICAR 03 yang di Tanah Air dipasarkan sebagai Chery J6. Namun, ICAR V23 hadir dengan dimensi lebih kompak dan karakter yang lebih playful.
Dari sisi desain, ICAR V23 memang sulit untuk diabaikan. Aura mobil offroad langsung terasa lewat bentuk bodi boxy, overfender tebal, serta tampilan depan yang sekilas mengingatkan pada Toyota FJ Cruiser hingga Jeep Wrangler. Bahkan, beberapa detailnya juga memiliki nuansa ala Mercedes-Benz G-Class.
Meski begitu, ukuran bodinya sebenarnya tidak terlalu besar. Panjang keseluruhan mobil ini hanya sekitar 4,2 meter, mirip SUV kompak seperti Toyota Yaris Cross atau Honda HR-V. Namun berkat desain proporsional dan postur tinggi, tampilannya tetap gagah di jalan.
Desain Atraktif dan Siap Dimodifikasi
Salah satu daya tarik utama ICAR V23 adalah konsep modular yang diusung sejak awal. Mobil ini memang dirancang agar mudah dimodifikasi sesuai kebutuhan pemiliknya, terutama untuk aktivitas outdoor dan offroad.
Beberapa panel bodi dapat dilepas untuk pemasangan aksesori tambahan seperti lampu auxiliary, roof rack, hingga perlengkapan adventure lainnya. Bahkan di dalam kabin sudah tersedia AUX switch bawaan yang memang disiapkan untuk mengaktifkan aksesori aftermarket.
Konsep modular seperti ini cukup jarang ditemukan di mobil listrik modern. Karena itu, ICAR V23 terasa punya karakter kuat dan lebih dekat dengan kultur mobil hobi.
Interior Minimalis Tapi Praktis
Masuk ke dalam kabin, desain interior ICAR V23 mengusung konsep minimalis khas mobil listrik China masa kini. Sebagian besar pengaturan terpusat di layar head unit besar yang menjadi pusat kendali kendaraan.
Meski terlihat simpel, mobil ini ternyata sangat praktis. Baris depan memiliki banyak ruang penyimpanan tersembunyi, mulai dari kompartemen di konsol tengah, cup holder modular, hingga laci tambahan di bawah dashboard.
Ruang kabinnya juga terasa lega berkat lantai rata tanpa terowongan transmisi seperti mobil 4x4 konvensional. Wheelbase panjang membuat legroom penumpang belakang sangat lapang, bahkan untuk penumpang dewasa.
Bagasi belakang juga tergolong fleksibel. Jok baris kedua dapat dilipat rata lantai sehingga kapasitas angkut barang menjadi jauh lebih maksimal.
Kapabilitas Offroad Jadi Kejutan
Sesuai konsepnya sebagai SUV adventure listrik, ICAR V23 dibekali sistem penggerak all wheel drive berbasis dual motor listrik. Motor depan dan belakang bekerja independen untuk mengatur distribusi tenaga ke masing-masing roda.
Saat diuji di jalur tanah, tanjakan, dan kontur bergelombang, kemampuan mobil ini ternyata cukup mengejutkan. Sistem traksinya mampu membaca roda yang kehilangan grip lalu mengalihkan tenaga ke roda lain yang masih memiliki cengkeraman.
Pengemudi juga dimudahkan dengan berbagai mode berkendara, termasuk mode offroad yang bisa diaktifkan hanya lewat putaran dial.
Walaupun masih menggunakan ban jalan raya dan velg 21 inci, ICAR V23 tetap mampu melewati berbagai rintangan ringan dengan cukup mudah. Ground clearance setinggi 210 mm juga membantu saat melewati jalur rusak atau berbatu.
Handling Stabil dan Tenaga Responsif
Kelebihan lain ICAR V23 terletak pada rasa berkendaranya. Karakter motor listrik membuat akselerasi terasa spontan di berbagai kondisi jalan, baik di perkotaan maupun jalan tol.
Suspensinya memang cenderung stiff atau keras. Saat melewati lubang dan speed trap, hentakan dari bawah cukup terasa. Namun efek positifnya, handling mobil menjadi sangat stabil.
Body roll minim meskipun postur mobil cukup tinggi. Sensasi mengemudinya bahkan disebut lebih mirip hatchback atau sedan dibanding SUV offroad.
Fitur yang ditawarkan juga lengkap. Mulai dari ADAS, Apple CarPlay, Android Auto, NFC key, hingga berbagai fitur keselamatan modern sudah tersedia.
Punya Kekurangan di Radius Putar
Meski menawarkan banyak kelebihan, ICAR V23 tetap memiliki beberapa catatan penting. Salah satunya adalah radius putar yang cukup besar.
Wheelbase panjang membuat mobil ini kurang lincah ketika harus bermanuver di jalan sempit atau saat putar balik. Pengemudi bahkan perlu mengambil dua lajur ketika berputar di area tertentu.
Baca Juga: Wuling Alvez 2026 Makin Menggoda, Harga Mulai Rp 209 Juta tapi Fitur SUV Premium Selevel Honda HR-V
Selain itu, sebagian pengaturan kendaraan masih terlalu bergantung pada layar head unit sehingga bisa mengganggu konsentrasi saat berkendara.
Jika nantinya harga resmi ICAR V23 AWD benar berada di kisaran Rp500-600 jutaan, SUV listrik ini berpotensi menjadi salah satu pilihan paling unik di kelasnya. Terutama bagi pengguna yang ingin tampil beda sekaligus memiliki kendaraan listrik dengan kemampuan light offroad yang benar-benar usable.
Editor : Dyah Wulandari