JAKARTA - Kabar gembira datang bagi para pencinta gowes dan penikmat jalur offroad ekstrem di tanah air. Pabrikan sepeda global asal Indonesia resmi menyegarkan lini andalan mereka melalui perilisan Polygon Siskiu T7 2026. Mengingat varian generasi pendahulunya yang berwarna hijau stabilo kombinasi biru toska sempat meledak dan sangat laris manis di pasaran, kehadiran versi penyegaran (refresh) ini langsung memantik rasa penasaran yang tinggi di kalangan rider XC endurance maupun trail.
Sebagai salah satu model sepeda gunung suspensi ganda (full-suspension) paling populer, Polygon Siskiu T7 2026 hadir dengan sejumlah peningkatan taktis pada sektor estetika dan fitur mekanis. Langkah upgrade ini sengaja disematkan agar sepeda ini tetap tangguh dan adaptif saat diajak bermanuver di trek makadam maupun sirkuit teknis. Menariknya, pembaruan komplit tersebut berdampak pada pergeseran harga jual di mana versi teranyar ini dibanderol dengan selisih harga Rp1 juta lebih mahal dari pendahulunya.
Jika generasi sebelumnya dipasarkan di kisaran Rp24 juta, maka harga Polygon Siskiu T7 2026 kali ini resmi ditawarkan di angka Rp25 juta untuk pasar domestik. Selisih nominal tersebut dinilai sangat rasional karena Polygon menyematkan komponen modern kelas atas yang belum pernah ada di seri pendahulunya. Penambahan peranti baru ini sekaligus mempertegas posisinya sebagai sepeda trail entry-level paling bernilai tinggi (value for money) untuk dimiliki tahun ini.
Baca Juga: Isuzu Panther Grand Touring 2012 Putih Langka KM 110 Ribu, Kondisi Istimewa Siap Koleksi!
Sentuhan Warna Navy Glossy dan Ketangguhan One Pivot Linkage
Secara geometri rangka, spesifikasi Polygon Siskiu T7 2026 sebenarnya tidak mengalami perubahan radikal jika dibandingkan dengan seri lawas. Sepeda ini masih mempertahankan konstruksi pipa head tube bertipe tapered yang kokoh, berpadu manis dengan sistem manajemen jalur kabel internal (inner cable routing) yang masuk rapi melalui pipa downtube. Rangka aloi tersebut kini dibalut dengan opsi kelir baru berupa warna Navy Glossy (biru dongker kilap) bergradasi hitam pekat dari area bawah hingga komponen chain stay.
Untuk meredam guncangan di medan terjal, area suspensi belakang mempercayakan kinerja rear shock RockShox Deluxe dengan ukuran Eye-to-Eye (ETO) 210 mm yang dibekali fitur pengunci (lock). Rangkaian peredam kejut belakang ini digerakkan oleh teknologi suspensi andalan One Pivot Linkage. Sistem tuas satu poros khas Polygon ini terbukti sangat andal dalam meredam benturan keras, meminimalisir efek pedal bob, serta membuat kontrol roda belakang tetap melekat sempurna di tanah saat melibas turunan curam.
Grup Set Shimano Deore 12-Speed dengan Teknologi Microspline
Beralih ke area kokpit dan sistem penggerak (drivetrain), Polygon Siskiu T7 2026 dipersenjatai dengan setang andalan bawaan Polygon Sport yang dijepit kokoh oleh karet hand grip premium bermerek Linns. Sektor deselerasi alias pengereman di-upgrade menggunakan brake set hidrolik Shimano MT240 yang menjanjikan jepitan kampas lebih pakem, dipadukan piringan cakram (rotor) depan-belakang berdiameter 180 mm. Sementara itu, sistem perpindahan gigi dikawal oleh shifter dan crankset tunggal (1x) Shimano Deore M6100.
Tenaga kayuhan dialirkan menuju roda belakang melalui rantai dan komponen sproket Shimano Deore M6100 dengan konfigurasi 12-percepatan (12-speed) berukuran 10T sampai 51T. Berbeda dengan seri kelas bawah, sproket ini sudah mengadopsi teknologi dudukan hub berbasis Microspline, bukan lagi Hyperglide. Di sektor roda, sepeda tangguh ini menggunakan pelek tubeless-ready internal Polygon berdiameter 29 inci yang dibalut ban Maxxis Dissector bertapak lebar dengan kembangan tahu yang tebal untuk traksi maksimal.
Baca Juga: Jujur Tanpa Skenario: Review Kekurangan Polygon Siskiu T7E Setelah 3 Bulan Siksaan di Medan Ekstrem!
Fitur Rahasia Universal Derailleur Hanger untuk Kemudahan Upgrade
Nah, jawaban dari alasan mengapa harga sepeda ini naik Rp1 juta terletak pada area lengan ayun belakang dekat poros roda (hub) Shimano bertipe Boost. Rangka Polygon Siskiu T7 2026 kini telah dilengkapi dengan fitur teknologi UDH atau Universal Derailleur Hanger. Kehadiran dudukan anting pemindah gigi belakang (anting RD) standar global ini menjadi pembeda utama karena fitur premium ini tidak pernah dimiliki oleh jajaran Siskiu T-series generasi-generasi sebelumnya.
Fungsi utama dari peranti UDH ini adalah memberikan kemudahan mutlak bagi para pemilik sepeda jika ingin melakukan modifikasi atau peningkatan performa (upgrade) ke sistem pemindah gigi nirkabel canggih kelas atas seperti SRAM T-Type. Pengguna tidak perlu lagi pusing mencari komponen anting RD spesifik yang langka di pasaran. Dilengkapi dengan suspensi depan udara RockShox travel 140 mm dan tiang sadel dropper seatpost besutan Brand-X Fusion berdiameter 34 mm, sepeda ini menjadi paket komplit paling mematikan di kelasnya.
Editor : Natasha Eka Safrina