RADAR TULUNGAGUNG - Tren motor listrik di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu pemicunya adalah subsidi motor listrik Rp7 juta dari pemerintah yang sempat membuat minat masyarakat melonjak tajam.
Fenomena itu turut dibahas dalam sebuah wawancara YouTube bersama pengguna lama motor listrik United T1800 bernama Mas DP.
Ia dikenal sebagai salah satu pelopor komunitas motor listrik United di Indonesia dan sudah menggunakan kendaraan listrik sejak sekitar enam tahun lalu.
Pengalaman panjang tersebut menjadi perhatian karena motor listrik miliknya masih berfungsi normal hingga sekarang. Bahkan sebagian besar komponennya masih orisinal.
“Masih nyaman dipakai seperti motor baru,” kata Mas DP dalam video tersebut.
Motor Listrik Kini Semakin Diminati
Mas DP mengungkap, saat awal memakai motor listrik, masyarakat masih banyak yang ragu. Salah satu kendala terbesar kala itu adalah minimnya tempat pengisian daya dan kurangnya edukasi soal kendaraan listrik.
Banyak orang mengira motor listrik membutuhkan pengisian daya rumit seperti mobil listrik. Padahal menurutnya, motor listrik cukup diisi menggunakan listrik rumah biasa.
Seiring berkembangnya teknologi dan dukungan pemerintah, pandangan masyarakat mulai berubah. Subsidi motor listrik Rp7 juta disebut menjadi titik penting meningkatnya penjualan kendaraan listrik di Indonesia.
“Banyak orang akhirnya beralih ke motor listrik karena subsidi itu cukup membantu,” ujarnya.
Biaya Perawatan Sangat Murah
Salah satu alasan motor listrik mulai dilirik adalah biaya operasional yang jauh lebih hemat dibanding motor bensin.
Mas DP mengaku selama hampir enam tahun penggunaan, biaya perawatan motor listrik United T1800 miliknya belum mencapai Rp1 juta.
Komponen yang diganti hanya bagian ringan seperti kampas rem, ban, dan soket baterai. Sementara bagian utama seperti dinamo, controller, hingga shockbreaker masih bawaan pabrik.
Hal tersebut membuat banyak warganet terkejut karena motor listrik selama ini kerap dianggap cepat rusak dan mahal perawatan.
Selain hemat servis, pengguna motor listrik juga tidak perlu membeli bensin maupun rutin mengganti oli mesin.
Pernah Dipakai Touring 1.300 Kilometer
Ketahanan motor listrik United T1800 juga dibuktikan lewat perjalanan touring hingga Bali saat agenda G20. Mas DP bersama komunitas kendaraan listrik berhasil menempuh perjalanan sekitar 1.300 kilometer.
Motor tersebut memiliki tenaga 1.800 watt dengan kecepatan maksimal sekitar 70 kilometer per jam. Dalam kondisi normal, satu baterai mampu menempuh jarak 60 hingga 70 kilometer.
Karena menggunakan dua baterai, motor itu sanggup dipakai perjalanan harian hingga 100 kilometer.
Menariknya, fitur motor listrik generasi lama ini juga cukup lengkap. Terdapat speaker bawaan, koneksi Bluetooth, mode kecepatan, hingga fitur mundur.
Banyak Brand Motor Listrik Masuk Indonesia
Mas DP menilai perkembangan motor listrik di Indonesia saat ini jauh lebih maju dibanding beberapa tahun lalu. Dulu pilihan model sangat terbatas, sedangkan sekarang banyak merek baru bermunculan.
Menurutnya, kondisi tersebut menguntungkan konsumen karena pilihan kendaraan semakin beragam dengan spesifikasi lebih tinggi.
“Sekarang tinggal pilih sesuai kebutuhan dan budget,” katanya.
Pertumbuhan pasar motor listrik diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya infrastruktur dan dukungan pemerintah terhadap kendaraan ramah lingkungan.
Pengalaman pengguna motor listrik jangka panjang seperti Mas DP juga menjadi bukti bahwa kendaraan listrik bukan sekadar tren sesaat, melainkan mulai menjadi alternatif transportasi masa depan.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan