Radar Tulungagung – Review Indomobil E-Motor Tirano kembali menjadi sorotan setelah seorang pengguna membagikan pengalaman pemakaian setelah menempuh lebih dari 5.000 kilometer. Motor listrik bergaya adventure tersebut awalnya dinilai cocok untuk touring, namun hasil penggunaan jangka panjang justru menunjukkan karakter berbeda: lebih ideal untuk kebutuhan harian di perkotaan.
Dalam pengakuan jujur tersebut, pengguna yang telah membeli unit secara pribadi menegaskan bahwa Indomobil E-Motor Tirano bukan kendaraan sponsor. Ia telah menguji motor listrik ini dalam berbagai kondisi, mulai dari pemakaian harian, perjalanan antar kota, hingga touring jarak jauh ribuan kilometer.
Modifikasi Besar pada Indomobil E-Motor Tirano: Jok, Suspensi hingga Velg Diganti
Sejak awal penggunaan, Indomobil E-Motor Tirano sudah mengalami berbagai modifikasi untuk menyesuaikan kenyamanan pengendara. Salah satu perubahan utama adalah peninggian jok sekitar 4 cm menggunakan busa medium density agar posisi duduk tidak terlalu rendah.
Selain itu, bagian setang juga diganti menggunakan model racer stang pivot untuk meningkatkan ergonomi saat berkendara jarak jauh.
Pada sektor kaki-kaki, perubahan signifikan dilakukan. Suspensi belakang menggunakan KTC Razor Pro milik PCX 160 dengan panjang 365 mm, sementara suspensi depan diganti KYB ZO NMAX karena bawaan pabrik dinilai kurang optimal untuk penggunaan intensif.
Velg juga mengalami upgrade menggunakan ukuran 14 inci milik Aerox, dipadukan dengan ban FDR Hover untuk meningkatkan kenyamanan berkendara.
Modifikasi ini dilakukan karena motor digunakan untuk aktivitas produksi konten serta perjalanan jauh hingga lebih dari 40 kilometer per hari.
Pengalaman Touring 1.883 Km: Dari Banten hingga Jawa Timur
Pengguna mengungkap bahwa Indomobil E-Motor Tirano sempat digunakan untuk touring jarak jauh sebanyak dua kali. Perjalanan pertama dilakukan di wilayah Banten dengan rute Cilegon, Labuan, Pandeglang hingga Rangkas Bitung.
Namun dalam perjalanan tersebut, motor sempat kehabisan daya di jalur Cilegon–Labuan yang berjarak sekitar 72 kilometer. Pengisian daya dilakukan secara darurat di warung menggunakan charger adjustable.
Touring kedua bahkan lebih ekstrem, yakni perjalanan dari Tangerang menuju Madiun pulang-pergi dengan total jarak mencapai 1.883 kilometer. Rute yang dilalui meliputi jalur Pantura, Semarang, Ungaran, Salatiga, hingga Madiun, dan kembali melalui jalur selatan seperti Pacitan, Yogyakarta, hingga Sumedang sebelum kembali ke Jabodetabek.
Pengguna menyebut penggunaan charger tambahan sangat membantu selama perjalanan. Namun ia juga menyoroti bahwa kabel bawaan motor memiliki keterbatasan, terutama jika digunakan untuk pengisian daya tinggi.
“Kalau pakai charger standar, maksimal sekitar 15–18 ampere saja, karena kabel bisa panas,” ungkapnya dalam pengalaman penggunaan.
Karakter Indomobil E-Motor Tirano: Lebih Cocok Harian daripada Touring
Setelah 8 bulan pemakaian intensif, Indomobil E-Motor Tirano dinilai memiliki karakter berbeda dari ekspektasi awal. Motor ini memang mengusung desain adventure dengan banyak bracket dan ruang penyimpanan, namun dari sisi kenyamanan justru lebih ideal untuk mobilitas harian.
Motor ini dibekali baterai 72–76 volt dengan kapasitas sekitar 2,4 kWh dan jarak tempuh rata-rata 80–110 kilometer tergantung mode berkendara. Mode Eco, Comfort, dan Sport memberikan karakter berbeda, namun mode Sport dinilai terlalu agresif untuk kondisi jalan padat.
Dari sisi performa, kecepatan maksimal mencapai sekitar 85–90 km/jam. Namun pada penggunaan jangka panjang, pengguna menilai ada getaran pada rangka saat motor dipacu dalam kecepatan tinggi.
Hal ini membuat Tirano kurang direkomendasikan untuk modifikasi performa ekstrem seperti peningkatan controller atau baterai besar.
“Kalau dipakai kencang terasa ada getaran di frame, jadi lebih aman dipakai harian saja,” ujarnya.
Kesimpulan: Motor Listrik Indomobil E-Motor Tirano Andal untuk Harian, Bukan Touring Ekstrem
Secara keseluruhan, Indomobil E-Motor Tirano dinilai sebagai motor listrik yang andal untuk kebutuhan harian. Biaya operasional rendah, tidak membutuhkan perawatan rutin seperti ganti oli, serta fitur modern menjadi nilai tambah utama.
Namun untuk kebutuhan touring jarak jauh atau penggunaan ekstrem, motor ini dinilai masih memiliki keterbatasan pada struktur rangka dan kenyamanan di kecepatan tinggi.
Meski demikian, minimnya masalah teknis selama pemakaian lebih dari 5.000 kilometer menjadi bukti bahwa Tirano cukup tangguh di kelasnya. Garansi baterai hingga 3 tahun juga menjadi daya tarik tambahan bagi calon pengguna motor listrik di Indonesia.
Editor : Maylanni Diana Fitri