JAKARTA - Polygon Kalosi Miles mulai ramai dibicarakan di kalangan pesepeda urban setelah sejumlah konten kreator mengulas kemampuan e-bike ini untuk kebutuhan harian hingga touring jarak jauh. Sepeda listrik Polygon Kalosi Miles disebut mampu menempuh jarak hingga 95 kilometer dalam sekali pengisian daya, sekaligus menawarkan kenyamanan dan efisiensi bagi pengguna pemula.
Tren penggunaan e-bike di Indonesia juga terus meningkat pada 2026. Banyak pengguna sepeda konvensional mulai beralih ke sepeda listrik karena dinilai lebih praktis untuk aktivitas harian, termasuk kebutuhan back to work, commuting, hingga eksplorasi kota tanpa menguras tenaga berlebih.
Dalam video ulasan yang beredar di YouTube, Polygon Kalosi Miles diperkenalkan sebagai e-bike bergaya urban hybrid yang tetap mempertahankan sensasi bersepeda konvensional, tetapi mendapat bantuan tenaga motor listrik saat pedal dikayuh.
Polygon Kalosi Miles Tawarkan Riding Nyaman untuk Pengguna Harian
Polygon Kalosi Miles hadir dengan desain yang sekilas terlihat seperti sepeda biasa. Namun, sepeda ini dibekali motor listrik rear hub dan baterai berkapasitas 250 Wh yang dapat dilepas dengan mudah menggunakan kunci khusus.
Salah satu keunggulan utama Polygon Kalosi Miles adalah kemampuan pedal assist yang membuat pengguna tetap mengayuh, tetapi dengan tenaga yang jauh lebih ringan. Dalam pengujian, e-bike ini mampu melaju hingga kecepatan maksimal 32 km/jam pada mode tertinggi.
“Mode satu saja sebenarnya sudah cukup untuk kebutuhan harian,” ujar pengulas dalam video tersebut.
Sepeda listrik ini juga menggunakan ban 700x38C dan suspensi depan travel 80 mm yang membuat pengalaman berkendara lebih nyaman saat melewati jalan berbatu, kerikil, maupun permukaan jalan perkotaan yang tidak rata.
Selain itu, Kalosi Miles memiliki lima mode bantuan tenaga. Pengguna bisa memilih mode santai hingga mode sport untuk kebutuhan tanjakan atau perjalanan jauh. Sistem pengoperasiannya pun dinilai cukup sederhana melalui panel indikator di setang.
Dengan bobot sekitar 25 kilogram, sepeda ini memang tergolong berat dibanding sepeda konvensional. Namun saat digunakan, beban tersebut dianggap tidak terlalu terasa karena bantuan motor listrik bekerja secara responsif.
Baterai Bisa Dilepas dan Diklaim Tempuh Hingga 95 Kilometer
Daya tahan baterai menjadi salah satu alasan utama Polygon Kalosi Miles menarik perhatian pasar e-bike Indonesia. Dalam ulasan tersebut disebutkan bahwa sepeda ini mampu menempuh jarak hingga 95 kilometer dalam mode eco.
Pengisian baterai hingga penuh membutuhkan waktu sekitar enam sampai delapan jam. Pengguna juga tidak perlu membawa seluruh sepeda saat mengisi daya karena baterai dapat dilepas secara terpisah.
“Kalau mau charging tinggal lepas baterainya saja, jadi lebih praktis,” kata pengulas.
Polygon juga disebut memberikan garansi dua tahun untuk komponen elektrikal dan baterai. Sistem baterainya telah dilengkapi Battery Management System (BMS) untuk menjaga keamanan selama pengisian daya.
Meski demikian, pengguna tetap disarankan tidak merendam baterai dalam air atau mencuci sepeda menggunakan tekanan air tinggi. Untuk menjaga usia pakai baterai, pengguna dianjurkan tidak membiarkan daya turun di bawah 20 persen terlalu sering.
Dalam pengalaman penggunaan harian yang dibagikan salah satu pengguna, baterai Kalosi Miles masih menyisakan 46 persen setelah dipakai commuting selama dua minggu dengan jarak sekitar 10 hingga 12 kilometer per hari.
Cocok untuk Touring dan Commuting, tetapi Ada Catatan Penting
Polygon Kalosi Miles dinilai cocok bagi pengguna yang ingin bersepeda jarak jauh tanpa cepat kelelahan. E-bike ini bahkan disebut ideal untuk aktivitas commuting di kota besar seperti Jakarta dan Tangerang yang kerap macet.
Keunggulan lain terletak pada sensasi berkendara yang tetap terasa natural seperti sepeda biasa. Pengguna masih harus mengayuh pedal sehingga aktivitas fisik tetap dilakukan meski dibantu motor listrik.
Namun, ada beberapa catatan yang dianggap perlu diperhatikan sebelum membeli. Salah satunya adalah bobot sepeda yang cukup berat jika harus didorong secara manual, terutama ketika mengalami ban bocor di bagian belakang.
Sistem roda belakang juga belum menggunakan quick release sehingga pengguna memerlukan kunci tambahan untuk melepas roda saat perbaikan ban.
Selain itu, groupset bawaan masih menggunakan Shimano Altus yang dianggap cukup standar untuk penggunaan urban. Pengulas menyebut komponen tersebut masih aman untuk jalan aspal, tetapi berpotensi lebih cepat bermasalah jika sering digunakan di medan kasar.
Meski memiliki beberapa kekurangan, Polygon Kalosi Miles tetap dianggap menarik di kelas harga Rp15 jutaan hingga Rp16 jutaan. Kombinasi motor listrik, jarak tempuh panjang, baterai removable, serta desain urban hybrid membuat sepeda ini menjadi salah satu e-bike yang banyak dilirik pada 2026.
Editor : Divka Vance Yandriana