JAKARTA - Polygon Kalosi Miles kembali jadi sorotan setelah tampil dalam program televisi bertema krisis BBM dan transportasi ramah lingkungan. Sepeda listrik Polygon Kalosi Miles disebut menjadi solusi alternatif untuk aktivitas back to work karena mampu menempuh jarak hingga 120 kilometer dengan bantuan pedal assist yang membuat gowes lebih ringan.
Meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan BBM global membuat banyak orang mulai mencari moda transportasi yang lebih hemat dan efisien. Dalam tayangan tersebut, sepeda listrik atau e-bike disebut sebagai salah satu solusi praktis yang tidak hanya mengurangi konsumsi BBM, tetapi juga mendukung gaya hidup sehat.
Polygon Kalosi Miles hadir sebagai salah satu e-bike urban yang dirancang khusus untuk kebutuhan commuting di perkotaan. Dengan desain modern dan sistem bantuan tenaga listrik, sepeda ini dinilai cocok digunakan pekerja kantoran yang ingin tetap aktif tanpa cepat kelelahan.
Polygon Kalosi Miles Jadi Alternatif Hemat BBM untuk Aktivitas Harian
Dalam tayangan program Midnight Live, isu gangguan distribusi minyak dunia disebut mulai memicu tekanan pasokan BBM di berbagai negara. Kondisi itu mendorong masyarakat untuk mulai mempertimbangkan transportasi alternatif yang lebih hemat energi.
Polygon Kalosi Miles kemudian diperkenalkan sebagai sepeda listrik yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas harian, mulai dari perjalanan ke kantor, hangout, hingga touring santai di perkotaan.
“Naik tanjakan jadi ringan karena ada tenaga pedal assist,” ujar pembawa acara dalam tayangan tersebut.
Sistem pedal assist pada Kalosi Miles membantu kayuhan pengguna sehingga perjalanan jauh terasa lebih ringan. Berbeda dengan motor listrik murni, pengguna tetap harus mengayuh pedal sehingga aktivitas fisik tetap dilakukan.
E-bike ini juga memiliki kecepatan maksimal sekitar 32 km/jam, cukup untuk kebutuhan commuting di area perkotaan tanpa terasa terlalu agresif.
Dalam liputan tersebut, seorang pekerja bernama Dwi Julian mengaku memilih sepeda sebagai kendaraan utama menuju kantor karena lebih hemat dan menyehatkan dibanding sepeda motor.
“Lebih irit, lebih sehat, dan makan jadi lebih nikmat,” katanya.
Jarak Tempuh 120 Kilometer Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu fitur paling menarik dari Polygon Kalosi Miles adalah jarak tempuh baterainya yang diklaim mampu mencapai 120 kilometer dalam kondisi tertentu.
Kemampuan ini membuat e-bike tersebut cukup ideal untuk kebutuhan back to work maupun perjalanan harian jarak menengah tanpa perlu sering mengisi ulang daya.
Dalam pengujian yang ditampilkan, pengguna juga merasakan pengalaman berkendara yang lebih santai dibanding sepeda konvensional. Bantuan tenaga listrik membuat pengguna tidak mudah kelelahan saat menghadapi tanjakan atau perjalanan jauh.
“Enggak pegal karena sudah nyambung elektrik,” ujar salah satu narasumber saat mencoba Kalosi Miles.
Selain itu, e-bike ini tetap mempertahankan karakter sepeda urban hybrid yang nyaman digunakan di jalan perkotaan. Pengguna masih bisa menikmati suasana jalan, bertemu komunitas gowes, hingga mengurangi stres sebelum tiba di kantor.
Keunggulan lain yang disebutkan adalah kemampuan Kalosi Miles mendukung mobilitas tanpa menghasilkan emisi seperti kendaraan berbahan bakar minyak.
Tren Back to Work dengan E-Bike Mulai Meningkat
Fenomena commuting menggunakan sepeda listrik mulai berkembang di kota-kota besar Indonesia sepanjang 2026. Selain faktor kesehatan, efisiensi biaya transportasi menjadi alasan utama masyarakat mulai melirik e-bike.
Dalam tayangan tersebut, Dwi Julian mengaku menempuh perjalanan sekitar 22 kilometer setiap hari menggunakan sepeda menuju tempat kerja. Ia bahkan tetap rutin bersepeda dari Senin hingga Sabtu.
Menurutnya, penggunaan sepeda membuat tubuh lebih segar dan produktivitas kerja meningkat karena perjalanan terasa lebih menyenangkan dibanding menghadapi kemacetan dengan kendaraan bermotor.
“Kalau naik sepeda ke kantor, pikiran jadi fresh,” ujarnya.
Polygon Kalosi Miles sendiri diposisikan sebagai e-bike premium untuk kebutuhan urban commuting. Kombinasi pedal assist, desain stylish, dan jarak tempuh panjang membuat sepeda ini semakin populer di kalangan pekerja muda hingga penghobi gowes santai.
Dengan isu penghematan energi dan gaya hidup sehat yang terus berkembang, Polygon Kalosi Miles diprediksi akan semakin diminati sebagai alternatif transportasi harian di Indonesia.
Editor : Divka Vance Yandriana