Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Review Polygon Kalosi Ramai Diburu Pecinta Jalur XC, E-Bike Hybrid Ini Diklaim Anti Capek dan Tangguh di Tanjakan

Divka Vance Yandriana • Kamis, 21 Mei 2026 | 17:39 WIB
Polygon Kalosi jadi e-bike hybrid favorit 2026 berkat motor listrik, baterai 100 km, dan kemampuan melibas jalur XC anti capek.
Polygon Kalosi jadi e-bike hybrid favorit 2026 berkat motor listrik, baterai 100 km, dan kemampuan melibas jalur XC anti capek.

JAKARTA - Polygon Kalosi kembali mencuri perhatian pecinta sepeda listrik atau e-bike di Indonesia. Sepeda hybrid elektrik ini ramai dibahas para goweser karena menawarkan kombinasi tenaga listrik, desain sporty, dan kemampuan melibas jalur XC hingga tanjakan curam tanpa menguras tenaga pengendara.

Popularitas Polygon Kalosi meningkat seiring tren e-bike yang terus berkembang pada 2026. Sejumlah kreator otomotif dan komunitas gowes mulai mengulas kemampuan sepeda ini, terutama untuk kebutuhan touring, commuting harian, hingga jalur semi off-road.

Dalam salah satu ulasan video di YouTube, Polygon Kalosi disebut sebagai sepeda yang cocok untuk pengendara yang menyukai jalur ekstrem dan ingin tetap berada “di depan” tanpa mudah kelelahan. Dukungan motor listrik pada roda belakang menjadi salah satu daya tarik utamanya.

Baca Juga: Aksi Terencana! Pemuda Asal Ngantru Bobol Kantor Disbudpar Tulungagung setelah Petugas Jaga Dibuat Mabuk

Polygon Kalosi Dibekali Motor Listrik dan Baterai Jarak Jauh

Polygon Kalosi hadir dengan frame berbahan alloy ALX yang diklaim ringan namun tetap kokoh untuk berbagai kondisi jalan. Sepeda ini menggunakan ukuran frame medium dengan desain internal cable routing sehingga tampilan terlihat lebih rapi dan modern.

Salah satu fitur utama Kalosi adalah penggunaan motor listrik pada bagian hub roda belakang. Sistem tersebut membantu kayuhan pengendara agar terasa lebih ringan, terutama ketika melewati tanjakan atau perjalanan jarak jauh.

“Ini yang dibilang anti capek. Jadi kalau ada ini, capeknya berkurang karena disupport kelistrikan,” ujar pengulas dalam video tersebut.

Baca Juga: Di Tengah Hiruk Pikuk Pasar Hewan Tulungagung, Warung Soto Anjar Jadi Tempat Favorit Blantik dan Peternak

Untuk daya tahan, Polygon Kalosi dibekali baterai yang diklaim mampu menempuh jarak sekitar 80 hingga 100 kilometer tergantung mode penggunaan dan kondisi medan. Pada panel display tersedia beberapa mode assist seperti Eco, Trail, Sport, hingga Sport Plus yang dapat dipilih sesuai kebutuhan pengendara.

Mode Eco digunakan untuk jalur santai atau aspal ringan, sedangkan mode Sport dan Sport Plus dirancang membantu ketika melewati tanjakan curam atau medan lebih berat.

Sistem pengisian baterainya juga sudah menggunakan mekanisme penguncian khusus. Pengguna dapat melepas baterai menggunakan kunci bawaan untuk mempermudah proses pengisian daya.

Baca Juga: Proyek Sekolah Rakyat di Tulungagung Mulai Bergerak, Lahan Dekat Rusunawa Ringinpitu Akan Diukur Ulang

Cocok untuk Jalur XC hingga Semi Off-Road

Dari sisi kenyamanan, Polygon Kalosi menggunakan suspensi depan travel 80 mm yang dinilai cukup membantu meredam getaran saat melintasi jalur berbatu atau gravel. Kombinasi tersebut membuat sepeda ini tidak hanya nyaman dipakai di jalan perkotaan, tetapi juga untuk jalur cross country ringan.

Sepeda ini memakai ban Schwalbe Smart Sam ukuran 700 x 1.75 inci yang dikenal cocok untuk kombinasi aspal dan jalur tanah. Penggunaan wheelset ukuran 28 inci juga membuat laju sepeda terasa stabil ketika dipakai touring maupun commuting harian.

Sementara sistem pengeremannya sudah menggunakan hydraulic disc brake Tektro dengan rotor berukuran 180 mm di depan dan belakang. Ukuran rotor besar tersebut dinilai memberikan daya pengereman lebih maksimal, terutama saat melewati turunan atau jalur teknikal.

Pada bagian drivetrain, Polygon Kalosi menggunakan groupset Shimano Cues 9 speed dengan konfigurasi sprocket 10-46T dan chainring 38T. Meski bukan groupset kelas tertinggi, kombinasi tersebut dianggap sudah cukup untuk kebutuhan hybrid elektrik.

“Kalau pakai sepeda Kalosi ini tidak perlu menggunakan kaset terlalu besar karena sudah disupport tenaga listrik,” ujar pengulas.

E-Bike Mulai Jadi Solusi Mobilitas dan Gaya Hidup Baru

Meningkatnya popularitas Polygon Kalosi tidak lepas dari perubahan gaya hidup masyarakat yang mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan dan hemat energi. E-bike kini tidak hanya digunakan untuk olahraga, tetapi juga menjadi alat transportasi harian.

Kalosi dinilai cocok untuk pengguna yang ingin tetap aktif bersepeda tanpa harus kehilangan banyak tenaga ketika menempuh perjalanan jauh. Dukungan tenaga listrik memungkinkan pengguna menikmati perjalanan lebih santai namun tetap mendapatkan aktivitas fisik.

Selain untuk commuting, sepeda ini juga mulai diminati pecinta touring ringan dan eksplorasi jalur semi off-road. Desain hybrid membuat Kalosi fleksibel digunakan di berbagai medan tanpa kehilangan kenyamanan.

Fitur adjustable stem yang bisa diatur hingga 180 derajat juga menjadi nilai tambah karena memungkinkan posisi berkendara disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Dengan kombinasi motor listrik, baterai jarak jauh, suspensi nyaman, dan desain modern, Polygon Kalosi kini menjadi salah satu e-bike hybrid yang banyak diburu komunitas gowes pada awal 2026.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Polygon Kalosi #Polygon Kalosi Miles #e-bike