Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Polygon Xtrada 7 Disebut MTB Paling Worth It, Dipakai Jalan Rusak hingga Tanjakan Curam Tetap Ngebut

Cholifatun Nisak • Kamis, 21 Mei 2026 | 17:55 WIB
Polygon Xtrada 7 jadi sorotan berkat Shimano Deore 12-speed, suspensi angin, dan handling nyaman di jalan rusak Indonesia.
Polygon Xtrada 7 jadi sorotan berkat Shimano Deore 12-speed, suspensi angin, dan handling nyaman di jalan rusak Indonesia.

 

RADAR TULUNGAGUNG- Polygon Xtrada 7 kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta mountain bike setelah seorang reviewer menyebut sepeda hardtail ini sangat cocok untuk kondisi jalan rusak di Indonesia. Dengan setup Shimano Deore 12-speed, suspensi angin, dan wheelset modern, Polygon Xtrada 7 disebut tetap nyaman dipakai ngebut di aspal maupun melibas jalur makadam.

Dalam ulasan di kanal YouTube pribadinya, reviewer menyebut Polygon Xtrada 7 memiliki banyak peningkatan dibanding generasi sebelumnya, terutama pada sektor handling, drivetrain, hingga sistem hub bearing yang dinilai jarang dibahas pengguna MTB.

Mountain bike besutan Polygon Bikes ini memang dirancang sebagai sepeda trail hardtail dengan roda 29 inci yang cocok untuk kombinasi jalur tanjakan, turunan, dan jalan bergelombang khas daerah pegunungan maupun pedesaan.

Baca Juga: Review Polygon Kalosi Ramai Diburu Pecinta Jalur XC, E-Bike Hybrid Ini Diklaim Anti Capek dan Tangguh di Tanjakan

Polygon Xtrada 7 Unggul di Tanjakan Berkat Shimano Deore 12-Speed

Salah satu komponen yang paling dipuji dari Polygon Xtrada 7 adalah penggunaan groupset Shimano Deore M6100 12-speed. Menurut reviewer, sistem perpindahan gigi pada RD Deore memungkinkan pengendara melakukan shifting cepat saat menghadapi tanjakan mendadak.

Kemampuan ini dianggap penting karena rider bisa langsung menurunkan gear ketika tenaga mulai habis tanpa kehilangan momentum kayuhan. Sistem 12-speed juga membuat rentang gear lebih luas sehingga cocok dipakai di jalur menanjak maupun jalan cepat.

Reviewer bahkan menyebut teknologi drivetrain modern sangat berpengaruh terhadap performa sepeda. Menurutnya, rider non-atlet tetap bisa menjaga kecepatan grup gowes berkat dukungan teknologi terbaru pada Polygon Xtrada 7.

Selain drivetrain, sektor suspensi juga mendapat perhatian. Polygon Xtrada 7 menggunakan fork SR Suntour berbasis air suspension yang dapat disesuaikan tekanan anginnya sesuai berat badan rider.

Dalam pengujian, tekanan 80 psi dianggap paling nyaman untuk rider dengan berat sekitar 72 kilogram. Suspensi ini juga dilengkapi fitur lockout agar bobbing berkurang saat dipakai di jalan aspal.

Ban Continental dan Geometri Baru Bikin Handling Lebih Nyaman

Reviewer mengaku mengganti ban bawaan dengan Continental Race King untuk meningkatkan performa di jalan aspal. Hasilnya, Polygon Xtrada 7 tetap terasa kencang namun masih nyaman saat melintasi jalan berlubang dan jalur makadam.

Menurutnya, karakter jalan di Indonesia yang dipenuhi tambalan, cor beton, dan lubang membuat MTB seperti Polygon Xtrada 7 jauh lebih aman dibanding road bike.

Dalam video tersebut disebutkan sepeda roda 29 inci ini mampu melaju hingga 50 sampai 60 kilometer per jam saat turunan panjang. Sistem pengereman Shimano MT200 dinilai masih cukup untuk meredam kecepatan tinggi selama teknik pengereman rider benar.

Perubahan lain yang dianggap signifikan ada pada desain handlebar. Berbeda dengan Polygon Xtrada 6 yang memakai flat bar lebih lurus, Xtrada 7 memiliki sweep ke arah tubuh rider sehingga posisi tangan terasa lebih ergonomis.

Reviewer menyebut desain cockpit seperti ini membuat handling terasa nyaman saat belok maupun menanjak. Bahkan ia memuji tim desain Polygon karena dianggap berhasil meningkatkan kenyamanan tanpa mengorbankan kontrol sepeda.

Hub Bearing dan Bobot Ringan Jadi Nilai Tambah Polygon Xtrada 7

Bagian lain yang cukup disorot adalah penggunaan hub bearing tertutup pada roda depan dan belakang. Reviewer menyebut fitur ini jarang dibahas padahal sangat penting untuk durabilitas dan rolling sepeda.

Sistem bearing tertutup dianggap lebih awet dibanding hub model pelor konvensional karena lebih tahan terhadap debu dan air saat dipakai di jalur off-road.

Polygon Xtrada 7 juga sudah menggunakan sistem thru axle di bagian depan yang membuat handling roda lebih presisi saat melibas jalur kasar.

Secara keseluruhan, reviewer menilai Polygon Xtrada 7 merupakan upgrade yang signifikan dibanding Xtrada 6. Sepeda ini disebut sudah “tinggal pakai” tanpa perlu banyak modifikasi tambahan.

Dengan bobot sekitar 12 hingga 13 kilogram tanpa pedal dan geometri yang agresif, Polygon Xtrada 7 dianggap cocok untuk rider yang ingin sepeda serba bisa, baik untuk gowes santai, touring, maupun jalur trail ringan hingga menengah.

Reviewer bahkan menyebut Polygon Xtrada 7 sebagai MTB yang sangat cocok untuk kondisi jalan Indonesia karena mampu menghajar jalan rusak tanpa membuat rider kehilangan rasa nyaman saat berkendara.

Baca Juga: Polygon Siskiu T7E Disebut E-MTB Paling Seimbang, Motor Shimano EP801 dan Geometri Agresif Jadi Sorotan

Editor : Cholifatun Nisak
#Sepeda Gunung Polygon #Polygon Xtrada 7 #Review Polygon Xtrada 7 #MTB Polygon #Shimano Deore 12 Speed