Radar Tulungagung – Tren sepeda e-bike atau sepeda listrik diprediksi akan semakin meningkat pada 2026 seiring tingginya kebutuhan mobilitas hemat tenaga dan efisien di perkotaan. Hal ini terlihat dari kunjungan seorang kreator konten Ahmad Sinan ke Rodalink Serpong untuk mencari sepeda e-bike terbaik bagi pemula yang ingin beralih dari sepeda konvensional. Dalam kunjungan tersebut, ia mengungkapkan keinginannya untuk tetap bisa bersepeda jarak jauh tanpa cepat kehabisan tenaga. Sepeda e-bike kini menjadi solusi baru transportasi ramah energi dengan dukungan motor listrik dan baterai yang mampu membantu kayuhan hingga puluhan kilometer.
Keputusan beralih ke sepeda listrik ini muncul di awal tahun 2026 ketika kebutuhan mobilitas semakin tinggi dan waktu perjalanan harus lebih efisien. Sepeda e-bike dianggap sebagai alternatif kendaraan harian yang lebih hemat dibanding motor atau mobil, terutama untuk perjalanan jarak menengah di wilayah perkotaan seperti Tangerang Selatan hingga Tangerang Kota.
E-Bike Jadi Pilihan Baru Komuter 2026
Dalam video tersebut, Ahmad Sinan menjelaskan bahwa sepeda e-bike menjadi jawaban bagi pengguna yang ingin tetap aktif bersepeda namun tidak ingin mengeluarkan tenaga berlebih. Ia mengunjungi Rodalink Serpong yang juga dikenal sebagai pusat penjualan dan service center sepeda listrik.
“Saya ingin beralih ke e-bike supaya bisa gowes jauh tapi tenaga tidak cepat habis,” ujarnya dalam kunjungan tersebut. Rodalink Serpong sendiri diketahui tidak hanya menjual sepeda, tetapi juga menjadi pusat layanan dan perawatan (service center) untuk berbagai jenis e-bike di Indonesia.
Selain itu, pihak mekanik toko menjelaskan bahwa e-bike saat ini semakin mudah digunakan oleh pemula karena teknologi pedal assist yang membantu kayuhan. Salah satu seri yang direkomendasikan adalah Kalosi Miles, yang menggunakan motor Bafang rear hub serta tersedia dalam varian low step dan high step untuk kenyamanan pengguna.
Rekomendasi Sepeda E-Bike Pemula hingga Teknologi Motor Bafang
Dalam sesi konsultasi, pihak Rodalink Serpong menyarankan seri Kalosi Miles sebagai pilihan paling ideal untuk pemula. Sepeda ini menggunakan sistem rear hub motor Bafang yang ditempatkan di roda belakang, sehingga memberikan dorongan otomatis saat dikayuh.
Menurut penjelasan teknis, sistem e-bike terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu mid-drive motor dan rear hub motor. Kalosi Miles masuk kategori rear hub yang lebih sederhana dan mudah dirawat, sehingga cocok untuk pengguna pertama.
Selain itu, e-bike jenis ini juga memiliki garansi penting. “Untuk motor, baterai, dan display itu garansi dua tahun. Kalau ada trouble bisa langsung dibawa ke service center,” jelas pihak mekanik Rodalink Serpong. Fitur ini menjadi nilai tambah bagi pemula yang masih khawatir dengan perawatan sepeda listrik.
Diskon Fork hingga 50 Persen Jadi Daya Tarik Tambahan
Selain membahas e-bike, kunjungan ini juga menyoroti promo besar-besaran di Rodalink Serpong. Beberapa komponen sepeda seperti fork RockShox mengalami diskon hingga 50 persen.
Contohnya, fork yang awalnya dibanderol sekitar Rp16 juta kini turun menjadi sekitar Rp8 juta. Bahkan ada komponen lain yang turun drastis dari kisaran Rp11 juta menjadi sekitar Rp5,9 juta. Promo ini menjadi peluang besar bagi pesepeda yang ingin melakukan upgrade sepeda dengan biaya lebih terjangkau.
Pihak toko menyebutkan bahwa promo ini bersifat terbatas dan hanya tersedia di periode tertentu, sehingga menarik minat komunitas sepeda yang ingin meningkatkan performa kendaraan mereka.
Perjalanan Perdana dan Pengalaman Menggunakan E-Bike
Setelah memilih sepeda Kalosi Miles, Ahmad Sinan langsung melakukan uji coba perjalanan dari Tangerang Selatan menuju Tangerang Kota dengan jarak sekitar 25–30 kilometer. Dalam perjalanan tersebut, ia merasakan bantuan tenaga dari motor listrik yang membuat kayuhan lebih ringan meski kondisi jalan cukup padat.
“Enak banget pakai e-bike, walaupun macet tetap terasa ringan,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa kecepatan e-bike dibatasi hingga sekitar 32 km/jam untuk menjaga keamanan pengguna.
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa e-bike mampu menjadi solusi transportasi harian di tengah kemacetan kota besar. Meski tetap membutuhkan kayuhan, bantuan motor listrik membuat pengguna tidak cepat lelah.
Penutup
Tren sepeda e-bike di Indonesia diprediksi terus meningkat pada 2026, terutama untuk kebutuhan komuter harian. Dengan harga mulai Rp9 juta hingga puluhan juta rupiah, e-bike kini hadir dalam berbagai segmen, dari pemula hingga profesional. Rodalink Serpong menjadi salah satu pusat rujukan utama bagi masyarakat yang ingin beralih ke sepeda listrik dengan dukungan layanan dan promo menarik.
Seperti disampaikan dalam kunjungan tersebut, e-bike bukan hanya alat transportasi, tetapi juga gaya hidup baru yang lebih efisien, sehat, dan ramah lingkungan.
Editor : Maylanni Diana Fitri