Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Feda Ega Pratama Moto3 2026 Bikin Geger! Dari Podium Brasil ke Sorotan Dunia, Hiroshi Aoyama Beri Pujian Langka

Maylanni Diana Fitri • Minggu, 24 Mei 2026 | 15:08 WIB
Feda Ega Pratama Moto3 2026 tampil impresif, naik podium Brasil dan bersaing di klasemen dunia Moto3 2026.(pinterest)
Feda Ega Pratama Moto3 2026 tampil impresif, naik podium Brasil dan bersaing di klasemen dunia Moto3 2026.(pinterest)

Radar Tulungagung - Pembalap muda Indonesia Feda Ega Pratama Moto3 2026 kembali menjadi sorotan setelah performa impresifnya di awal musim. Dari podium di Brasil hingga finis P6 di Jerez, ia kini hanya terpaut satu poin dari posisi kedua klasemen dunia dan memicu pujian manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama. Performa tersebut membuat Feda disebut sebagai rookie paling mengejutkan musim ini.

Sejumlah pengamat menilai kiprah Feda bukan lagi sekadar kejutan awal musim, melainkan ancaman serius di kelas Moto3. Dalam empat seri pembuka, ia tampil konsisten dan menjadi tumpuan utama Honda Team Asia untuk meraih poin penting di tengah dominasi pabrikan Eropa.

Podium Brasil Jadi Titik Balik Karier Feda Ega Pratama Moto3 2026

Perjalanan Feda Ega Pratama Moto3 2026 mulai mencuri perhatian dunia setelah berhasil meraih podium di GP Brasil pada seri kedua musim ini. Momen tersebut disebut sebagai titik balik yang mengubah statusnya dari sekadar rookie menjadi pembalap yang diperhitungkan.

Baca Juga: Ramalan Shio Tikus 2026: Benarkah Benturan Energi Kuda Api Memicu Badai Karir yang Bergejolak, Risiko Kebangkrutan Finansial, hingga Kelelahan Jiwa yang Luar Biasa?

Di Sirkuit Jerez, Feda kembali menunjukkan kualitasnya. Start dari posisi 17 akibat insiden kualifikasi, ia mampu melakukan comeback luar biasa dengan menyalip 11 pembalap dan finis di posisi keenam. “Dia punya manajemen balapan yang matang dan ketenangan di situasi sulit,” ujar Hiroshi Aoyama dalam evaluasi tim.

Jika dibandingkan dengan rekan setimnya, perbedaan performa terlihat jelas. Feda mampu langsung naik podium di musim debut, sementara pembalap lain seperti Zen Mitani masih kesulitan meraih poin. Kondisi ini membuat Feda disebut sebagai “tulang punggung baru” Honda Team Asia di Moto3 2026.

Klasemen Ketat Moto3 2026: Feda Ega Pratama Moto3 2026 Hanya Selisih 1 Poin dari Peringkat Dua

Secara klasemen, Feda Ega Pratama Moto3 2026 kini berada di posisi ketiga dengan 27 poin, hanya terpaut satu angka dari Marco Morelli di posisi kedua (28 poin). Sementara pimpinan klasemen masih dipegang Maximo Quiles dengan 45 poin setelah empat seri awal.

Baca Juga: BMKG Ungkap Proses Terjadinya Petir, Ternyata Ada 4 Jenis Sambaran yang Bisa Membahayakan Manusia

Persaingan ketat ini membuat setiap seri menjadi krusial. Honda Team Asia sendiri masih tertahan di posisi tengah klasemen konstruktor, namun hampir seluruh poin tim berasal dari kontribusi Feda. “Dia membawa kami tetap relevan di tengah dominasi KTM,” ungkap salah satu teknisi tim.

Dari sisi teknis, Honda juga melakukan pembaruan signifikan pada NSF 250R, termasuk peningkatan respons mesin yang disebut lebih “garang”. Namun tenaga tambahan ini juga meningkatkan risiko, karena motor menjadi lebih sensitif saat keluar tikungan.

Sementara itu, rival utama seperti KTM dan CF Moto Aspar masih mendominasi dengan stabilitas dan akselerasi yang lebih baik. Hal ini membuat perjuangan Feda semakin berat, meski performanya tetap menonjol sebagai rookie.

Tekanan Global dan Jalan Panjang Feda Ega Pratama Moto3 2026 Menuju MotoGP

Di luar lintasan, Feda Ega Pratama Moto3 2026 menghadapi tekanan besar dari publik Indonesia yang menaruh harapan tinggi. Popularitasnya meningkat drastis setelah podium Brasil, namun hal itu juga membawa ekspektasi yang semakin besar di setiap seri.

Menjelang seri Amerika di Circuit of the Americas (COTA), tantangan semakin berat. Trek sepanjang 5,5 km dengan 20 tikungan ekstrem itu dikenal sebagai salah satu lintasan paling teknis di kalender Moto3. Banyak rookie kesulitan beradaptasi di sirkuit tersebut.

Menariknya, Feda mengandalkan pendekatan modern dalam persiapan, termasuk simulasi video dan game balap untuk mempelajari racing line. Metode ini sempat menjadi sorotan karena dianggap tidak konvensional, namun terbukti membantu adaptasi cepat di lintasan baru.

Jika mampu tampil konsisten, Feda berpeluang besar menembus top 5 klasemen akhir musim dan menjadi kandidat kuat Rookie of the Year 2026. Bahkan, banyak pihak mulai memproyeksikan langkahnya menuju MotoGP dalam 4–5 tahun ke depan.

Perjalanan Feda masih panjang, tetapi satu hal sudah jelas: ia bukan lagi sekadar pembalap debutan. Ia telah menjadi simbol kebangkitan baru balap motor Indonesia di panggung dunia.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Hasil Moto3 Jerez #Honda Team Asia Moto3 #Feda Ega Pratama Moto3 2026 #Moto3 2026 klasemen #rookie Moto3 2026