Radar Tulungagung - Polygon Kalosi Hybrid 2026 menjadi salah satu sepeda listrik yang mulai banyak dilirik pecinta gowes karena menawarkan kombinasi antara kenyamanan sepeda hybrid dan tenaga tambahan dari sistem e-bike. Sepeda ini cocok dipakai untuk commuting harian, touring santai, hingga jalur tanjakan ringan sampai gravel.
Popularitas e-bike di Indonesia memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pengguna kini mencari sepeda yang tetap nyaman dikayuh, tetapi mampu membantu tenaga saat melewati tanjakan atau perjalanan jauh.
Polygon menghadirkan Kalosi sebagai jawaban untuk kebutuhan tersebut. Dengan desain urban hybrid dan teknologi pedal assist, sepeda ini diklaim mampu memberikan pengalaman berkendara yang lebih ringan tanpa menghilangkan sensasi gowes manual.
Baca Juga: Banyak Tempat Sampah Rusak di Jalan Protokol Tulungagung, Peremajaan Disiapkan Tahun Ini
Performa Polygon Kalosi Hybrid Bikin Tanjakan Jadi Lebih Ringan
Dalam pengujian di berbagai kondisi jalan, Polygon Kalosi Hybrid menunjukkan performa yang cukup impresif untuk kelas hybrid e-bike. Sepeda ini dibekali motor listrik dengan lima level pedal assist yang dapat diatur sesuai kebutuhan pengguna.
Pada mode pertama saja, kecepatan 20 km/jam sudah terasa ringan dicapai tanpa perlu tenaga besar. Ketika masuk ke level tertinggi, sepeda mampu melaju hingga sekitar 32 km/jam.
“Naik tanjakan jadi jauh lebih enteng. Buat touring atau jalur panjang sangat membantu,” ungkap pengulas dalam video review.
Sistem pedal assist bekerja secara responsif sehingga tenaga tambahan langsung terasa ketika kayuhan mulai berat. Meski begitu, pengguna tetap harus mengayuh pedal karena motor tidak bekerja penuh seperti motor listrik murni.
Polygon juga menyematkan suspensi depan travel 80 mm yang membantu meredam getaran saat melewati jalan rusak, kerikil, atau jalur tanah ringan. Hal ini membuat Kalosi terasa lebih nyaman dibanding sepeda hybrid biasa tanpa suspensi.
Ban berukuran 700x38c yang digunakan juga cukup mendukung untuk kebutuhan touring dan commuting. Rolling terasa ringan di jalan aspal, tetapi masih aman dipakai ke jalur semi-offroad ringan.
Baterai Removable dan Jarak Tempuh Hingga 95 Kilometer
Salah satu fitur menarik Polygon Kalosi Hybrid adalah baterainya yang dapat dilepas atau removable battery. Pengguna cukup membuka pengunci lalu menarik baterai keluar untuk proses pengisian daya.
Dengan kapasitas penuh, sepeda ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 95 kilometer tergantung mode penggunaan dan kondisi medan.
Waktu pengisian baterai membutuhkan sekitar 6 sampai 8 jam hingga penuh. Polygon juga sudah melengkapi baterainya dengan sistem perlindungan tahan air dan Battery Management System (BMS) untuk menjaga keamanan penggunaan.
“Kalau habis dipakai tinggal charge semalaman dan besok sudah siap dipakai lagi,” jelas reviewer.
Selain itu, Polygon memberikan garansi baterai selama dua tahun dan garansi frame hingga lima tahun. Hal tersebut menjadi poin penting karena pengguna e-bike umumnya cukup memperhatikan durability baterai untuk penggunaan jangka panjang.
Nyaman Buat Rekreasi, Tapi Bobot Jadi Kekurangan Utama
Meski menawarkan banyak kelebihan, Polygon Kalosi Hybrid tetap memiliki beberapa catatan. Salah satu yang paling terasa adalah bobot sepeda yang cukup berat dibanding sepeda konvensional biasa.
Bobot tersebut memang wajar karena adanya motor dan baterai tambahan. Namun ketika harus didorong atau diangkat, pengguna akan langsung merasakan perbedaannya.
Kekurangan lain terdapat pada roda belakang yang belum menggunakan quick release. Saat ban belakang bocor, pengguna membutuhkan alat tambahan untuk melepas roda sehingga prosesnya tidak sepraktis sepeda modern lainnya.
Dari sisi groupset, Polygon masih menggunakan Shimano Altus yang tergolong standar untuk e-bike entry level. Namun performanya dinilai masih cukup untuk kebutuhan commuting dan touring santai.
Dengan harga di kisaran Rp15 hingga Rp16 jutaan, Polygon Kalosi Hybrid tetap menjadi salah satu pilihan menarik bagi pengguna yang ingin mencoba pengalaman gowes lebih santai, nyaman, dan modern tanpa harus membeli e-bike premium dengan harga terlalu tinggi.
Editor : M. Helmi Nurhisam