JAKARTA - Gelombang transisi energi di sektor transportasi tanah air bersiap memasuki babak baru yang lebih agresif. Pemerintah dipastikan bakal memberikan insentif terbaru untuk pembelian motor listrik pada tahun 2026 ini. Langkah strategis tersebut digulirkan guna mengawal jalannya peta jalan nasional yang sejalan dengan arahan ketat dari Presiden, yakni menargetkan seluruh kendaraan operasional masyarakat di masa depan wajib berbasis listrik sepenuhnya.
Saat ini, otoritas fiskal dan sektor industri tengah mengkaji secara mendalam perihal besaran nominal subsidi motor listrik 2026 yang akan dikucurkan ke pasar domestik. Evaluasi ini dilakukan setelah pada periode tahun 2024 lalu, pemerintah sukses menggelontorkan stimulus berupa subsidi sebesar Rp7 juta per unit unit armada setrum. Perumusan regulasi anyar tersebut kini sedang dibahas intensif secara lintas sektoral antara jajaran Kementerian Perindustrian bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa.
Motor Bensin Dialihkan Penuh untuk Pasar Ekspor
Di tengah masifnya dorongan penguatan kapasitas manufaktur armada ramah lingkungan, pemerintah menegaskan tidak akan mematikan industri otomotif lama secara sepihak. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa aktivitas produksi motor konvensional berbasis bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri akan tetap berjalan normal seperti biasa. Namun, alokasi distribusinya akan mengalami pergeseran radikal demi mengosongkan pasar dalam negeri bagi kendaraan listrik.
"Kita tidak perlu menyetop produksi motor berbasis konvensional. Pabrikan tetap bisa memproduksi motor bensin tersebut, namun nanti kita arahkan penuh untuk memenuhi kebutuhan produk-produk ekspor ke negara-negara lain, khususnya ke wilayah Afrika, Middle East (Timur Tengah), maupun Amerika Selatan," ujar Menperin Agus Gumiwang. Melalui strategi paralel ini, pabrikan lokal dipaksa mulai memperkuat kapasitas produksi motor listrik untuk menguasai pasar domestik, sembari tetap mendatangkan devisa lewat sisa pasar motor konvensional di luar negeri.
Skema Stimulus Mobil Listrik Masih Tahap Diskusi
Peta jalan transisi energi bersih yang digarap oleh kementerian terkait rupanya tidak hanya mandek pada kendaraan roda dua saja. Pemerintah menetapkan target jangka panjang yang mencakup peralihan moda transportasi massal dan niaga yang lebih besar, mulai dari mobil listrik, truk, hingga bus kota. Keberhasilan Tiongkok dalam membangun ekosistem kendaraan setrum yang merajai dunia kini menjadi kiblat utama yang ingin direplikasi oleh jajaran kabinet.
Merespons hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah meninjau kembali arah kebijakan fiskal nasional, termasuk kemungkinan pemberian insentif mobil listrik pada tahun 2026 yang dirakit langsung dari pabrik-pabrik lokal di Indonesia. Kendati demikian, Menkeu Purbaya mengakui formulasi final mengenai aturan ini belum sepenuhnya rampung karena masih memerlukan koordinasi mendalam bersama pelaku industri otomotif.
"Diskusinya belum selesai. Kami tidak hanya berbicara soal pameran mobil, tapi juga mendiskusikan formula insentif seperti apa yang paling tepat untuk mobil listrik dan lain-lain ke depannya. Dalam waktu dekat, saya masih akan bertemu lagi dengan mereka dan berkoordinasi langsung dengan Menteri Perindustrian untuk mematangkan regulasi ini," pungkas Menkeu Purbaya di hadapan awak media.
Editor : Natasha Eka Safrina