JAKARTA - Ajang pameran otomotif bergengsi Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) yang berlangsung di akhir tahun lalu sukses menjadi panggung unjuk gigi bagi lini kendaraan masa depan ramah lingkungan. Di antara deretan kendaraan setrum yang memadati area pameran, booth produsen elektronik lokal menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung. Magnet utamanya tidak lain adalah kehadiran Polytron Fox 500, sebuah motor listrik flagship berdimensi bongsor yang digadang-gadang siap menggebrak pasar domestik lewat performa dan spesifikasi kelas berat.
Langkah pabrikan meluncurkan varian tertinggi ini kian menegaskan dominasi mereka di segmen kendaraan roda dua berbasis baterai. Secara tampilan fisik, Polytron Fox 500 menyajikan impresi visual yang sangat kekar dan premium. Area fasia depan langsung mencuri perhatian lewat pengaplikasian windshield plastik berprofil cukup tinggi yang dirancang aerodinamis. Sistem pencahayaannya sendiri sudah mengadopsi teknologi full LED dengan konfigurasi lampu utama yang ditarik ke atas menyerupai bentuk telinga kucing yang agresif, lengkap dengan pemanis Daytime Running Light (DRL) dan aksen logo berlapis krom mewah.
Ketangguhan sektor estetika ini ditopang oleh sektor kaki-kaki depan yang kokoh, mengandalkan suspensi model hidraulis yang disandingkan dengan penggunaan ban lebar merek Asendo berukuran 110/70 ring 14. Ukuran yang tergolong gambot ini memberikan stabilitas tinggi saat motor melaju dalam kecepatan menengah hingga tinggi.
Inovasi Penggerak Fanbelt Terbesar di Kelasnya
Berbeda dengan sebagian besar armada setrum di kelasnya yang menggunakan penggerak langsung pada roda, Polytron Fox 500 mengusung teknologi mekanis yang cukup fenomenal. Motor listrik ini mengadopsi sistem penggerak tengah (mid drive) yang menyalurkan daya menuju roda belakang menggunakan komponen tali kipas atau fanbelt lansiran Talingo Syncro Power. Seluruh sistem pemindah daya ini tertutup dengan sangat rapi oleh arm cover berbahan plastik solid yang estetik.
Inovasi tersebut dipadukan dengan lingkar roda belakang super gambot berukuran 140/60 ring 14, menjadikannya sebagai salah satu profil ban terbesar di kelas motor listrik saat ini. Untuk menghentikan laju kendaraan, pabrikan menyematkan sistem pengereman cakram (disc brake) yang responsif baik di roda depan maupun roda belakang.
Beralih ke sektor performa bodi, skuter maksi ini dibekali dapur pacu elektrik bertenaga 5.000 watt. Di atas kertas, pasokan daya tersebut diklaim sanggup melesatkan kendaraan hingga kecepatan puncak (top speed) 130 km/jam, dengan daya jelajah baterai yang juga menyentuh angka aman 130 kilometer untuk kebutuhan komuter harian.
Fitur Melimpah dengan Guyuran Diskon Spesial
Sebagai model andalan di kasta tertinggi, aspek fungsionalitas dan keselamatan berkendara menjadi prioritas utama. Pada area kemudi, pengendara disuguhkan panel instrumen kombinasi analog dan digital yang sangat informatif, menyajikan data kecepatan, jam digital, indikator baterai, hingga jarak perjalanan (trip meter). Fitur modern seperti Cruise Control, Reverse Assist (gigi mundur), lampu hazard, tombol passing high beam, serta parking mode sudah menjadi kelengkapan standar yang siap memudahkan mobilitas harian konsumen.
Aspek kepraktisan juga terlihat dari ruang bagasi bawah jok yang super luas dengan dimensi kesetaraan menyerupai skutik bensin premium Yamaha XMAX. Di dalam bagasi tersebut, terdapat saklar pengaman (safety switch) yang dilapisi karet khusus anti-konsleting untuk menghindarkan cipratan air. Menutup seluruh daya tariknya, Polytron Fox 500 ditawarkan dengan harga normal Rp43 juta OTR Jakarta. Namun, khusus selama periode pameran, pabrikan memberikan stimulus berupa diskon potongan harga spesial yang membuat harganya terpangkas menjadi hanya Rp38,1 jutaan saja.
Editor : Natasha Eka Safrina