Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Awalnya Dibeli untuk Touring, Setelah 5.000 Km Pemilik Justru Sebut Indomobil eMotor Tirano Lebih Cocok Jadi Motor Harian

M. Helmi Nurhisam • Selasa, 2 Juni 2026 | 18:39 WIB
Pemilik Indomobil eMotor Tirano mengaku motor listrik adventure ini ternyata lebih cocok untuk harian setelah menempuh 5.000 km. (Pinterest)
Pemilik Indomobil eMotor Tirano mengaku motor listrik adventure ini ternyata lebih cocok untuk harian setelah menempuh 5.000 km. (Pinterest)

Radar Tulungagung - Popularitas motor listrik di Indonesia terus meningkat seiring hadirnya berbagai model dengan karakter berbeda. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah Indomobil eMotor Tirano, skuter listrik bergaya adventure yang menawarkan tampilan gagah lengkap dengan rak barang dan crash bar layaknya motor penjelajah.

Namun, bagaimana pengalaman nyata setelah digunakan dalam jangka panjang?

YouTuber otomotif Om Faiz membagikan pengalamannya setelah menggunakan Indomobil eMotor Tirano selama sekitar delapan bulan. Motor tersebut telah menempuh lebih dari 5.000 kilometer dan digunakan untuk aktivitas harian hingga touring lintas provinsi.

Dalam pengakuannya, Om Faiz menegaskan bahwa unit yang digunakan merupakan motor hasil pembelian pribadi, bukan kendaraan pinjaman dari pabrikan. Karena itu, seluruh penilaian yang diberikan murni berdasarkan pengalaman sebagai pengguna.

Baca Juga: 12 HP Harga Rp 1 Jutaan Terbaik Awal 2026, Ada Oppo A6, Samsung Galaxy A07 hingga Itel S25 Ultra dengan Spek Makin Menggoda

Sudah Menempuh Ribuan Kilometer dan Dua Kali Touring

Sejak dimiliki, Tirano digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas syuting hingga perjalanan jarak jauh.

Touring pertama dilakukan dengan menjelajahi sejumlah wilayah di Banten. Saat itu motor bahkan sempat kehabisan daya baterai sebelum mencapai tujuan sehingga harus mengisi ulang listrik di sebuah warung.

Pengalaman yang lebih menantang terjadi ketika Tirano digunakan untuk perjalanan Tangerang-Madiun pulang pergi. Total perjalanan mencapai sekitar 1.883 kilometer dengan rute yang melintasi Pantura, Semarang, Salatiga, Madiun, Pacitan, Yogyakarta, Pangandaran hingga kembali ke Tangerang.

Untuk menunjang perjalanan tersebut, motor menggunakan baterai tambahan dan charger adjustable yang memudahkan proses pengisian daya selama touring.

 

Tampilan Adventure Jadi Daya Tarik Utama

Tidak dapat dipungkiri, desain menjadi salah satu alasan utama Tirano banyak diminati konsumen.

Motor ini hadir dengan rak depan berkapasitas besar, dudukan side bag, bracket top box, hingga crash bar yang sudah terpasang dari pabrik. Tampilan tersebut membuatnya terlihat seperti motor petualang yang siap digunakan untuk perjalanan jauh.

Menurut Om Faiz, desain inilah yang awalnya membuat dirinya tertarik menggunakan Tirano sebagai kendaraan touring.

"Tampilannya memang motor adventure buat touring," ujarnya.

Namun seiring bertambahnya jarak tempuh dan pengalaman berkendara, kesimpulan yang diperoleh justru berbeda dari ekspektasi awal.

Baca Juga: 12 HP Harga Rp 1 Jutaan Terbaik Awal 2026, Ada Oppo A6, Samsung Galaxy A07 hingga Itel S25 Ultra dengan Spek Makin Menggoda

Lebih Nyaman untuk Mobilitas Harian

Setelah menjalani berbagai perjalanan, termasuk touring hampir 2.000 kilometer, Om Faiz menilai Tirano sebenarnya lebih cocok digunakan sebagai kendaraan harian.

Motor listrik ini dinilai memiliki performa yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kecepatan puncaknya mencapai sekitar 85 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 80 kilometer dalam penggunaan normal.

Selain itu, biaya operasional yang rendah menjadi nilai tambah tersendiri. Pengguna tidak perlu melakukan penggantian oli, filter udara, maupun perawatan rutin seperti pada motor konvensional.

Selama lebih dari 5.000 kilometer penggunaan, motor juga nyaris tidak mengalami gangguan berarti.

"Kalau buat harian sih ini sudah cocok banget," ungkapnya.

Ada Catatan pada Sektor Rangka

Meski memberikan banyak apresiasi, Om Faiz juga mengungkapkan beberapa kekurangan yang dirasakan.

Salah satu catatan terletak pada karakter rangka yang menurutnya kurang ideal ketika motor dipacu dalam kecepatan tinggi. Ia mengaku merasakan getaran pada bagian rangka utama saat motor digunakan secara agresif.

Kondisi tersebut membuat Tirano dianggap kurang cocok untuk dimodifikasi ekstrem demi mengejar performa tinggi.

Menurutnya, bagi pengguna yang mencari motor listrik untuk hobi, balap, atau modifikasi kecepatan tinggi, masih ada pilihan lain yang lebih sesuai.

Sebaliknya, bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan harian dengan desain menarik, fitur lengkap, serta biaya perawatan rendah, Tirano dinilai tetap menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

Pengalaman selama delapan bulan penggunaan menunjukkan bahwa keunggulan utama Indomobil eMotor Tirano bukan terletak pada kemampuan touring jarak jauh, melainkan sebagai motor listrik harian yang praktis, nyaman, dan minim perawatan.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#touring motor listrik #Indomobil EMotor Tirano #motor listrik adventure #motor listrik harian #review Tirano 5000 km