Radar Tulungagung - Kemampuan motor listrik menghadapi tanjakan ekstrem masih menjadi perhatian calon konsumen. Menjawab rasa penasaran tersebut, kanal YouTube Kurniawan Restu melakukan tes tanjakan Polytron Fox 350 di kawasan Tanjakan Cinomati, Yogyakarta.
Tanjakan Cinomati dikenal sebagai salah satu jalur ekstrem dengan tikungan tajam dan elevasi curam. Kondisi tersebut dinilai cocok untuk menguji kemampuan sebenarnya dari Polytron Fox 350, terutama saat membawa beban berat.
Dalam pengujian ini, motor digunakan dalam kondisi standar pabrik tanpa modifikasi performa. Unit hanya menggunakan spion dan holder ponsel sebagai tambahan aksesori. Saat tes dilakukan, odometer menunjukkan jarak tempuh 282 kilometer dengan kapasitas baterai tersisa 83 persen.
Uji Pertama: Beban 160 Kilogram Gagal Menaklukkan Tanjakan
Pengujian pertama dilakukan dengan total beban sekitar 160 kilogram. Beban tersebut terdiri dari dua orang dengan tambahan baterai seberat 18 kilogram.
Mode berkendara yang digunakan adalah mode S atau mode sport untuk mendapatkan tenaga maksimal.
Pada awal tanjakan, Polytron Fox 350 masih mampu melaju dengan cukup baik. Tikungan pertama dan kedua dapat dilalui tanpa kendala berarti. Namun, saat memasuki tanjakan utama yang lebih panjang dan curam, tenaga motor mulai berkurang.
Beberapa meter sebelum mencapai puncak, motor akhirnya menyerah. Indikator huruf "M" muncul di panel instrumen sebagai tanda motor mengalami overheat pada bagian dinamo.
Penguji pun memutuskan menghentikan percobaan demi menjaga komponen motor tetap aman.
"Kalau sudah muncul overhead seperti ini, jangan dipaksakan. Lebih baik berhenti dulu sampai suhu kembali normal," ujar Kurniawan Restu dalam videonya.
Menariknya, setelah didiamkan beberapa menit, indikator tersebut kembali normal dan motor dapat digunakan seperti biasa.
Uji Kedua: Beban 140 Kilogram Berhasil Sampai Puncak
Setelah beristirahat sejenak, pengujian kembali dilakukan dengan mengurangi beban sekitar 18 kilogram. Kali ini total beban menjadi sekitar 140 kilogram.
Hasilnya jauh berbeda.
Dengan mode S dan bukaan gas penuh, Polytron Fox 350 berhasil melewati tanjakan Cinomati hingga puncak. Meski tenaga mulai terasa berat pada bagian akhir tanjakan, motor tetap mampu menyelesaikan tantangan tersebut.
Namun demikian, indikator "M" kembali muncul sesaat setelah motor berhasil mencapai garis akhir pengujian.
Meski begitu, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Fox 350 masih memiliki kemampuan yang cukup baik untuk menghadapi tanjakan ekstrem selama bobot yang dibawa tidak berlebihan.
Fitur Hill Start Assist Bekerja Optimal
Selain menguji tenaga, fitur hill start assist juga turut dicoba dalam kondisi jalan menanjak.
Fitur ini bekerja dengan menahan motor agar tidak mundur saat berhenti di tanjakan. Pengendara cukup menekan tuas rem selama beberapa detik hingga sistem aktif.
Saat tuas rem dilepas, motor tetap diam di tempat tanpa meluncur ke belakang. Sistem akan otomatis nonaktif ketika pengendara mulai menarik gas.
Fitur ini dinilai sangat membantu, terutama bagi pengguna yang sering berkendara di daerah berbukit atau padat lalu lintas.
Kesimpulan: Masih Andal untuk Kebutuhan Harian
Berdasarkan hasil pengujian, Polytron Fox 350 terbukti mampu menaklukkan tanjakan ekstrem seperti Cinomati dengan total beban sekitar 140 kilogram.
Namun, untuk beban mencapai 160 kilogram, motor mulai kewalahan dan berpotensi mengalami overheat pada dinamo jika dipaksakan terus-menerus.
Dengan demikian, pengguna disarankan memperhatikan kapasitas beban saat berkendara di jalur menanjak. Untuk penggunaan harian dengan satu hingga dua penumpang berbobot normal, Polytron Fox 350 masih tergolong mumpuni.
Apalagi motor listrik ini juga dibekali fitur modern seperti hill start assist, cruise control, regenerative braking, serta jarak tempuh yang cukup panjang untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Editor : Maylanni Diana Fitri