Radar Tulungagung – Kehadiran Honda CUV e menjadi salah satu sorotan di pasar motor listrik Indonesia. Setelah diperkenalkan pertama kali secara global di Indonesia pada Oktober lalu, kini motor listrik terbaru Honda tersebut akhirnya bisa dijajal langsung lengkap dengan harga resminya.
Harga yang ditawarkan pun sukses membuat banyak orang terkejut. Honda CUV e dijual dalam dua varian, yakni tipe standar seharga Rp54.450.000 on the road Jakarta dan tipe RoadSync Duo yang dibanderol Rp59.650.000 on the road Jakarta.
Dengan banderol nyaris menyentuh Rp60 juta, muncul pertanyaan besar di kalangan pecinta otomotif: apakah Honda CUV e layak dibeli, atau justru kalah menarik dibanding TVS iQube maupun Polytron yang menawarkan harga lebih kompetitif?
Impresi Berkendara: Stabil tetapi Suspensinya Keras
Secara ergonomi, Honda CUV e memiliki tinggi jok 761 mm sehingga cukup ramah untuk postur rata-rata pengendara Indonesia. Posisi kaki saat berhenti masih nyaman, meski bagian depan jok terasa cukup lebar sehingga membuat kaki sedikit mengangkang.
Karakter jok juga menjadi perhatian. Busa jok terasa padat dan cenderung keras. Dipadukan dengan kulit jok yang agak licin, pengendara berpotensi cepat lelah saat digunakan dalam perjalanan jauh.
Di sisi lain, area dek kaki tergolong luas karena tidak terdapat tonjolan seperti pada Honda Vario. Ruang kaki yang lega membuat motor ini tetap nyaman bagi pengendara dengan tinggi badan di atas 175 cm.
Bobot motor mencapai 117 kg untuk tipe standar dan 118 kg pada varian RoadSync. Dua baterai yang ditempatkan di bawah jok membuat pusat gravitasi terasa lebih tinggi. Akibatnya, saat bermanuver pengendara perlu sedikit mengandalkan gerakan tubuh.
Meski demikian, handling motor terasa stabil. Saat diajak menikung, motor memberikan rasa percaya diri berkat ban berukuran besar yang mampu menghasilkan grip baik di berbagai kondisi jalan.
Performa Motor Listrik Halus, Top Speed 83 Km/Jam
Honda CUV e menggunakan motor listrik model side drive dengan tenaga maksimum sekitar 8 hp atau setara motor bensin 110 cc. Sementara torsinya mencapai 22 Nm.
Karakter akselerasinya terasa halus dan tidak menghentak. Pengendara dapat memilih tiga mode berkendara, yakni Econ, Standard, dan Sport.
Mode Econ dirancang untuk efisiensi baterai dengan akselerasi lembut. Mode Standard menawarkan karakter linear, sedangkan mode Sport menjadi pilihan paling menyenangkan karena respons gas terasa lebih spontan dan bertenaga.
Honda mengklaim kecepatan maksimal motor ini mencapai 83 km/jam, angka yang dinilai sudah cukup untuk penggunaan harian maupun berkendara di jalan raya perkotaan.
Jarak Tempuh Jadi Sorotan
Salah satu hal yang paling banyak diperdebatkan adalah kemampuan jelajahnya.
Honda CUV e dibekali dua baterai Honda Mobile Power Pack e. Masing-masing memiliki bobot sekitar 10 kg dengan kapasitas sekitar 1,5 kWh.
Dalam kondisi penuh, Honda mengklaim motor ini mampu menempuh jarak hingga 80,7 kilometer.
Namun, angka tersebut tergolong biasa saja untuk motor listrik di kelas harganya. Beberapa kompetitor seperti TVS iQube maupun Polytron telah menawarkan jarak tempuh hingga sekitar 100 kilometer dalam sekali pengisian.
Meski demikian, untuk kebutuhan harian seperti perjalanan rumah ke kantor dengan jarak sekitar 20–25 kilometer pulang-pergi, kemampuan tersebut dinilai masih memadai.
Fitur Melimpah, RoadSync Jadi Andalan
Dari sisi fitur, Honda CUV e tampil modern. Seluruh sistem pencahayaan sudah menggunakan LED. Varian standar dibekali panel instrumen TFT 5 inci, sementara tipe RoadSync menggunakan layar TFT 7 inci.
Versi tertinggi bahkan telah memiliki navigasi GPS terintegrasi yang mampu menampilkan peta secara langsung. Pengendara juga dapat menemukan lokasi penukaran baterai melalui tampilan tersebut.
Selain itu tersedia konektivitas Bluetooth, WiFi, USB Type-C, Smart Key System, hingga kontrol musik melalui tombol di setang.
Secara keseluruhan, Honda CUV e memang menghadirkan kesan premium dengan kualitas rakitan khas Honda dan fitur melimpah. Namun, harga tinggi serta jarak tempuh yang belum unggul dibanding rival menjadi pertimbangan penting sebelum meminangnya.
Bagi konsumen yang mengutamakan teknologi, kenyamanan tanpa getaran, dan status sebagai motor listrik global Honda, CUV e bisa menjadi pilihan menarik. Namun bagi pemburu efisiensi dan value for money, kompetitor masih menawarkan alternatif yang sulit diabaikan.
Editor : Maylanni Diana Fitri