JAKARTA – Honda Icon e semakin menunjukkan diri sebagai salah satu motor listrik yang paling masuk akal untuk penggunaan harian di Indonesia. Setelah diuji dalam berbagai kondisi jalan, motor listrik seharga Rp28 juta ini menawarkan karakter berkendara yang ringan, praktis, dan mudah dikendalikan, terutama untuk mobilitas perkotaan.
Dibandingkan beberapa motor listrik lain yang berfokus pada performa instan, Honda Icon e justru mengedepankan kenyamanan dan kemudahan penggunaan. Dimensi bodinya yang ramping membuat motor ini terasa lincah saat melintasi kemacetan maupun jalan sempit di kawasan perkotaan.
Dengan bobot sekitar 89 kilogram tanpa baterai dan sekitar 100 kilogram saat baterai terpasang, Honda Icon e menjadi salah satu motor listrik Honda yang paling mudah dikendalikan oleh berbagai kalangan pengguna.
Dimensi Kompak Jadi Keunggulan
Salah satu daya tarik utama Honda Icon e adalah ukuran bodinya yang kompak. Motor ini menggunakan roda depan berukuran 12 inci dan roda belakang 10 inci yang membuat manuver terasa ringan.
Tinggi jok yang hanya 742 mm juga menjadi nilai tambah. Pengendara dengan tinggi badan sekitar 170 cm dapat menapak dengan mudah menggunakan kedua kaki. Hal ini membuat motor terasa ramah bagi pemula maupun pengendara bertubuh tidak terlalu tinggi.
Meski demikian, posisi baterai yang ditempatkan di bawah dek membuat area pijakan kaki sedikit lebih tinggi dibanding motor matik konvensional. Namun kondisi tersebut masih tergolong nyaman untuk penggunaan sehari-hari.
Keuntungan lain dari desain tersebut adalah tersedianya dek kaki yang sangat luas. Pengguna dapat membawa galon air mineral, kardus, maupun barang bawaan lain dengan lebih mudah dibanding sebagian motor listrik lainnya.
Suspensi dan Kenyamanan Cukup Baik
Dari sisi kenyamanan, Honda Icon e menawarkan karakter suspensi yang berada di tengah-tengah antara empuk dan keras.
Suspensi depan mampu meredam guncangan dengan cukup baik, sementara suspensi belakang ganda masih nyaman digunakan meski membawa beban tambahan. Dalam pengujian dengan bobot pengendara dan penumpang mencapai sekitar 150 kilogram, suspensi masih mampu bekerja dengan baik tanpa gejala ambles berlebihan.
Jok khas Honda yang cenderung padat memang tidak terlalu empuk, tetapi masih nyaman karena didukung karakter suspensi yang cukup baik untuk penggunaan perkotaan.
Fitur Sederhana tetapi Fungsional
Honda Icon e memang tidak menawarkan fitur berlebihan. Namun sejumlah fitur yang tersedia dinilai sudah cukup memenuhi kebutuhan harian.
Lampu depan, lampu sein, dan lampu belakang sudah menggunakan teknologi LED. Motor ini juga dilengkapi layar digital dengan informasi kecepatan, indikator baterai, odometer, serta pilihan mode berkendara.
Tersedia dua mode berkendara, yaitu Standard dan ECON. Selain itu terdapat kompartemen penyimpanan depan yang dilengkapi port USB Type-A untuk mengisi daya smartphone saat perjalanan.
Salah satu nilai jual terbesar motor ini adalah bagasi berkapasitas sekitar 21 liter. Ruang penyimpanan tersebut mampu menampung helm, charger, jas hujan, hingga berbagai perlengkapan harian lainnya.
Baca Juga: Honda Icon e: Motor Listrik Termurah Honda Rp28 Juta, Punya Bagasi 26 Liter dan Jarak Tempuh 53 Km
Baterai Fleksibel dan Aman
Honda membekali Icon e dengan baterai lithium bertegangan 48 volt dan kapasitas 30,6 Ah. Baterai tersebut memiliki sertifikasi keselamatan internasional yang diklaim mampu memberikan perlindungan lebih baik terhadap risiko kerusakan maupun kebakaran.
Keunggulan lain adalah sistem pengisian daya yang fleksibel. Pengguna dapat mengisi daya langsung melalui motor atau melepas baterai untuk diisi di rumah, apartemen, maupun kantor.
Waktu pengisian daya dari kondisi kosong hingga penuh mencapai sekitar 7 jam 20 menit. Sementara pengisian dari 25 persen ke 75 persen membutuhkan waktu sekitar 3 jam 30 menit.
Performa Cukup untuk Mobilitas Kota
Honda Icon e menggunakan motor listrik tipe hub drive dengan tenaga maksimum 2,46 PS dan torsi 85 Nm pada putaran rendah.
Pada mode ECON, karakter tenaga dibuat sangat halus untuk memaksimalkan efisiensi baterai. Namun respons akselerasinya terasa lambat dengan kecepatan puncak sekitar 49 km per jam.
Sementara pada mode Standard, akselerasi menjadi lebih responsif dan kecepatan maksimum dapat mencapai sekitar 58 hingga 59 km per jam.
Meski demikian, motor ini memang tidak dirancang untuk medan berat atau tanjakan ekstrem. Dalam pengujian pada tanjakan sekitar 15 derajat, mode ECON kesulitan mencapai puncak, sedangkan mode Standard masih mampu menanjak meski dengan kecepatan rendah.
Karena itu, Honda Icon e lebih cocok digunakan sebagai kendaraan komuter untuk perjalanan harian di area perkotaan dengan jarak relatif pendek. Dengan karakter yang ringan, praktis, serta biaya operasional rendah, motor listrik ini menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin mulai beralih ke kendaraan listrik.
Editor : Dyah Wulandari