JAKARTA - Pasar kendaraan ramah lingkungan di tanah air kedatangan penantang baru yang siap mengacak-acak dominasi pabrikan yang sudah ada. Produsen otomotif raksasa asal Vietnam, VinFast resmi masuk Indonesia dengan membawa strategi anti-mainstream yang berpotensi mengubah total peta persaingan. Tidak tanggung-tanggung, mereka langsung memperkenalkan tiga lini skuter elektrik sekaligus yang menyasar berbagai segmen konsumen. Gebrakan ini diprediksi menjadi angin segar bagi percepatan transisi kendaraan hijau di dalam negeri.
Kehadiran VinFast resmi masuk Indonesia bukan sekadar untuk jualan unit kendaraan lalu pergi begitu saja. Jenama asal negeri naga biru ini berkomitmen melakukan investasi gila-gilaan pada sektor infrastruktur pendukung dengan membangun ekosistem stasiun penukaran baterai secara masif. Langkah berani ini sengaja diambil untuk memotong akar masalah yang selama ini memicu keraguan terbesar masyarakat, yakni perihal durasi pengisian daya dan lokasi pengisian baterai saat berada di perjalanan harian.
Sebagai bagian dari strategi penetrasi pasar yang agresif, VinFast resmi masuk Indonesia dengan menawarkan dua opsi kepemilikan armada yang sangat fleksibel bagi konsumen. Opsi pertama adalah skema beli putus di mana konsumen membeli unit motor listrik beserta dua buah baterai sekaligus sebagai hak milik penuh. Sementara opsi kedua yang menjadi senjata utama mereka adalah skema langganan baterai atau sistem sewa bulanan. Opsi sewa ini dinilai sangat cerdas untuk meruntuhkan tembok penghalang harga modal awal yang biasanya dikeluhkan terlampau mahal oleh calon pembeli.
Daftar Harga Tiga Model Utama VinFast di Indonesia
Melalui skema langganan baterai inovatif tersebut, harga jual yang ditawarkan ke publik menjadi sangat kompetitif. Model paling terjangkau yang menjadi entry-level adalah VinFast EVO yang dibanderol hanya di kisaran Rp 18 jutaan saja. Namun, jika konsumen memilih metode beli putus, harganya melonjak ke angka Rp 26 jutaan dengan selisih mencapai Rp 8 juta. Model kedua yang menempati segmen menengah yaitu VinFast Velis 2 dipasarkan mulai dari harga Rp 20 jutaan dengan skema sewa. Sedangkan untuk kasta tertinggi atau model premium yang diberi nama VinFast Viper, dipatok pada kisaran harga Rp 24 jutaan melalui skema langganan yang sama.
Secara teknis, ketiga model skuter elektrik andalan VinFast ini dibangun di atas fondasi perangkat keras (hardware) yang serupa dan tangguh. Ketiganya dipersenjatai oleh motor penggerak berjenis BLDC In-Wheel yang mampu memuntahkan tenaga maksimal hingga 5.200 Watt. Output daya sebesar itu dinilai lebih dari cukup untuk menunjang kelincahan berkendara membelah kemacetan kota maupun menaklukkan jalur tanjakan curam. Selain itu, suplai daya utama disokong oleh dua unit baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas masing-masing 1,5 kWh yang diletakkan secara ergonomis di bawah jok motor. Desain penempatan baterai ini menyisakan ruang bagasi yang sangat lapang guna menampung helm ataupun jas hujan.
Adu Spesifikasi, Jarak Tempuh, dan Jendela Pemesanan
Kendati memiliki basis sasis dan motor penggerak yang identik, terdapat diferensiasi performa yang cukup menarik untuk disimak. Di sektor kecepatan puncak (top speed), model VinFast EVO mentok di angka 80 km/jam, sedikit di bawah Velis 2 dan Viper yang mampu melesat hingga kecepatan 90 km/jam. Meski kecepatannya paling rendah, model EVO justru menjadi jawara dalam urusan efisiensi jarak tempuh operasional. Dalam kondisi dua baterai terisi penuh, VinFast EVO sanggup menjelajah sejauh 150 kilometer. Angka ini unggul tipis dari Velis 2 dan Viper yang memiliki daya jelajah maksimal sejauh 145 kilometer dalam kondisi berkendara standar.
Bagi konsumen yang tertarik meminang moda transportasi futuristik ini, pintu pemesanan awal (pre-order) telah resmi dibuka sejak 20 Mei 2026 melalui situs resmi perusahaan. Masa penawaran eksklusif ini terhitung sangat singkat karena hanya berlangsung selama satu bulan penuh dan akan ditutup rapat pada tanggal 20 Juni 2026. Guna memikat para early adopters, pihak pabrikan memberikan insentif finansial berupa potongan harga langsung senilai Rp 1,6 juta. Syaratnya, konsumen cukup menyetorkan uang tanda jadi atau booking fee sebesar Rp 1 juta yang bersifat non-refundable atau tidak dapat diuangkan kembali. Unit kloter pertama dijadwalkan akan mulai dikirimkan kepada konsumen pada bulan Juni 2026 ini juga.
Editor : Vicky Permana Saputra