RADAR TULUNGAGUNG - Kehadiran Honda CUV menjadi bukti keseriusan Honda dalam memasuki pasar motor listrik premium di Indonesia. Dengan tampilan futuristis yang nyaris identik dengan motor konsep, Honda CUV langsung mencuri perhatian pecinta otomotif sejak pertama kali diperkenalkan.
Namun apakah motor listrik ini benar-benar cocok digunakan sebagai kendaraan harian? Setelah diuji dalam penggunaan nyata selama lima hari, muncul sejumlah temuan menarik mengenai kelebihan dan kekurangan Honda CUV.
Tampilan Futuristis Bak Motor Masa Depan
Baca Juga: Perombakan Birokrasi Pemkab Tulungagung Mulai Mengemuka, Pejabat OPD Bakal Jalani Uji Kompetensi
Jika melihat desainnya sekilas, Honda CUV memang terlihat berbeda dibanding motor listrik lain yang beredar saat ini.
Bentuk bodinya modern dengan garis desain tegas yang membuatnya tampak seperti motor konsep yang baru keluar dari pameran otomotif internasional.
Tak heran karena desain produksinya memang banyak mengambil inspirasi dari model konsep Honda yang diperkenalkan pada Japan Mobility Show 2023.
Fitur Melimpah dan Sangat Modern
Keunggulan utama Honda CUV terletak pada teknologi yang dibawanya.
Panel instrumen TFT berukuran 7 inci menjadi pusat informasi sekaligus hiburan. Melalui konektivitas Honda RoadSync Duo, pengguna dapat mengakses navigasi, musik, hingga panggilan telepon secara langsung.
Kualitas tampilan layar juga sangat baik dengan animasi yang halus dan responsif.
Selain itu tersedia lampu LED, mode berkendara, sistem konektivitas pintar, serta berbagai fitur modern lain yang membuat Honda CUV terasa lebih premium dibanding kebanyakan motor listrik saat ini.
Performa Harian Terasa Natural
Honda membekali motor listrik ini dengan tenaga 8 PS dan torsi 22 Nm.
Meski angka tersebut terlihat lebih kecil dibanding beberapa motor listrik lain yang mengklaim torsi ratusan Nm, karakter tenaga Honda CUV justru terasa lebih natural dan mudah dikendalikan.
Tersedia mode Econ, Standard, dan Sport yang dapat dipilih sesuai kebutuhan berkendara.
Top speed aktualnya mencapai sekitar 85 km/jam, cukup untuk kebutuhan perjalanan sehari-hari maupun penggunaan dalam kota.
Kekurangan pada Baterai dan Jarak Tempuh
Meski unggul dalam fitur, Honda CUV masih menyisakan pekerjaan rumah di sektor baterai.
Motor ini menggunakan dua baterai dengan kapasitas total 2,8 kWh. Waktu pengisian penuh membutuhkan sekitar enam jam.
Dalam pengujian nyata, jarak tempuh yang berhasil dicapai hanya sekitar 73 kilometer hingga baterai benar-benar habis.
Angka tersebut dinilai kurang ideal untuk sebagian pengguna Indonesia yang terbiasa menempuh perjalanan jauh menggunakan sepeda motor.
Bagasi Sangat Terbatas
Masalah lain yang cukup mengganggu adalah kapasitas bagasi.
Posisi dua baterai yang berada di bawah jok membuat ruang penyimpanan hampir tidak tersedia.
Pengguna hanya bisa menyimpan dokumen kendaraan atau perlengkapan kecil. Bahkan jas hujan ukuran besar pun sulit dimasukkan ke dalam bagasi.
Hal ini berbeda dengan sebagian besar motor Honda yang selama ini dikenal memiliki ruang penyimpanan cukup luas.
Kenyamanan Jadi Nilai Tambah
Baca Juga: Perombakan Birokrasi Pemkab Tulungagung Mulai Mengemuka, Pejabat OPD Bakal Jalani Uji Kompetensi
Meski demikian, Honda CUV tetap menawarkan kenyamanan berkendara yang sangat baik.
Jok terasa empuk dan lebar, posisi stang ergonomis, serta ruang kaki cukup lega untuk penggunaan harian.
Karakter pengereman dan akselerasinya juga menjadi salah satu yang terbaik di kelas motor listrik. Respons motor terasa halus tanpa gejala sentakan berlebihan.
Saat menikung maupun melaju pada kecepatan tinggi, motor tetap stabil dan mudah dikendalikan.
Bagi konsumen yang mengutamakan teknologi, kenyamanan, dan kualitas berkendara, Honda CUV menjadi pilihan menarik. Namun bagi pengguna yang membutuhkan jarak tempuh panjang dan bagasi besar, beberapa keterbatasannya perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum membeli.