RADAR TULUNGAGUNG - Honda CUV menjadi salah satu motor listrik yang paling banyak diperbincangkan sejak resmi dipasarkan di Indonesia. Motor listrik terbaru dari Honda ini hadir dengan desain futuristis yang nyaris identik dengan motor konsep yang diperkenalkan pada Japan Mobility Show 2023.
Kehadiran Honda CUV langsung menarik perhatian pecinta otomotif karena menawarkan teknologi dan fitur yang sangat lengkap. Bahkan banyak yang menyebut motor listrik ini sebagai wujud nyata dari motor konsep yang berhasil masuk jalur produksi massal dengan perubahan desain yang sangat minim.
Namun di balik tampilannya yang modern dan fitur berlimpah, Honda CUV ternyata masih menyimpan sejumlah catatan penting yang perlu dipertimbangkan sebelum digunakan sebagai kendaraan harian.
Baca Juga: Perombakan Birokrasi Pemkab Tulungagung Mulai Mengemuka, Pejabat OPD Bakal Jalani Uji Kompetensi
Desain Mirip Motor Konsep, Fitur Jadi Nilai Jual Utama
Honda pertama kali memperkenalkan konsep motor ini melalui Honda SC e: Concept di Jepang. Setelah melalui proses pengembangan, versi produksinya resmi meluncur secara global dan Indonesia menjadi salah satu pasar pertama yang mendapatkannya.
Secara visual, desain Honda CUV masih mempertahankan sekitar 80 persen karakter motor konsepnya. Tampilan futuristis, bodi modern, serta panel instrumen digital berukuran 7 inci membuat motor ini terlihat seperti kendaraan masa depan.
Fitur yang disematkan juga tergolong sangat lengkap. Pengguna dapat menikmati konektivitas melalui aplikasi Honda RoadSync Duo yang memungkinkan akses navigasi, panggilan telepon, musik Spotify, hingga peta digital langsung di layar TFT.
Sistem tampilan tersebut bahkan disebut memiliki animasi yang sangat halus layaknya sebuah tablet yang dipasang pada stang motor.
Baterai dan Jarak Tempuh Jadi Kelemahan Utama
Meski unggul dari sisi teknologi, sektor baterai justru menjadi salah satu kritik terbesar terhadap Honda CUV.
Motor ini menggunakan dua baterai dengan total kapasitas 2,8 kWh. Pengisian daya dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar enam jam. Sementara pengisian dari 25 persen ke 75 persen memerlukan waktu sekitar 2,5 jam untuk satu baterai.
Honda menyediakan dua metode pengisian, yakni pengisian langsung di rumah menggunakan charger serta sistem tukar baterai melalui Honda Power Pack Swap Station.
Sayangnya, infrastruktur penukaran baterai masih terbatas sehingga belum sepenuhnya praktis bagi sebagian pengguna.
Dalam pengujian penggunaan nyata, jarak tempuh Honda CUV tercatat sekitar 73 kilometer hingga baterai benar-benar habis. Angka tersebut masih berada di bawah ekspektasi sebagian konsumen yang mengharapkan motor listrik premium mampu menempuh lebih dari 100 kilometer dalam sekali pengisian.
Bagasi Sangat Terbatas
Baca Juga: Perombakan Birokrasi Pemkab Tulungagung Mulai Mengemuka, Pejabat OPD Bakal Jalani Uji Kompetensi
Kelemahan lain yang cukup terasa adalah kapasitas bagasi.
Dua baterai yang ditempatkan di bawah jok membuat ruang penyimpanan hampir tidak tersisa. Bagasi hanya cukup untuk menyimpan dokumen kendaraan atau perlengkapan kecil.
Pengguna bahkan akan kesulitan memasukkan jas hujan ukuran besar karena sebagian besar ruang telah digunakan untuk menampung baterai.
Performa Harian Tetap Nyaman
Di balik keterbatasan tersebut, Honda CUV tetap menawarkan pengalaman berkendara yang menyenangkan.
Motor listrik ini menghasilkan tenaga sekitar 8 PS dengan torsi 22 Nm dan kecepatan puncak mencapai 85 km/jam. Tersedia tiga mode berkendara yaitu Econ, Standard, dan Sport yang memberikan karakter akselerasi berbeda.
Posisi berkendara juga dirancang ergonomis dengan jok empuk, ruang kaki luas, dan setang yang nyaman untuk penggunaan harian maupun perjalanan dalam kota.
Sistem pengereman menjadi salah satu aspek yang paling mendapat pujian. Karakter rem terasa halus, mudah dikontrol, dan memberikan rasa percaya diri saat berkendara.
Secara keseluruhan, Honda CUV menawarkan paket teknologi yang sangat menarik. Namun keterbatasan jarak tempuh dan kapasitas bagasi membuat motor listrik ini masih lebih cocok bagi pengguna perkotaan dengan mobilitas harian yang tidak terlalu jauh.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula