RADAR TULUNGAGUNG - Honda CUV hadir sebagai salah satu motor listrik paling futuristis yang pernah dipasarkan Honda di Indonesia. Desainnya yang berasal dari motor konsep membuat kendaraan ini tampil berbeda dibandingkan motor listrik lain yang beredar saat ini.
Sejak diperkenalkan ke publik, Honda CUV langsung menjadi pusat perhatian karena membawa berbagai teknologi premium yang sebelumnya hanya ditemukan pada kendaraan konsep. Namun setelah digunakan selama beberapa hari, muncul sejumlah fakta menarik mengenai kemampuan harian motor listrik tersebut.
Bagi calon pembeli yang tertarik dengan Honda CUV, ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang wajib diketahui sebelum memutuskan membelinya.
Baca Juga: Perombakan Birokrasi Pemkab Tulungagung Mulai Mengemuka, Pejabat OPD Bakal Jalani Uji Kompetensi
Fitur Premium Jadi Daya Tarik Terbesar
Keunggulan terbesar Honda CUV terletak pada sektor teknologi.
Motor listrik ini dibekali layar TFT berukuran 7 inci yang dapat terhubung dengan smartphone melalui aplikasi Honda RoadSync Duo. Pengguna bisa mengakses navigasi, panggilan telepon, musik, hingga informasi kendaraan secara real time.
Tampilan antarmuka yang modern membuat panel instrumen Honda CUV terasa jauh lebih canggih dibandingkan banyak motor listrik lain di kelasnya.
Selain itu, seluruh sistem pencahayaan sudah menggunakan LED. Dek kaki juga dibuat rata sehingga mampu membawa barang berukuran besar seperti galon air dengan lebih mudah.
Baterai Ganda Belum Mampu Menjawab Kebutuhan Semua Pengguna
Honda membekali CUV dengan dua baterai yang memiliki total kapasitas 2,8 kWh.
Meski terlihat cukup besar, hasil pengujian menunjukkan jarak tempuh riil hanya berada di kisaran 73 kilometer hingga baterai habis total. Angka tersebut dinilai masih kurang untuk sebagian pengguna Indonesia yang sering melakukan perjalanan jauh setiap hari.
Pengisian daya penuh juga membutuhkan waktu sekitar enam jam. Alternatif lain memang tersedia melalui sistem tukar baterai di Honda Power Pack Swap Station, tetapi jumlah stasiun penukar baterai masih terbatas.
Kondisi ini membuat penggunaan Honda CUV perlu perencanaan lebih matang dibandingkan motor bensin konvensional.
Bagasi Kecil Jadi Konsekuensi Baterai Besar
Baca Juga: Perombakan Birokrasi Pemkab Tulungagung Mulai Mengemuka, Pejabat OPD Bakal Jalani Uji Kompetensi
Penempatan dua baterai di bawah jok membawa konsekuensi pada kapasitas bagasi.
Ruang penyimpanan yang tersedia sangat minim sehingga pengguna hanya dapat menyimpan barang-barang kecil. Bahkan jas hujan ukuran besar pun berpotensi sulit masuk ke dalam bagasi.
Bagi pengguna yang sering membawa perlengkapan tambahan saat berkendara, kondisi ini tentu menjadi salah satu kekurangan yang perlu diperhatikan.
Handling dan Kenyamanan Layak Diacungi Jempol
Meski memiliki beberapa keterbatasan, Honda CUV tetap menunjukkan kualitas khas Honda dalam urusan kenyamanan berkendara.
Motor ini memiliki bobot sekitar 118 kilogram dengan posisi duduk ergonomis. Jok yang empuk membuat perjalanan terasa nyaman meski digunakan dalam kondisi lalu lintas padat.
Karakter akselerasi juga menjadi salah satu nilai plus. Bukaan gas terasa halus dan natural sehingga mudah dikendalikan oleh pengendara yang baru pertama kali mencoba motor listrik.
Sektor pengereman pun mendapat apresiasi berkat respons yang progresif dan mudah diatur. Pengendara dapat melakukan pengereman halus maupun agresif tanpa kehilangan rasa percaya diri.
Pada akhirnya, Honda CUV memang tampil sebagai motor listrik dengan teknologi paling lengkap yang dimiliki Honda saat ini. Namun kapasitas bagasi yang sempit dan jarak tempuh yang belum terlalu panjang membuat motor ini lebih cocok digunakan sebagai kendaraan perkotaan dibandingkan motor serba guna untuk berbagai kebutuhan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula