RADAR TULUNGAGUNG - Honda Icon e resmi diperkenalkan sebagai motor listrik entry level terbaru dari Astra Honda Motor (AHM). Dengan harga Rp28 juta on the road Jakarta, motor ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus mengeluarkan dana terlalu besar.
Meski menjadi model termurah dalam jajaran motor listrik Honda saat ini, Honda Icon e tetap menawarkan sejumlah fitur menarik. Mulai dari baterai yang dapat dilepas, bagasi luas, hingga karakter berkendara yang sangat cocok untuk penggunaan di perkotaan.
Namun di balik berbagai keunggulan tersebut, Honda Icon e juga memiliki beberapa keterbatasan yang menjadi perhatian calon konsumen, terutama terkait performa dan jarak tempuh.
Motor Listrik yang Dibuat untuk Mobilitas Harian
Baca Juga: Perombakan Birokrasi Pemkab Tulungagung Mulai Mengemuka, Pejabat OPD Bakal Jalani Uji Kompetensi
Honda Icon e dirancang sebagai kendaraan listrik yang fokus pada kebutuhan sehari-hari.
Dimensi bodinya yang ramping membuat motor ini sangat mudah dikendalikan di jalan sempit maupun kawasan perkotaan yang padat kendaraan.
Tinggi jok 742 mm memberikan rasa percaya diri bagi pengendara karena kedua kaki dapat menapak dengan mudah saat berhenti.
Bobotnya yang hanya 89 kilogram juga menjadi faktor penting yang membuat motor ini terasa ringan ketika bermanuver ataupun dipindahkan saat parkir.
Handling Menjadi Nilai Jual Utama
Saat digunakan di area test ride, Honda Icon e menunjukkan karakter yang sangat lincah.
Perpindahan arah terasa cepat dan ringan berkat pusat gravitasi rendah yang dihasilkan oleh posisi baterai di bagian bawah rangka.
Suspensinya juga tergolong nyaman untuk penggunaan dalam kota. Karakter yang empuk membantu meredam guncangan saat melewati jalan bergelombang atau polisi tidur.
Kombinasi tersebut membuat pengalaman berkendara terasa mirip skuter matik ringan seperti Honda Beat.
Tenaga Tidak Besar, Fokus pada Efisiensi
Dari sisi performa, Honda Icon e memang tidak dirancang untuk kecepatan tinggi.
Motor listriknya hanya menghasilkan tenaga sekitar 2,4 hp dengan pilihan mode Standard dan ECON.
Kecepatan maksimal berada di kisaran 55 km/jam sesuai klaim pabrikan. Angka tersebut cukup untuk aktivitas perkotaan, tetapi kurang ideal jika digunakan pada jalan dengan kecepatan tinggi.
Karakter tenaga lebih menonjol pada putaran awal sehingga motor tetap terasa responsif saat mulai bergerak dari posisi diam.
Baterai Bisa Dicopot dan Diisi di Mana Saja
Salah satu fitur unggulan Honda Icon e adalah sistem baterai yang dapat dilepas.
Pengguna dapat membawa baterai ke rumah atau kantor untuk diisi ulang tanpa harus memindahkan motor ke dekat sumber listrik.
Waktu pengisian penuh membutuhkan sekitar 7 jam 20 menit menggunakan charger bawaan.
Selain itu, Honda juga menyediakan opsi pengisian langsung melalui motor sehingga pengguna memiliki fleksibilitas lebih dalam proses pengisian daya.
Bagasi Besar Jadi Kelebihan Penting
Baca Juga: Perombakan Birokrasi Pemkab Tulungagung Mulai Mengemuka, Pejabat OPD Bakal Jalani Uji Kompetensi
Berbeda dengan beberapa motor listrik lain yang memiliki bagasi kecil, Honda Icon e justru menawarkan ruang penyimpanan cukup luas.
Bagasi berkapasitas 26 liter mampu menampung helm dan berbagai perlengkapan harian.
Fitur lainnya meliputi port USB Type-C, kompartemen depan, lampu LED modern, serta panel instrumen digital yang informatif.
Dengan harga Rp28 juta, Honda Icon e menawarkan paket yang cukup menarik bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan dan mobilitas harian.
Meski jarak tempuh maksimalnya hanya sekitar 53 kilometer dalam sekali pengisian daya, motor listrik ini tetap menjadi pilihan menarik untuk kebutuhan perjalanan jarak dekat di lingkungan perkotaan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula