Radar Tulungagung – Polytron Fox 350 kembali mencuri perhatian di pasar motor listrik 2026 setelah hadir sebagai penerus dari Fox R yang sebelumnya sukses besar di Indonesia. Motor listrik ini bukan hanya sekadar pembaruan desain, tetapi juga membawa sejumlah peningkatan teknis yang membuatnya semakin kompetitif di kelas entry hingga mid-range.
Dalam pengujian dan ulasan terbaru, Polytron Fox 350 disebut sebagai salah satu motor listrik 2026 paling menarik karena menawarkan kombinasi harga terjangkau, performa stabil, serta efisiensi baterai yang cukup impresif untuk penggunaan harian.
Performa Polytron Fox 350: Lebih Halus dan Responsif
Secara spesifikasi, Polytron Fox 350 dibekali motor listrik 3.000 watt dengan peak power mencapai sekitar 6,4 kW. Motor ini mampu melaju hingga kecepatan maksimal 95 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 130–135 km dalam kondisi ideal.
Yang menarik, pada versi terbaru ini Polytron melakukan sejumlah peningkatan pada sistem kontrol dan respons gas. Akselerasi kini terasa lebih halus tanpa jeda seperti generasi sebelumnya. Pengendara juga merasakan distribusi tenaga lebih stabil, bahkan saat baterai mulai menurun.
Selain itu, hadirnya fitur regenerative braking menjadi nilai tambah penting. Sistem ini membantu mengisi ulang daya baterai saat deselerasi, meski efeknya tidak terlalu agresif namun tetap berkontribusi pada efisiensi energi.
Fitur Berkendara: Lebih Cerdas dan Fungsional
Sebagai motor listrik 2026, Polytron Fox 350 sudah dibekali fitur modern seperti hill start assist (HSA), cruise control, hingga mode berkendara D dan S. Mode S memberikan performa lebih agresif, namun dibatasi otomatis saat baterai di bawah 20% untuk menjaga efisiensi.
Salah satu keunggulan lainnya adalah stabilitas performa yang relatif konsisten. Bahkan ketika baterai tersisa sedikit, kecepatan masih mampu mencapai sekitar 60 km/jam tanpa penurunan drastis, sehingga pengendara lebih mudah memperkirakan sisa jarak tempuh.
Namun, fitur cut-off sistem juga tetap hadir sebagai pengaman, yang aktif ketika rem digunakan dalam durasi tertentu untuk mencegah overheat pada sistem motor.
Baterai, Charging, dan Efisiensi Harian
Polytron Fox 350 menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang dikenal lebih aman dan tahan lama. Sistem baterainya diposisikan di tengah rangka, membuat distribusi bobot lebih stabil namun tidak fleksibel karena bersifat fixed.
Untuk pengisian daya, dibutuhkan waktu sekitar 4–5 jam dengan charger standar 850–900 watt. Tersedia juga opsi fast charging dengan biaya tambahan sekitar Rp2,7 juta yang mampu mempercepat pengisian secara signifikan.
Dalam uji penggunaan harian, motor ini mampu menempuh hingga 136 km dengan mode hemat (D mode) dan sekitar 92 km dengan mode sport (S mode) dalam pemakaian agresif.
Kenyamanan dan Kekurangan
Dari sisi ergonomi, Polytron Fox 350 mengalami peningkatan signifikan. Posisi duduk lebih santai dibanding generasi sebelumnya, dengan dek kaki lebih nyaman dan ruang kaki tambahan untuk selonjor.
Namun, masih ada catatan pada sektor suspensi yang terasa terlalu empuk sehingga mudah mentok pada jalan bergelombang. Selain itu, jok depan dinilai kurang nyaman untuk perjalanan panjang karena busa cepat terasa tipis saat digunakan lebih dari 30–45 menit.
Meski begitu, handling motor ini tetap lincah dan cocok untuk kondisi lalu lintas padat perkotaan.
Editor : Maylanni Diana Fitri