Radar Tulungagung - Polytron Fox 350 kembali mencuri perhatian publik sebagai salah satu motor listrik terlaris di Indonesia pada 2026. Motor ini menjadi penerus lini Fox series yang sebelumnya sukses lewat Fox R dan Fox Air, dengan total penjualan puluhan ribu unit di pasar domestik.
Kehadiran Polytron Fox 350 memperkuat posisi Polytron di segmen kendaraan listrik roda dua. Motor ini ditawarkan dengan harga sekitar Rp15,5 juta (tanpa baterai), sementara sistem baterai menggunakan skema sewa sekitar Rp250 ribu per bulan. Model bisnis ini membuat harga awal lebih terjangkau, meski pengguna tetap perlu membayar biaya bulanan untuk baterai.
Di tengah tren elektrifikasi kendaraan, Polytron Fox 350 diposisikan sebagai motor listrik harian yang fokus pada efisiensi, fitur praktis, dan jarak tempuh panjang. Dengan klaim daya jelajah hingga 130 km, motor ini menyasar pengguna perkotaan hingga commuter jarak menengah.
Performa Polytron Fox 350: Stabil dan Lebih Halus
Secara spesifikasi, Polytron Fox 350 menggunakan motor listrik 3 kW dengan puncak tenaga hingga 6,4 kW. Kecepatan maksimalnya mencapai sekitar 95 km/jam, cukup untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan maupun pinggiran kota.
Baterai berkapasitas 3,7 kWh dengan teknologi lithium iron phosphate (LFP) menjadi sumber energi utama. Dalam pengujian jalan, motor ini mampu menempuh jarak sekitar 120–130 km dalam kondisi normal. Namun saat digunakan dengan gaya berkendara agresif, jarak tempuh dapat turun ke kisaran 90–100 km.
Menariknya, performa motor ini relatif stabil meski kapasitas baterai menurun. Hal ini membuat pengendara lebih mudah memperkirakan sisa jarak tempuh tanpa penurunan tenaga yang drastis.
Fitur Modern: Keyless hingga Hill Start Assist
Polytron Fox 350 sudah dibekali sistem keyless berbasis remote yang memungkinkan pengguna menyalakan dan mematikan motor tanpa kunci fisik. Selain itu terdapat fitur keamanan seperti side stand switch yang mencegah motor berjalan saat standar samping turun.
Motor ini juga memiliki hill start assist (HSA) yang menahan posisi motor saat berhenti di tanjakan. Fitur ini sangat membantu saat kondisi jalan macet atau stop-and-go di area menanjak.
Selain itu, tersedia dua mode berkendara yaitu Drive (D) dan Sport (S). Mode D lebih hemat energi dan cocok untuk lalu lintas padat, sedangkan mode S memberikan respons lebih agresif untuk kecepatan tinggi.
Fitur reverse mode atau mundur juga menjadi nilai tambah, memudahkan pengendara saat parkir di ruang sempit.
Kenyamanan Berkendara dan Catatan Penting
Dari sisi ergonomi, Polytron Fox 350 mengalami peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya. Jok dibuat lebih empuk dan lebih rata, sehingga memberikan kenyamanan lebih baik untuk perjalanan jauh. Posisi deck kaki juga lebih rendah sehingga tidak terlalu menekuk kaki pengendara.
Namun, sektor suspensi masih menjadi catatan. Walaupun terasa empuk, suspensi dinilai mudah mentok saat melewati jalan berlubang atau polisi tidur. Selain itu, kualitas ban juga disebut kurang optimal karena cenderung licin di kondisi basah.
Material bodi juga masih mendapat kritik karena beberapa bagian terasa kurang solid dan masih menimbulkan getaran di area depan saat melewati jalan tidak rata.
Kesimpulan: Motor Listrik Harian yang Kompetitif
Dengan harga kompetitif di kisaran Rp15 jutaan, Polytron Fox 350 menawarkan paket lengkap untuk pengguna yang ingin beralih ke motor listrik. Jarak tempuh yang bisa mencapai 130 km, fitur modern, serta biaya operasional rendah menjadi daya tarik utama.
Meski demikian, beberapa aspek seperti suspensi, kualitas ban, dan finishing bodi masih perlu ditingkatkan agar bisa bersaing lebih ketat dengan kompetitor di kelasnya.
Secara keseluruhan, Polytron Fox 350 tetap menjadi salah satu motor listrik paling menarik dan paling laris di Indonesia pada 2026, terutama bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi dan fitur praktis untuk kebutuhan harian.
Editor : Maylanni Diana Fitri