Radar Tulungagung - Kehadiran Honda CUV kembali menjadi sorotan di pasar motor listrik Indonesia setelah diuji selama beberapa hari pemakaian harian. Honda CUV disebut sebagai motor listrik yang berawal dari konsep futuristis yang pertama kali diperkenalkan di ajang Japan Mobility Show, sebelum akhirnya diproduksi massal dan dipasarkan secara global, termasuk Indonesia.
Menariknya, Honda CUV membawa desain yang hampir 80 persen menyerupai versi konsepnya, yakni Honda SC e-Concept. Motor ini diposisikan sebagai skutik listrik modern dengan fitur lengkap khas Honda, namun tetap menuai catatan pada sisi performa dan kemampuan jarak tempuh yang dinilai masih terbatas untuk kebutuhan harian di Indonesia.
Dari sisi harga, Honda CUV dibanderol di kisaran Rp54 juta hingga Rp59 juta on the road Jakarta. Motor ini hadir sebagai skutik listrik premium dengan teknologi tinggi, termasuk integrasi aplikasi smartphone, panel instrumen TFT besar, hingga sistem konektivitas yang memungkinkan pengguna mengakses navigasi, musik, dan telepon langsung dari layar motor.
Desain Futuristis dan Fitur Digital Lengkap
Secara tampilan, Honda CUV tampil dengan desain yang sangat dekat dengan motor konsep. Lampu depan LED dengan karakter tajam, windshield tinggi, serta bodi minimalis membuatnya terlihat modern dan futuristis. Panel instrumen berukuran 7 inci TFT menjadi pusat perhatian karena mampu menampilkan navigasi full map, bukan sekadar turn-by-turn seperti skutik pada umumnya.
Melalui aplikasi Honda RoadSync Duo, Honda CUV dapat terhubung dengan smartphone untuk mengakses berbagai fitur seperti musik, telepon, hingga peta digital. Pengalaman ini membuat motor terasa seperti perangkat digital berjalan, bukan sekadar kendaraan konvensional.
Selain itu, fitur lain seperti full LED lighting, sistem keyless, serta ruang kompartemen depan menambah kesan praktis. Namun, ruang bagasi di bawah jok terbilang sangat terbatas karena sebagian besar ruang digunakan untuk menampung dua baterai.
Performa dan Baterai Jadi Sorotan
Di sektor teknis, Honda CUV dibekali baterai total 2,8 kWh (dua baterai masing-masing 1,4 kWh). Waktu pengisian daya dari nol hingga penuh mencapai sekitar 6 jam. Secara klaim, jarak tempuh maksimal hanya sekitar 80 km, namun dalam pengujian nyata, angka tersebut bisa lebih rendah tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara.
Motor ini memiliki tenaga sekitar 8 PS atau 6 kW dengan torsi 22 Nm. Kecepatan maksimalnya berada di kisaran 85 km/jam secara aktual, meski di speedometer bisa menyentuh angka lebih tinggi. Tersedia tiga mode berkendara yakni Econ, Standard, dan Sport yang membedakan respons akselerasi, bukan top speed.
Namun, jarak tempuh yang terbatas menjadi salah satu catatan utama. Bahkan dalam penggunaan nyata, konsumsi baterai menunjukkan angka yang cukup cepat turun sehingga pengguna harus benar-benar memperhitungkan kebutuhan mobilitas harian sebelum memilih motor ini.
Kenyamanan dan Karakter Berkendara
Dari sisi ergonomi, Honda CUV menawarkan posisi berkendara yang mirip dengan Honda Vario, dengan tinggi jok sekitar 761 mm. Joknya lebar dan empuk sehingga nyaman untuk stop-and-go di kemacetan. Posisi stang juga ergonomis, sementara ruang kaki cukup lega meski tidak sepenuhnya bisa selonjor seperti skutik maxi.
Bobot motor yang relatif ringan, sekitar 117–118 kg, membuatnya mudah dikendalikan dalam kondisi lalu lintas padat. Hal ini menjadi nilai plus untuk penggunaan dalam kota.
Namun, suspensi menjadi salah satu catatan. Karakternya cenderung keras dengan rebound cepat, sehingga kurang nyaman saat melewati jalan tidak rata. Di sisi lain, stabilitas di kecepatan tinggi dinilai sangat baik, bahkan saat menikung motor terasa presisi dan mudah dikendalikan.
Kesimpulan: Motor Konsep yang Belum Sepenuhnya Praktis
Secara keseluruhan, Honda CUV merupakan motor listrik yang sangat kuat di sisi teknologi dan fitur, namun masih memiliki keterbatasan pada aspek fungsionalitas harian. Desain futuristis, fitur digital lengkap, dan sistem konektivitas canggih membuatnya terasa seperti motor konsep yang diproduksi massal.
Namun, keterbatasan jarak tempuh sekitar 70–80 km serta minimnya kapasitas bagasi membuatnya belum sepenuhnya ideal untuk kebutuhan mobilitas harian di Indonesia yang cenderung jauh dan beragam. Meski begitu, Honda CUV tetap menjadi salah satu motor listrik paling canggih di kelasnya saat ini.
Editor : Maylanni Diana Fitri