Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Honda CUV Motor Listrik Rp50 Jutaan Jadi Sorotan, Fitur Canggih Selevel Konsep Tapi Diprotes Soal Jarak Tempuh dan Bagasi Sempit!

Maylanni Diana Fitri • Senin, 15 Juni 2026 | 19:04 WIB
Honda CUV motor listrik futuristis Rp50 jutaan, fitur canggih tapi jarak tempuh dan bagasi jadi sorotan utama.(pinterest)
Honda CUV motor listrik futuristis Rp50 jutaan, fitur canggih tapi jarak tempuh dan bagasi jadi sorotan utama.(pinterest)

Radar Tulungagung - Pasar motor listrik Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran Honda CUV, skutik listrik yang sebelumnya berawal dari motor konsep di ajang Japan Mobility Show. Setelah sempat menjadi bahan eksibisi teknologi, motor ini akhirnya resmi diproduksi massal dan dipasarkan di Indonesia dengan harga sekitar Rp54 juta hingga Rp59 juta on the road Jakarta.

Honda CUV langsung menarik perhatian karena membawa desain futuristis yang hampir tidak jauh dari versi konsepnya. Namun, di balik tampilan modern dan fitur canggih yang “rata kanan”, motor ini justru memunculkan perdebatan di kalangan pengguna karena dinilai belum sepenuhnya ideal untuk kebutuhan mobilitas harian, terutama di Indonesia.

Secara spesifikasi, Honda CUV mengusung baterai berkapasitas total 2,8 kWh yang terdiri dari dua unit baterai masing-masing 1,4 kWh. Sistem ini membutuhkan waktu pengisian sekitar 6 jam dari kondisi kosong hingga penuh. Honda juga menawarkan opsi penukaran baterai melalui jaringan tertentu, selain pengisian langsung di rumah.

Desain Futuristis dengan Sentuhan Motor Konsep

Dari sisi tampilan, Honda CUV tampil sangat dekat dengan motor konsep aslinya. Garis desainnya tajam, modern, dan minimalis dengan windshield tinggi serta bodi yang terlihat “bersih”. Panel instrumen 7 inci TFT menjadi salah satu daya tarik utama karena mampu menampilkan navigasi peta secara penuh, bukan sekadar arah turn-by-turn.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Ternyata Bisa Hasilkan Video Sinematik Setara Kamera Profesional, Ini Pengaturan Rahasianya yang Jarang Diketahui

Melalui sistem Honda RoadSync Duo, Honda CUV dapat terkoneksi dengan smartphone untuk mengakses navigasi, musik, hingga panggilan telepon. Pengalaman ini membuat motor terasa seperti perangkat digital berjalan yang menyatu dengan gaya hidup modern.

Namun, meski unggul di sisi teknologi, ruang penyimpanan di bawah jok menjadi sangat terbatas karena sebagian besar ruang digunakan untuk baterai. Akibatnya, hanya barang kecil seperti jas hujan tipis atau dokumen yang bisa disimpan.

Performa dan Jarak Tempuh Jadi Catatan

Dari sisi performa, Honda CUV memiliki tenaga sekitar 8 PS atau 6 kW dengan torsi 22 Nm dan kecepatan maksimum sekitar 85 km/jam secara real. Motor ini menyediakan tiga mode berkendara: Econ, Standard, dan Sport yang membedakan respons akselerasi, bukan kecepatan puncak.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Ternyata Bisa Hasilkan Video Sinematik Setara Kamera Profesional, Ini Pengaturan Rahasianya yang Jarang Diketahui

Namun, isu utama terletak pada jarak tempuh. Dalam kondisi ideal, motor ini diklaim mampu mencapai sekitar 80 km, tetapi dalam penggunaan nyata bisa lebih rendah tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara. Bahkan, dalam pengujian harian, konsumsi baterai terbilang cukup cepat menurun sehingga pengguna harus benar-benar memperhitungkan kebutuhan mobilitas.

Selain itu, keterbatasan jaringan penukaran baterai juga menjadi tantangan tersendiri. Meski sudah tersedia di beberapa dealer dan dapat dipantau lewat aplikasi, jumlah titik swap masih belum merata sehingga kurang praktis untuk penggunaan jarak jauh.

Ergonomi Nyaman, Tapi Suspensi Keras

Di sisi kenyamanan, Honda CUV menawarkan posisi berkendara yang mirip dengan Honda Vario, dengan tinggi jok sekitar 761 mm. Joknya lebar dan empuk, sehingga nyaman digunakan saat stop-and-go di kemacetan perkotaan. Posisi stang juga ergonomis dan ruang kaki cukup lega meski belum bisa selonjor penuh seperti skutik maxi.

Bobot yang ringan di kisaran 117–118 kg membuat motor ini mudah dikendalikan, terutama di lalu lintas padat. Namun, suspensi belakang dinilai cukup keras dengan karakter rebound cepat, sehingga kurang nyaman saat melewati jalan berlubang atau tidak rata.

Di sisi lain, stabilitas di kecepatan tinggi menjadi salah satu keunggulan, di mana motor terasa stabil saat menikung dan cukup presisi untuk manuver agresif.

Kesimpulan: Teknologi Maju, Tapi Belum Praktis

Secara keseluruhan, Honda CUV adalah motor listrik yang sangat kuat di sisi teknologi, desain, dan fitur digital. Integrasi smartphone, layar TFT besar, hingga sistem konektivitas menjadikannya salah satu motor listrik paling canggih di kelasnya.

Namun, keterbatasan jarak tempuh, kapasitas bagasi kecil, dan infrastruktur baterai yang belum merata membuatnya belum sepenuhnya ideal untuk kebutuhan harian di Indonesia. Meski begitu, Honda CUV tetap menjadi representasi motor listrik masa depan yang sudah hadir di jalanan saat ini.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#motor listrik Honda #Honda CUV #skutik listrik indonesia #review Honda CUV #Japan Mobility Show