Radar Tulungagung - Kehadiran motor listrik Honda CUV kembali mencuri perhatian pecinta otomotif Tanah Air. Motor yang disebut-sebut sebagai versi produksi dari motor konsep Honda SE ini kini resmi dipasarkan di Indonesia dengan banderol mulai Rp54 jutaan hingga Rp59 jutaan on the road Jakarta. Meski tampil futuristis dan sarat teknologi, motor ini justru memunculkan pro dan kontra setelah diuji pemakaian harian selama lima hari.
Sejak awal kemunculannya, motor listrik Honda CUV memang langsung menarik perhatian karena desainnya yang disebut mirip motor konsep. Dari sisi tampilan, sekitar 80 persen masih mempertahankan bahasa desain futuristis dari Honda SE Concept yang diperkenalkan di Japan Mobility Show 2023. Namun kini sudah disesuaikan untuk versi produksi massal.
Dari sisi harga, Honda menawarkan dua skema pembelian, yakni sistem beli putus dengan baterai atau sistem sewa baterai bulanan. Skema ini membuat CUV menjadi salah satu motor listrik premium dengan fleksibilitas pembayaran, meski tetap memunculkan pertanyaan soal efisiensi jangka panjang.
Performa dan Baterai Jadi Sorotan Utama
Secara teknis, motor listrik Honda CUV dibekali motor listrik 6 kW (sekitar 8 PS) dengan torsi 22 Nm. Angka ini dinilai realistis untuk penggunaan harian, dengan kecepatan puncak sekitar 85 km/jam, bahkan bisa menyentuh 95 km/jam dalam kondisi tertentu.
Motor ini menggunakan dua baterai lithium 2,8 kWh (masing-masing 1,4 kWh) yang membutuhkan waktu pengisian sekitar 6 jam untuk penuh. Namun jarak tempuhnya menjadi catatan penting, karena hanya mencapai sekitar 73–80 km dalam pemakaian nyata, tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan.
Selain itu, sistem pengisian bisa dilakukan di rumah atau melalui sistem swap battery di jaringan dealer Honda tertentu. Namun ketersediaan stasiun penukaran baterai masih terbatas sehingga menjadi tantangan bagi pengguna harian.
Fitur Canggih Rata Kanan
Dari sisi teknologi, motor listrik Honda CUV terbilang unggul. Motor ini sudah dilengkapi panel TFT 7 inci yang dapat terhubung dengan aplikasi Honda RoadSync Duo. Fitur ini memungkinkan pengendara mengakses navigasi, musik, hingga telepon langsung dari panel speedometer.
Tampilan layar yang halus disebut seperti tablet yang tertanam di stang motor, memberikan kesan modern dan premium. Selain itu, tersedia juga fitur cruise control, regenerative braking, hingga hill start assist yang membantu saat berhenti di tanjakan.
Menariknya, fitur cruise control memungkinkan motor melaju stabil tanpa menarik gas di kecepatan tertentu, fitur yang biasanya ditemukan pada motor kelas atas.
Kenyamanan dan Handling
Untuk posisi berkendara, motor listrik Honda CUV mengadopsi ergonomi mirip skutik harian seperti Honda Vario. Joknya lebar dan empuk, meski sedikit membuat pengendara bertubuh kecil merasa agak “ngangkang”.
Suspensi depan teleskopik dan belakang monoshock memberikan karakter yang cenderung kaku. Stabil di kecepatan tinggi, namun terasa keras saat melewati jalan tidak rata. Hal ini menjadi kompromi antara kenyamanan dan stabilitas.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, motor listrik Honda CUV menghadirkan perpaduan menarik antara teknologi canggih dan desain futuristis. Namun, keterbatasan jarak tempuh serta infrastruktur baterai masih menjadi tantangan utama untuk penggunaan harian di Indonesia yang memiliki mobilitas tinggi.
Editor : Maylanni Diana Fitri