Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Mobil Listrik Bekas Terjun Bebas, Wuling Air EV Kini di Bawah Rp100 Juta, Lebih Untung Beli Bekas daripada Baru?

Gita Dwi Nuraini • Senin, 15 Juni 2026 | 16:44 WIB
Harga mobil listrik bekas anjlok drastis. Wuling Air EV kini di bawah Rp100 juta, membuat banyak konsumen melirik pasar kendaraan bekas.(Gemini AI)
Harga mobil listrik bekas anjlok drastis. Wuling Air EV kini di bawah Rp100 juta, membuat banyak konsumen melirik pasar kendaraan bekas.(Gemini AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Harga mobil listrik bekas di Indonesia mengalami penurunan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini membuat banyak calon konsumen mulai mempertimbangkan untuk membeli mobil listrik bekas dibandingkan unit baru karena selisih harga yang sangat besar.

Fenomena turunnya harga mobil listrik bekas menjadi sorotan di kalangan pecinta otomotif. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan dan tingginya harga bahan bakar minyak, mobil listrik dinilai sebagai alternatif yang lebih hemat untuk kebutuhan mobilitas harian.

Bahkan, sejumlah model mobil listrik bekas kini dijual dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan saat pertama kali diluncurkan. Penurunan harga tersebut membuat sebagian konsumen melihat peluang untuk mendapatkan kendaraan listrik dengan biaya yang lebih terjangkau.

Baca Juga: Rekonstruksi Total Jembatan Junjung Senilai Rp 7 Miliar Molor, PUPR Tulungagung Masih Tunggu Izin Kementerian PU

Harga Mobil Listrik Baru Masih Beragam

Saat ini pasar kendaraan listrik di Indonesia menawarkan banyak pilihan. Mulai dari model premium dengan harga miliaran rupiah hingga mobil listrik yang dibanderol di bawah Rp300 juta.

Untuk penggunaan sehari-hari, banyak konsumen cenderung melirik mobil listrik dengan harga terjangkau. Kendaraan jenis ini dianggap cukup untuk kebutuhan rutin seperti perjalanan rumah ke kantor, tempat usaha, pusat kebugaran, maupun aktivitas harian lainnya.

Beberapa model yang disebut memiliki harga relatif kompetitif antara lain BYD Atto dan JAECOO J5 EV. Selain menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar bensin atau diesel, mobil listrik juga dinilai lebih praktis untuk penggunaan di area perkotaan.

Namun di balik keunggulan tersebut, terdapat satu faktor yang masih menjadi pertimbangan utama masyarakat, yakni nilai jual kembali.Baca Juga: Yamaha Launching MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair, Penuhi Passion Penikmat Balap

Nilai Jual Kembali Jadi Tantangan

Salah satu alasan utama harga mobil listrik bekas mengalami penurunan tajam adalah kekhawatiran konsumen terhadap kondisi baterai.

Meski produsen memberikan garansi baterai hingga delapan tahun pada beberapa model, sebagian pembeli tetap mempertanyakan daya tahan baterai setelah kendaraan digunakan selama beberapa tahun atau menempuh jarak puluhan hingga ratusan ribu kilometer.

Kekhawatiran tersebut membuat permintaan di pasar mobil listrik bekas tidak setinggi mobil konvensional. Akibatnya, harga jual kembali kendaraan listrik mengalami depresiasi yang jauh lebih cepat.

Banyak calon pembeli menilai bahwa membeli mobil listrik baru berisiko karena harga kendaraan dapat turun drastis dalam waktu relatif singkat. Karena itu, sebagian konsumen mulai melirik pasar mobil listrik bekas yang menawarkan harga jauh lebih menarik.

Baca Juga: Tak Lagi Ditilang, Truk Bertonase Besar yang Nekat Lewat Jalur Alternatif Jembatan Gondang 1 Tulungagung Kini Dipaksa Putar Balik

Wuling Air EV hingga Hyundai Ioniq Alami Penurunan Harga

Penurunan harga terlihat pada beberapa model populer yang beredar di pasar.

Wuling Air EV yang sempat menjadi salah satu mobil listrik favorit masyarakat Indonesia kini memiliki harga bekas yang jauh lebih rendah dibanding harga saat peluncurannya. Untuk varian Standard Range keluaran 2022, harga bekas disebut sudah berada di kisaran Rp95 juta.

Sementara itu, varian Long Range berada di kisaran Rp115 jutaan. Angka tersebut membuat mobil listrik mungil ini menjadi salah satu pilihan paling terjangkau bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik.

Tidak hanya Wuling Air EV, Hyundai Ioniq Electric juga mengalami koreksi harga yang cukup besar. Model keluaran 2020 kini dipasarkan di kisaran Rp195 juta, jauh di bawah harga awal saat pertama kali dipasarkan di Indonesia.

Hal serupa juga terjadi pada Hyundai Ioniq 5. Varian Signature Long Range keluaran 2022 saat ini berada di rentang harga Rp379 juta hingga Rp400 juta. Padahal saat pertama kali hadir, harga mobil tersebut berada di kisaran Rp700 jutaan.

BYD M6 Juga Mulai Terkoreksi

Penurunan harga juga mulai terlihat pada BYD M6. Untuk varian Superior keluaran 2024, harga bekas disebut berada di kisaran Rp329 juta hingga Rp399 juta.

Angka tersebut lebih rendah dibanding harga baru yang berada di atas Rp400 juta. Selisih harga yang cukup besar dalam waktu relatif singkat menunjukkan bahwa depresiasi kendaraan listrik masih menjadi tantangan bagi industri otomotif nasional.

Di sisi lain, kondisi ini justru menguntungkan konsumen yang ingin memiliki mobil listrik dengan modal lebih rendah. Dengan harga bekas yang semakin terjangkau, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.

Meski demikian, calon pembeli tetap disarankan untuk memeriksa kondisi baterai, riwayat servis, serta masa garansi yang masih berlaku sebelum memutuskan membeli mobil listrik bekas. Faktor-faktor tersebut akan sangat menentukan kenyamanan dan biaya penggunaan kendaraan dalam jangka panjang.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Hyundai Ioniq 5 #BYD M6 #mobil listrik bekas #Wuling Air EV #harga mobil listrik