Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Mobil Listrik Bekas Anjlok hingga 50 Persen, Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air EV Kini Dijual Murah, Kesempatan atau Jebakan?

Gita Dwi Nuraini • Senin, 15 Juni 2026 | 16:48 WIB
Harga mobil listrik bekas anjlok hingga 50 persen. Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air EV kini dijual jauh lebih murah.(Gemini AI)
Harga mobil listrik bekas anjlok hingga 50 persen. Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air EV kini dijual jauh lebih murah.(Gemini AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Fenomena harga mobil listrik bekas yang terjun bebas di Indonesia menjadi perhatian besar para pelaku industri otomotif dan calon konsumen. Jika beberapa tahun lalu mobil listrik dianggap sebagai kendaraan masa depan dengan nilai yang relatif stabil, kondisi pasar pada 2026 justru menunjukkan hal sebaliknya.

Sejumlah model populer mengalami depresiasi sangat tajam hanya dalam waktu dua hingga tiga tahun. Bahkan ada yang kehilangan hingga setengah nilai jualnya. Situasi ini membuat banyak orang mulai mempertimbangkan membeli mobil listrik bekas dibanding unit baru karena selisih harga yang sangat menggiurkan.

Di tengah tingginya harga bahan bakar minyak dan semakin berkembangnya infrastruktur kendaraan listrik, harga mobil listrik bekas yang murah menjadi peluang menarik bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Hyundai Ioniq 5 Jadi Sorotan

Salah satu contoh paling mencolok adalah Hyundai Ioniq 5. Saat pertama kali meluncur pada 2022, mobil listrik ini menjadi primadona pasar otomotif nasional. Konsumen bahkan harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan unit karena tingginya permintaan.

Kala itu harga Hyundai Ioniq 5 berada di kisaran Rp800 jutaan. Namun pada pasar mobil bekas saat ini, unit keluaran 2022 sudah banyak ditawarkan di rentang Rp350 juta hingga Rp420 juta.

Penurunan harga tersebut membuat banyak pengamat menilai bahwa Ioniq 5 menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kendaraan listrik mengalami depresiasi lebih cepat dibandingkan mobil konvensional.

Wuling Air EV dan BYD Dolphin Ikut Terkoreksi

Tak hanya Hyundai, Wuling Air EV juga mengalami nasib serupa. Mobil listrik mungil yang sempat menjadi favorit masyarakat perkotaan kini dapat ditemukan dengan harga yang jauh lebih rendah dibanding saat pertama kali dijual.

Varian standar yang sebelumnya dibanderol lebih dari Rp200 juta kini sudah tersedia di kisaran Rp100 jutaan. Bahkan beberapa unit dijual hanya sekitar Rp105 juta tergantung kondisi kendaraan.

Sementara itu, varian Long Range yang dahulu berada di kisaran Rp270 jutaan kini banyak ditawarkan pada harga sekitar Rp150 jutaan.

Fenomena serupa juga dialami BYD Dolphin. Mobil listrik asal China yang sempat menarik perhatian pasar karena desain modern dan fitur lengkap ini mengalami penurunan harga cukup signifikan. Unit tahun 2024 yang sebelumnya dijual sekitar Rp425 juta kini sudah berada di kisaran Rp300 jutaan.

Baca Juga: Rekonstruksi Total Jembatan Junjung Senilai Rp 7 Miliar Molor, PUPR Tulungagung Masih Tunggu Izin Kementerian PU

Hyundai Kona EV Jadi Salah Satu yang Paling Terpukul

Penurunan paling drastis terlihat pada Hyundai Kona EV generasi lama. Mobil yang sempat dibanderol di atas Rp600 juta tersebut kini dapat ditemukan di pasar mobil bekas dengan harga sekitar Rp345 juta.

Penurunan nilai yang sangat besar dalam waktu relatif singkat membuat banyak pemilik kendaraan listrik mulai mempertimbangkan kembali strategi pembelian mereka, terutama bagi yang gemar mengganti mobil setiap beberapa tahun.

Baca Juga: Yamaha Launching MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair, Penuhi Passion Penikmat Balap

Mengapa Harga Mobil Listrik Bekas Turun Drastis?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan harga mobil listrik bekas mengalami penurunan tajam.

Pertama adalah perang harga yang dilakukan berbagai produsen, terutama merek-merek asal China. Persaingan ketat membuat harga mobil listrik baru terus menurun dengan spesifikasi yang semakin baik.

Kedua adalah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Dalam industri kendaraan listrik, peningkatan kapasitas baterai dan jarak tempuh terjadi hampir setiap tahun. Akibatnya, model yang baru berusia beberapa tahun saja sudah dianggap tertinggal dibanding produk terbaru.

Selain itu, masih banyak konsumen yang khawatir terhadap kondisi baterai kendaraan bekas. Kekhawatiran mengenai biaya penggantian baterai yang mahal membuat sebagian pembeli memilih kendaraan baru meskipun harus membayar lebih tinggi.

Faktor lain adalah adanya berbagai insentif pemerintah untuk pembelian kendaraan listrik baru. Program keringanan pajak dan dukungan industri membuat harga mobil baru semakin kompetitif sehingga menekan pasar mobil bekas.

Baca Juga: Tak Lagi Ditilang, Truk Bertonase Besar yang Nekat Lewat Jalur Alternatif Jembatan Gondang 1 Tulungagung Kini Dipaksa Putar Balik

Peluang Emas bagi Pembeli

Meski menjadi kabar kurang menyenangkan bagi pemilik lama, kondisi ini justru dianggap sebagai peluang emas bagi calon pembeli.

Dengan dana sekitar Rp300 juta hingga Rp400 juta, konsumen kini dapat memiliki mobil listrik premium yang sebelumnya hanya bisa dijangkau oleh segmen tertentu. Selain itu, biaya operasional kendaraan listrik tetap lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar bensin.

Namun sebelum membeli mobil listrik bekas, konsumen disarankan memeriksa kesehatan baterai atau state of health (SOH) menggunakan alat diagnostik resmi. Kondisi baterai menjadi faktor paling penting yang menentukan performa kendaraan dan nilai ekonominya dalam jangka panjang.

Pasar mobil listrik Indonesia saat ini memang sedang berada dalam fase transisi. Harga yang anjlok bukan berarti kendaraan listrik gagal, melainkan menunjukkan proses penyesuaian pasar terhadap perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Hyundai Kona EV #harga mobil listrik bekas #Hyundai Ioniq 5 #BYD Dolphin #Wuling Air EV